Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Menyimpan Jamur agar Tidak Cepat Busuk dan Berlendir

icaa - Wednesday, 21 October 2026 | 05:52 PM

Background
Cara Menyimpan Jamur agar Tidak Cepat Busuk dan Berlendir

Jamur menjadi salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dalam berbagai masakan. Rasanya yang khas dan teksturnya yang lembut membuat bahan ini cocok diolah menjadi tumisan, sup, mi, maupun hidangan lainnya. Meski mudah ditemukan di pasar dan supermarket, jamur segar termasuk bahan pangan yang relatif mudah rusak.

Jika dibiarkan dalam kondisi yang kurang sesuai, jamur dapat berubah menjadi lembek, mengeluarkan aroma tidak sedap, bahkan memiliki permukaan berlendir. Perubahan tersebut biasanya berkaitan dengan kelembapan, suhu penyimpanan, dan aktivitas mikroorganisme yang mempercepat kerusakan bahan makanan.

Agar jamur tidak cepat busuk, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan sejak membeli hingga menyimpannya di rumah.

1. Pilih Jamur yang Masih Segar

Cara menjaga kualitas jamur dimulai sejak proses pemilihan. Sebelum membeli, perhatikan warna, tekstur, dan aroma jamur yang akan digunakan.

Jamur segar umumnya memiliki tekstur yang cukup padat, tidak terlalu lembek, dan tidak mengeluarkan bau menyengat. Hindari jamur yang permukaannya sudah berlendir, memiliki bercak mencurigakan, atau menunjukkan tanda pembusukan.



Periksa juga bagian batang dan tudungnya. Jika banyak bagian yang rusak atau berubah warna secara tidak wajar, sebaiknya pilih produk lain yang kondisinya lebih baik.

Membeli jamur dalam jumlah sesuai kebutuhan juga dapat membantu mengurangi risiko bahan makanan terbuang karena terlalu lama disimpan.

2. Jangan Mencuci Jamur Sebelum Disimpan

Jamur mengandung banyak air dan mudah mengalami penurunan kualitas ketika berada dalam kondisi terlalu basah. Karena itu, jika jamur akan disimpan untuk digunakan beberapa waktu kemudian, sebaiknya hindari mencucinya terlebih dahulu.

Apabila terdapat sisa tanah atau kotoran, bersihkan secara perlahan menggunakan tisu bersih atau sikat khusus makanan. Jamur dapat dicuci menjelang proses memasak.

Jika jamur sudah terlanjur dicuci, tiriskan dan keringkan permukaannya dengan lembut sebelum dimasukkan ke dalam wadah. Hindari menyimpannya dalam keadaan masih basah atau terdapat genangan air.



Langkah ini membantu mengurangi kelembapan berlebih yang dapat mempercepat penurunan kualitas jamur.

3. Gunakan Wadah yang Tidak Memerangkap Kelembapan

Pemilihan wadah menjadi salah satu faktor penting dalam penyimpanan jamur. Wadah yang terlalu rapat tanpa pengaturan kelembapan dapat menyebabkan uap air terperangkap dan mengembun pada permukaan jamur.

Untuk jamur segar seperti jamur kancing, wadah asli yang memang dirancang untuk penyimpanan atau kantong kertas bersih dapat menjadi pilihan. Wadah tersebut membantu mengurangi penumpukan air dibandingkan penyimpanan dalam kantong plastik yang tertutup rapat.

Jika menggunakan wadah penyimpanan, pastikan kondisinya bersih dan tidak terdapat air di bagian dasar. Jamur juga sebaiknya tidak ditekan terlalu kuat agar bentuk dan teksturnya tetap terjaga.

Perlu diingat bahwa cara terbaik dapat berbeda menurut jenis jamur dan kemasan yang digunakan. Karena itu, petunjuk penyimpanan pada kemasan tetap perlu diperhatikan.



4. Simpan Jamur di Dalam Kulkas

Sebagian besar jamur segar yang dijual untuk konsumsi sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin agar proses kerusakannya melambat.

Suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan banyak mikroorganisme dan mengurangi kecepatan perubahan kualitas bahan makanan. Letakkan jamur di bagian kulkas yang suhunya stabil dan sesuai untuk penyimpanan bahan pangan segar.

Hindari membiarkan jamur terlalu lama berada pada suhu ruangan, terutama ketika cuaca panas. Setelah berbelanja, segera simpan jamur di kulkas jika belum akan dimasak.

Jamur juga sebaiknya tidak diletakkan berdekatan dengan bahan makanan yang bocor atau berpotensi mencemarinya. Menjaga kebersihan kulkas turut membantu mempertahankan kualitas bahan makanan.

5. Periksa Kondisi Jamur Secara Berkala

Meskipun sudah disimpan di dalam kulkas, jamur tetap dapat mengalami kerusakan. Karena itu, periksa kondisinya sebelum digunakan.



Jamur yang mulai rusak dapat menunjukkan perubahan tekstur menjadi sangat lembek, permukaan berlendir, aroma asam atau busuk, maupun perubahan warna yang tidak biasa. Jika tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya jamur dibuang.

Jangan mengandalkan pencucian atau pemasakan untuk menyelamatkan jamur yang sudah jelas membusuk. Memasaknya tidak selalu membuat bahan pangan yang rusak menjadi aman dikonsumsi.

Jika terdapat jamur yang sudah rusak dalam satu kemasan, periksa juga jamur lainnya dan buang bagian yang menunjukkan tanda kerusakan.

6. Hindari Menumpuk Jamur Terlalu Padat

Jamur yang ditumpuk terlalu rapat lebih mudah mengalami tekanan dan kerusakan fisik. Selain itu, kelembapan dapat terperangkap di antara bagian-bagian jamur sehingga kondisinya lebih sulit terjaga.

Sebaiknya susun jamur secukupnya dalam wadah yang bersih. Jangan menekan atau memadatkannya secara berlebihan, terutama jika tudungnya mudah rusak.



Jika membeli jamur dalam jumlah besar, membaginya ke dalam beberapa wadah dapat membantu mengurangi tekanan dan memudahkan pemeriksaan kondisi masing-masing bagian.

Cara ini juga membuat jamur lebih praktis diambil sesuai kebutuhan tanpa terlalu sering mengganggu seluruh persediaan.

7. Bisakah Jamur Disimpan di Dalam Freezer?

Jamur dapat dibekukan untuk penyimpanan yang lebih lama, tetapi sebaiknya tidak selalu langsung dimasukkan ke freezer dalam keadaan mentah tanpa mempertimbangkan jenisnya dan cara penggunaannya nanti.

Pembekuan dapat mengubah tekstur jamur karena terbentuknya kristal es di dalam jaringan. Setelah dicairkan, jamur mungkin menjadi lebih lunak daripada sebelumnya.

Untuk hasil yang lebih baik, jamur dapat dibersihkan, dipotong sesuai kebutuhan, lalu dimasak sebagian, misalnya dengan menumis atau merebusnya sebentar sesuai jenisnya, sebelum didinginkan dan dibekukan dalam wadah yang sesuai. Ikuti panduan keamanan pangan yang sesuai untuk jenis jamur tersebut.



Jamur beku lebih cocok digunakan untuk masakan matang seperti sup, saus, dan tumisan. Jika ingin mempertahankan tekstur jamur yang segar, penyimpanan dalam kulkas dan penggunaan dalam waktu relatif singkat biasanya lebih sesuai.

8. Berapa Lama Jamur Bisa Bertahan?

Daya tahan jamur dipengaruhi oleh jenisnya, kesegaran saat dibeli, kemasan, dan suhu penyimpanan. Karena itu, tidak ada satu batas waktu yang berlaku untuk semua jenis jamur.

Sebagai gambaran, jamur kancing segar yang disimpan dengan benar di dalam kulkas umumnya dapat bertahan beberapa hari hingga sekitar satu minggu, tetapi bisa rusak lebih cepat jika sejak awal sudah kurang segar atau terlalu lembap.

Jamur yang sudah dipotong biasanya lebih cepat mengalami penurunan kualitas dibandingkan jamur utuh. Oleh karena itu, sebaiknya potong jamur menjelang dimasak jika memungkinkan.

Selalu utamakan kondisi fisik dan aroma bahan makanan serta petunjuk pada kemasannya. Jangan mengonsumsi jamur hanya karena masih berada dalam perkiraan masa penyimpanan jika tanda-tanda kerusakan sudah terlihat.