Kamis, 1 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jeruk Disimpan di Kulkas atau Suhu Ruang, Mana yang Membuatnya Lebih Awet?

Liaa - Thursday, 01 October 2026 | 04:05 AM

Background
Jeruk Disimpan di Kulkas atau Suhu Ruang, Mana yang Membuatnya Lebih Awet?

Jeruk merupakan salah satu buah yang cukup mudah disimpan. Namun, cara menempatkannya dapat menentukan seberapa lama buah tersebut tetap segar. Jeruk yang dibiarkan di meja dapur dan jeruk yang disimpan di dalam kulkas dapat memiliki masa simpan yang berbeda.

Pada suhu ruang, jeruk umumnya dapat tetap baik selama beberapa waktu, terutama jika ditempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Kondisi ruangan yang panas dapat mempercepat proses penuaan buah sehingga kualitasnya lebih cepat menurun.

Suhu yang lebih rendah di dalam kulkas dapat memperlambat berbagai proses fisiologis pada buah. Proses tersebut termasuk kehilangan air dan perubahan yang berkaitan dengan pematangan. Karena itu, pendinginan umumnya dapat membantu memperpanjang masa simpan jeruk.

Kulkas juga dapat membantu menjaga jeruk tetap lebih segar ketika buah tidak akan segera dikonsumsi. Namun, cara penyimpanannya tetap perlu diperhatikan. Jeruk sebaiknya tidak disimpan dalam kondisi basah karena kelembapan berlebih pada permukaan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.

Sirkulasi udara juga penting. Buah sebaiknya tidak ditumpuk terlalu padat dalam wadah tertutup tanpa ventilasi. Kondisi yang terlalu lembap dapat membuat kerusakan menyebar lebih cepat apabila terdapat satu buah yang sudah mulai membusuk.



Jeruk yang akan segera dimakan sebenarnya tidak selalu harus dimasukkan ke dalam kulkas. Menyimpannya pada suhu ruang dapat membuat buah lebih mudah diambil dan dinikmati tanpa perlu menunggu suhunya menyesuaikan.

Namun, jika jumlah jeruk cukup banyak dan diperkirakan tidak akan habis dalam waktu dekat, kulkas dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai untuk membantu mempertahankan kualitasnya. Penyimpanan dalam kondisi dingin dapat memperlambat penurunan mutu dibandingkan lingkungan yang lebih hangat.

Jenis jeruk juga dapat memengaruhi daya simpannya. Ukuran, ketebalan kulit, tingkat kematangan, dan kondisi awal buah sebelum disimpan dapat membuat satu jenis jeruk bertahan lebih lama dibandingkan jenis lainnya.

Kondisi buah ketika dibeli juga tidak kalah penting. Jeruk yang sudah memar, memiliki luka pada kulit, atau menunjukkan tanda kerusakan akan lebih cepat mengalami penurunan kualitas. Buah seperti ini sebaiknya dipisahkan dari jeruk lain agar kerusakan tidak mudah menyebar.

Jeruk yang sudah dipotong memiliki aturan penyimpanan berbeda. Setelah kulitnya dibuka atau daging buahnya dipotong, buah sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas dan dikonsumsi dalam waktu yang sesuai untuk menjaga kualitas serta keamanannya.



Jadi, suhu ruang cocok untuk jeruk yang akan segera dikonsumsi, sedangkan kulkas lebih membantu jika ingin memperpanjang kesegarannya. Faktor seperti suhu lingkungan, kelembapan, kondisi buah, dan lama penyimpanan tetap perlu diperhatikan.

Dengan memilih tempat penyimpanan berdasarkan kebutuhan, jeruk dapat tetap memiliki tekstur, aroma, dan rasa yang baik lebih lama. Pemeriksaan secara berkala juga penting agar buah yang mulai rusak dapat segera dipisahkan.