Rabu, 26 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Berapa Lama Waktu Ideal Berolahraga dalam Seminggu?

Laila - Saturday, 11 July 2026 | 11:20 AM

Background
Berapa Lama Waktu Ideal Berolahraga dalam Seminggu?

Dilema Kaum Rebahan: Sebenarnya Berapa Lama Sih Kita Harus Olahraga dalam Seminggu?

Pernah nggak sih, di satu malam yang tenang, tiba-tiba kamu merasa berdosa banget setelah menghabiskan satu porsi martabak manis sendirian? Di tengah rasa bersalah itu, kamu langsung buka YouTube, cari video "10 Minutes Abs Workout", lalu melakukannya dengan semangat membara sampai mandi keringat. Besoknya? Badan pegal semua, dan resolusi hidup sehat itu menguap gitu saja sampai bulan depan.

Jujurly, fenomena ini dialami oleh hampir semua anak muda zaman sekarang. Kita sering terjebak di antara dua kutub: jadi kaum rebahan garis keras yang mager maksimal, atau jadi "gym rat" dadakan yang ambisnya nggak ketulungan. Masalahnya, banyak dari kita yang sebenarnya nggak tahu takaran pasnya. Apakah harus setiap hari? Atau cukup sekali seminggu tapi durasinya tiga jam sampai pingsan? Biar nggak makin tersesat, yuk kita bedah pelan-pelan berapa lama waktu ideal olahraga itu tanpa harus bikin hidup makin menderita.

Angka Sakti dari WHO: Bukan Sekadar Formalitas

Kalau kita ngomongin standar kesehatan, kita nggak bisa jauh-jauh dari World Health Organization alias WHO. Menurut mereka, orang dewasa itu butuh sekitar 150 sampai 300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang dalam seminggu. Kalau kamu tim yang suka tantangan dan milih olahraga intensitas berat, durasinya bisa dipangkas jadi 75 sampai 150 menit saja.

Kedengarannya banyak ya? 300 menit itu sekitar lima jam. Tapi tenang, jangan langsung tutup artikel ini. Angka itu nggak harus diselesaikan dalam satu hari, kok. Kalau dibagi rata dalam enam hari, kamu cuma butuh waktu sekitar 30 sampai 50 menit per hari. Sisanya? Kamu masih punya satu hari penuh buat jadi "kentang goreng" di atas kasur sambil nonton drakor atau mabar tanpa rasa bersalah.

Intensitas sedang itu contohnya kayak jalan cepat, bersepeda santai, atau berenang yang nggak pakai ngebut. Pokoknya aktivitas yang bikin napas sedikit lebih cepat tapi kamu masih bisa sambil ngobrol tipis-tipis. Sedangkan intensitas berat itu ya kayak lari, main futsal, atau HIIT yang bikin kamu mau ngomong "halo" aja rasanya butuh perjuangan saking ngos-ngosannya.



Si "Weekend Warrior" dan Mitos Olahraga Setiap Hari

Ada golongan orang yang saking sibuknya sama kerjaan atau skripsi, mereka baru bisa olahraga di hari Sabtu atau Minggu. Kelompok ini sering disebut "Weekend Warrior". Mereka bakal lari marathon atau main badminton berjam-jam di akhir pekan buat "menebus dosa" selama hari kerja.

Pertanyaannya, efektif nggak sih? Secara sains, sebenarnya lebih baik daripada nggak olahraga sama sekali. Tapi, risiko cederanya jauh lebih tinggi. Bayangkan mesin yang seminggu didiamkan tiba-tiba dipaksa lari kencang, pasti ada bagian yang kaget. Idealnya, frekuensi itu lebih penting daripada durasi yang numpuk di satu hari. Badan kita itu bukan powerbank yang bisa di-charge penuh sekali jalan terus dipakai seminggu. Otot dan jantung kita butuh stimulasi yang konsisten biar performanya stabil.

Selain urusan jantung (kardio), jangan lupa kalau kita juga disarankan buat latihan beban minimal dua kali seminggu. Bukan, ini bukan biar badan kamu jadi kayak binaragawan dalam semalam. Latihan beban itu penting buat menjaga massa otot dan kepadatan tulang. Apalagi buat kita yang kerjanya cuma duduk menghadap laptop seharian, otot punggung dan kaki itu perlu dilatih biar nggak gampang jompo sebelum waktunya.

Dengarkan Tubuhmu, Bukan Sekadar Tren

Satu hal yang sering dilupakan anak muda sekarang adalah "listening to your body". Kadang kita terlalu fomo lihat teman posting lagi lari 10K, padahal kondisi badan kita lagi drop karena kurang tidur habis lembur. Memaksakan diri olahraga saat badan lagi nggak fit itu bukannya jadi sehat, malah bisa bikin sistem imun makin anjlok.

Olahraga itu investasi jangka panjang, bukan perlombaan siapa yang paling cepat kurus atau siapa yang ototnya paling nonjol di Instagram. Kalau hari ini kamu cuma sanggup jalan kaki 15 menit ke minimarket, ya sudah, itu tetap dihitung sebagai pergerakan. Daripada nggak sama sekali, kan? Konsistensi itu jauh lebih mahal harganya daripada intensitas yang cuma hangat-hangat tahi ayam.



Ada sebuah observasi menarik: orang yang paling sehat biasanya bukan mereka yang paling lama di gym, tapi mereka yang punya gaya hidup aktif. Misalnya, lebih milih naik tangga daripada lift, atau jalan kaki kalau jaraknya cuma satu kilometer. Hal-hal kecil kayak gini kalau dikumpulin bisa nambahin "tabungan" waktu olahraga kamu tanpa terasa berat.

Kesimpulan: Mana yang Cocok Buat Kamu?

Jadi, jawaban buat pertanyaan "berapa lama waktu ideal olahraga" sebenarnya balik lagi ke gaya hidup dan tujuan kamu. Tapi kalau mau ambil jalan tengah yang paling aman:

  • Targetkan 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu.
  • Campur antara kardio (jalan, lari, sepeda) dengan latihan beban (push-up, squat, atau angkat dumble ringan).
  • Jangan lupa rest day. Otot butuh waktu buat regenerasi. Tanpa istirahat, kamu cuma ngerusak badan, bukan ngebangun.

Intinya, jangan terlalu stres sama angka. Mulai aja dulu. Kalau merasa 150 menit seminggu itu berat, coba mulai dari 15 menit setiap sore. Lama-lama badan bakal nagih sendiri kok kalau sudah ngerasain endorfinnya cair. Ingat, sehat itu bukan tentang jadi yang terbaik, tapi jadi lebih baik dari dirimu yang kemarin yang cuma bisa rebahan seharian. Yuk, mulai gerak hari ini, mumpung masih ada waktu sebelum martabak berikutnya memanggil!

Tags