Cara Menyimpan Kentang agar Tidak Cepat Bertunas
Liaa - Thursday, 01 October 2026 | 03:26 AM


Kentang termasuk bahan makanan yang cukup tahan disimpan, tetapi kondisinya dapat berubah jika berada di tempat yang kurang sesuai. Salah satu perubahan yang sering terjadi adalah munculnya tunas pada bagian mata kentang.
Pertumbuhan tunas merupakan bagian dari proses alami kentang. Setelah dipanen, kentang tetap mengalami aktivitas biologis. Dalam kondisi tertentu, mata kentang dapat mulai tumbuh dan menghasilkan tunas, terutama ketika lingkungan mendukung proses tersebut.
Salah satu cara sederhana untuk memperlambatnya adalah menyimpan kentang di tempat yang gelap. Paparan cahaya dapat mendorong perubahan pada kentang, termasuk penghijauan pada kulit. Karena itu, kentang sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Suhu penyimpanan juga perlu diperhatikan. Tempat yang sejuk dapat membantu memperlambat proses pertumbuhan tunas. Namun, kentang mentah umumnya tidak dianjurkan disimpan di dalam lemari es karena suhu yang terlalu rendah dapat mengubah sebagian pati menjadi gula sehingga memengaruhi rasa dan warna ketika dimasak.
Kentang juga membutuhkan sirkulasi udara. Menyimpannya dalam wadah yang terlalu tertutup dapat membuat kelembapan terperangkap. Kondisi lembap dapat mempercepat kerusakan dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.
Karena itu, kentang lebih baik ditempatkan dalam wadah atau kantong yang memungkinkan udara bergerak, seperti keranjang atau kantong kertas yang memiliki ventilasi. Hindari menumpuk kentang terlalu padat jika jumlahnya cukup banyak.
Kentang juga sebaiknya dijauhkan dari bahan makanan tertentu, terutama bawang bombai. Keduanya dapat mengeluarkan gas selama penyimpanan yang dapat mempercepat perubahan kualitas satu sama lain ketika ditempatkan terlalu berdekatan dalam kondisi penyimpanan yang kurang baik.
Sebelum disimpan, kentang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Pisahkan kentang yang sudah memar, terluka, basah, atau menunjukkan tanda pembusukan dari kentang yang masih sehat. Satu kentang yang rusak dapat memengaruhi kondisi bahan lain jika semuanya disimpan dalam tempat yang sama.
Kentang yang baru dibeli juga sebaiknya tidak langsung dicuci jika belum akan dimasak. Air yang tertinggal pada permukaan dapat meningkatkan kelembapan dan membuat kentang lebih mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan. Kentang dapat dibersihkan ketika akan digunakan.
Selain tempat penyimpanan, pemeriksaan secara berkala juga penting. Jika mulai terlihat tunas kecil, kentang dapat segera dipisahkan dan diperiksa kondisinya. Jangan biarkan kentang yang sudah rusak bercampur dengan bahan yang masih baik.
Dengan penyimpanan yang tepat, pertumbuhan tunas pada kentang dapat diperlambat. Tempat yang gelap, sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik menjadi beberapa kondisi penting untuk menjaga kualitasnya.
Cara ini bukan berarti membuat kentang tidak akan pernah bertunas. Seiring waktu, kentang tetap dapat mengalami perubahan karena proses alami. Namun, lingkungan penyimpanan yang sesuai dapat membantu memperpanjang masa simpannya dan menjaga kentang tetap dalam kondisi baik sebelum dimasak.
Next News

Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Tekanan Darah, Benarkah Demikian?
an hour ago

Rahang Terasa Kaku Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?
an hour ago

Minum Cuka Apel Setiap Hari, Apakah Ada Efek Sampingnya?
an hour ago

Makan Apel Sebelum Tidur, Apakah Baik untuk Kesehatan?
an hour ago

Mengapa Tikus Lebih Aktif Mencari Makanan pada Malam Hari?
an hour ago

Mengisi Daya Ponsel Semalaman, Apakah Membuat Konsumsi Listrik Lebih Boros?
an hour ago

Kebiasaan Menggigit Kuku, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
an hour ago

Suara Serak Selama Beberapa Hari, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
an hour ago

Leher Berbunyi Saat Menoleh, Apakah Hal Ini Berbahaya?
2 hours ago

dul Rambut Kusut dan Mudah Patah, Apakah Tanda Rambut Kekurangan Nutrisi?
2 hours ago





