Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Menyimpan Bawang Putih agar Tidak Cepat Bertunas

icaa - Sunday, 18 October 2026 | 09:35 AM

Background
Cara Menyimpan Bawang Putih agar Tidak Cepat Bertunas

Bawang putih menjadi salah satu bumbu dapur andalan karena mampu memberikan aroma dan cita rasa khas pada berbagai hidangan. Tidak heran jika banyak orang membeli bawang putih dalam jumlah cukup banyak untuk persediaan memasak. Sayangnya, bawang putih yang disimpan terlalu lama terkadang mulai mengeluarkan tunas hijau, menjadi lunak, atau mengalami pembusukan.

Munculnya tunas sebenarnya merupakan bagian dari proses alami pertumbuhan tanaman. Namun, kondisi penyimpanan yang tidak sesuai dapat mempercepat proses tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyimpan bawang putih agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak cepat bertunas.

1. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering

Bawang putih utuh sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu yang terlalu hangat dapat mendorong pertumbuhan tunas, sedangkan kelembapan berlebihan meningkatkan risiko munculnya jamur dan pembusukan.

Pilih lokasi penyimpanan yang jauh dari kompor, wastafel, atau area dapur yang sering terkena uap air. Lemari dapur yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik dapat menjadi pilihan.

2. Gunakan Wadah dengan Sirkulasi Udara Baik

Hindari menyimpan bawang putih utuh dalam wadah tertutup rapat yang dapat memerangkap kelembapan. Sebaiknya gunakan keranjang berlubang, wadah berjaring, atau kantong kertas yang memungkinkan udara mengalir.



Sirkulasi udara membantu menjaga permukaan bawang tetap kering sehingga risiko pembusukan dapat dikurangi. Selain itu, jangan menumpuk bawang putih terlalu padat karena bagian yang berada di bawah bisa lebih mudah lembap.

3. Jangan Mencuci Bawang Putih Sebelum Disimpan

Bawang putih yang masih utuh tidak perlu dicuci sebelum disimpan. Air yang tertinggal pada permukaannya dapat meningkatkan kelembapan dan mempercepat kerusakan.

Jika terdapat tanah atau kotoran, bersihkan secara kering menggunakan tangan atau sikat lembut. Apabila bawang putih telanjur basah, keringkan terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke tempat penyimpanan.

4. Hindari Menyimpan di Dekat Sumber Panas

Lokasi penyimpanan juga memengaruhi daya tahan bawang putih. Meletakkannya di dekat kompor atau peralatan yang menghasilkan panas dapat mempercepat perubahan kondisi umbi.

Pilih tempat yang suhunya relatif stabil dan terlindung dari sinar matahari. Periksa persediaan secara berkala untuk memisahkan bawang yang mulai lunak, berjamur, atau membusuk agar kerusakannya tidak menyebar.



5. Simpan Bawang Putih yang Sudah Dikupas di Kulkas

Berbeda dengan bawang putih utuh, bawang putih yang sudah dikupas lebih mudah mengalami kerusakan. Simpan bawang putih kupas dalam wadah bersih dan tertutup di lemari pendingin, lalu gunakan dalam waktu singkat.

Untuk penyimpanan lebih lama, bawang putih kupas dapat dibekukan dalam wadah yang sesuai. Cara ini membantu memperpanjang masa penyimpanan, meskipun teksturnya mungkin berubah setelah dicairkan.

Jangan menyimpan bawang putih mentah dalam minyak pada suhu ruang karena kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan bakteri berbahaya, termasuk Clostridium botulinum. Jika ingin membuat bawang putih dalam minyak, penyimpanan harus mengikuti panduan keamanan pangan yang tepat.

6. Apakah Bawang Putih yang Sudah Bertunas Masih Bisa Digunakan?

Bawang putih yang mengeluarkan tunas hijau belum tentu rusak atau tidak layak dikonsumsi. Jika umbinya masih keras, tidak berjamur, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan, bawang putih tersebut umumnya masih dapat digunakan setelah diperiksa dengan baik.

Namun, jika bawang putih terasa lembek, berbau tidak normal, atau memiliki bercak jamur, sebaiknya dibuang. Tunas hijau juga dapat memiliki rasa lebih pahit sehingga bisa memengaruhi cita rasa masakan.