Jumat, 6 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Membuat Keripik Singkong Renyah Tanpa Mudah Melempem

icaa - Sunday, 18 October 2026 | 10:34 AM

Background
Cara Membuat Keripik Singkong Renyah Tanpa Mudah Melempem

Keripik singkong merupakan salah satu camilan rumahan yang mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah membuat makanan ini cocok dinikmati saat bersantai, menonton televisi, atau dijadikan teman minum teh dan kopi.

Meski bahan pembuatannya sederhana, menghasilkan keripik singkong yang renyah secara merata membutuhkan teknik yang tepat. Keripik yang terlihat garing saat baru diangkat dari penggorengan terkadang berubah menjadi lembek setelah dingin. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan kadar air yang masih tersisa, proses penggorengan yang kurang tepat, atau penyimpanan yang membuat keripik menyerap kelembapan dari udara.

Agar hasilnya lebih maksimal, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan ketika membuat keripik singkong sendiri di rumah.

Bahan-Bahan yang Diperlukan

Siapkan bahan-bahan berikut untuk membuat keripik singkong rumahan:

  • 1 kilogram singkong segar
  • Minyak goreng secukupnya
  • 1 sendok teh garam
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • Air secukupnya untuk merendam
  • Air kapur sirih secukupnya, jika ingin menggunakannya

Air kapur sirih merupakan bahan tambahan yang opsional. Jika digunakan, pastikan menggunakan kapur sirih khusus pangan dengan takaran yang sesuai, kemudian bilas singkong hingga bersih. Keripik yang renyah juga dapat dibuat tanpa bahan tambahan tersebut.



1. Pilih Singkong yang Segar

Langkah pertama adalah memilih singkong dengan kondisi yang baik. Gunakan singkong segar yang tidak berbau busuk, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda kerusakan.

Singkong yang sudah terlalu lama disimpan atau mengalami kerusakan dapat memengaruhi rasa dan kualitas keripik. Selain itu, singkong harus dikupas dan dibersihkan dengan benar sebelum diolah.

Perlu diingat bahwa singkong mengandung senyawa alami penghasil sianida. Karena itu, jangan mengonsumsi singkong mentah atau setengah matang. Pengolahan harus dilakukan dengan benar hingga matang sempurna.

2. Iris Singkong Setipis Mungkin

Ketebalan irisan sangat menentukan kerenyahan keripik. Singkong yang dipotong terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan berisiko menyisakan kelembapan di bagian dalam.

Gunakan alat pengiris khusus agar potongan memiliki ketebalan yang seragam. Irisan tipis dan rata membantu keripik matang lebih merata serta menghasilkan tekstur yang lebih garing.



Hindari memotong singkong dengan ketebalan berbeda-beda karena sebagian irisan bisa cepat kecokelatan, sedangkan bagian lainnya masih belum cukup kering.

3. Rendam dan Bilas Singkong

Setelah diiris, masukkan singkong ke dalam air bersih. Tambahkan garam dan bawang putih jika ingin memberikan rasa sejak awal. Rendam selama sekitar 15–30 menit, kemudian bilas hingga bersih.

Perendaman dapat membantu menghilangkan sebagian pati permukaan dan membuat bumbu lebih mudah meresap. Namun, langkah ini bukan satu-satunya penentu kerenyahan.

Jika menggunakan air kapur sirih khusus pangan, ikuti takaran yang aman dan bilas singkong secara menyeluruh sebelum digoreng. Jangan menggunakan kapur yang tidak diperuntukkan bagi makanan.

4. Keringkan Sebelum Digoreng

Salah satu kesalahan yang membuat keripik cepat melempem adalah menggoreng singkong ketika permukaannya masih terlalu basah.



Setelah dibilas, tiriskan singkong hingga tidak ada air yang menetes. Susun irisan di atas saringan atau kain bersih khusus makanan dan biarkan permukaannya mengering.

Air yang terbawa ke dalam minyak dapat menyebabkan percikan berbahaya. Selain itu, banyaknya air membuat proses penggorengan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengurangi kelembapan singkong.

Pastikan singkong tetap bersih selama proses pengeringan dan jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang.

5. Gunakan Minyak dengan Suhu yang Tepat

Panaskan minyak dalam jumlah cukup agar irisan singkong dapat terendam dengan baik. Untuk memulai, gunakan suhu sekitar 160–170 derajat Celsius, lalu sesuaikan berdasarkan ketebalan irisan dan kondisi penggorengan.

Masukkan singkong secara bertahap. Hindari menggoreng terlalu banyak sekaligus karena suhu minyak bisa turun drastis dan membuat hasilnya kurang renyah.



Goreng sambil sesekali diaduk perlahan agar irisan tidak saling menempel. Angkat ketika gelembung minyak mulai berkurang, keripik terasa garing, dan warnanya berubah menjadi kuning keemasan.

Jangan menunggu sampai keripik berwarna cokelat tua karena panas sisa setelah diangkat masih dapat membuat warnanya semakin gelap.

6. Tiriskan Minyak hingga Tuntas

Setelah matang, angkat keripik menggunakan saringan dan tiriskan. Susun di atas rak atau alas yang bersih agar sisa minyak tidak menggenang.

Jika keripik masih terlihat berminyak, biarkan beberapa saat hingga minyak berlebih menetes. Keripik yang terlalu banyak menyerap minyak dapat terasa berat dan kurang nyaman ketika dimakan.

Hindari langsung menumpuk keripik dalam keadaan panas karena uap yang terperangkap dapat meningkatkan kelembapan dan mengurangi kerenyahannya.



7. Tambahkan Bumbu Setelah Keripik Siap

Untuk membuat keripik dengan rasa gurih, taburkan garam atau bumbu bubuk ketika keripik sudah ditiriskan. Jika menggunakan bumbu tambahan, pastikan bumbu tersebut kering agar tidak menambah kelembapan pada keripik.

Kamu bisa mencoba rasa balado, bawang putih, keju, atau pedas manis sesuai selera. Taburkan sedikit demi sedikit sambil mengaduk keripik secara perlahan agar bumbu tersebar merata.

8. Simpan dalam Wadah Kedap Udara

Cara penyimpanan menjadi tahap penting agar keripik tidak cepat melempem. Setelah digoreng, biarkan keripik benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah.

Jika keripik masih hangat lalu langsung ditutup, uap air dapat mengembun di dalam wadah. Akibatnya, keripik menjadi lembap dan kehilangan tekstur renyahnya.

Gunakan stoples bersih yang kedap udara atau kemasan yang dapat ditutup rapat. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber uap, seperti kompor.



Hindari terlalu sering membuka wadah karena udara lembap dapat masuk dan memengaruhi kualitas keripik. Jika keripik berbau tengik, berjamur, atau menunjukkan perubahan yang tidak biasa, jangan dikonsumsi.