Selasa, 7 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Sering Keseleo Bisa Menyebabkan Pengapuran? Ini Penjelasan Dokter

Laila - Tuesday, 07 July 2026 | 08:50 PM

Background
Benarkah Sering Keseleo Bisa Menyebabkan Pengapuran? Ini Penjelasan Dokter

Sering Keseleo Bisa Berujung Pengapuran: Mitos atau Fakta Pahit Kaum Jompo?

Pernah nggak sih, lagi enak-enak jalan santai sambil liatin senja atau lagi asyik lari sore demi konten Strava, tiba-tiba kaki "meleyot" alias keseleo? Rasanya itu lho, antara malu dilihatin orang sama sakitnya yang bikin pengen sungkem ke aspal. Biasanya, reaksi pertama kita kalau nggak meringis ya langsung cari tukang urut langganan atau diolesin minyak GPU sampai baunya sewangi dapur warteg. Beres diurut, merasa sembuh, besoknya aktivitas lagi. Eh, bulan depan keseleo lagi di kaki yang sama. Begitu terus sampai jadi langganan tetap.

Nah, di tengah siklus "keseleo-urut-sembuh-keseleo lagi" ini, pasti pernah dengar omongan orang tua atau teman yang sok tahu medis, "Hati-hati lho, sering keseleo itu bisa bikin pengapuran pas tua nanti." Mendengar kata pengapuran, rasanya kayak divonis bakal jadi kaum jompo sebelum waktunya. Pertanyaannya: ini cuma nakut-nakutin doang biar kita nggak petakilan, atau memang ada penjelasan ilmiahnya yang bikin merinding? Mari kita bedah pelan-pelan biar nggak salah paham.

Fakta Pahit di Balik Kaki yang Sering "Meleyot"

Langsung aja ke intinya ya: kabar itu bukan mitos, melainkan fakta. Waduh, serius? Iya, serius banget. Secara medis, keseleo yang berulang itu punya nama keren, yaitu Chronic Ankle Instability atau ketidakstabilan sendi kronis. Jadi gini logikanya, sendi kita itu diikat sama yang namanya ligamen. Bayangkan ligamen ini kayak karet gelang yang kuat banget buat menjaga tulang-tulang kita tetap di posisinya.

Pas kamu keseleo, si karet gelang ini ketarik paksa atau bahkan robek sedikit. Kalau sekali keseleo dan sembuhnya nggak bener, atau malah sering banget keseleo di titik yang sama, ligamen tadi bakal jadi longgar alias kendor. Kalau ikatannya sudah kendor, posisi tulang di dalam sendi jadi nggak stabil lagi. Mereka bakal sering gesekan satu sama lain secara kasar. Nah, gesekan yang terus-menerus inilah yang lama-lama merusak tulang rawan (bantalan sendi). Kalau bantalan ini habis, tulang ketemu tulang langsung, terjadilah yang namanya osteoarthritis atau yang kita kenal sebagai pengapuran. Jadi, pengapuran bukan cuma soal kalsium yang numpuk, tapi soal keausan sendi yang dipaksa kerja keras dalam kondisi "rusak".

Kenapa Kita Sering Menyepelekan Keseleo?

Masalahnya, banyak dari kita yang merasa kalau sudah nggak sakit dan bengkaknya hilang, berarti sudah sembuh total. Padahal, tubuh kita itu pintar banget melakukan kompensasi. Kadang rasa sakitnya hilang, tapi fungsi ligamennya belum balik 100 persen. Kita tetap jalan, lari, bahkan main futsal tanpa sadar kalau pondasi kaki kita sebenarnya lagi goyah.



Budaya kita juga sangat kental dengan urut-mengurut. Jangan salah, pijat relaksasi itu enak banget. Tapi kalau ligamen lagi robek terus dipaksa ditarik-tarik atau ditekan secara brutal, yang ada malah peradangannya makin parah. Bukannya menyatu lagi dengan benar, ligamennya malah sembuh dalam kondisi memanjang atau kaku. Efeknya? Ya itu tadi, sendi jadi goyang dan risiko keseleo berikutnya makin tinggi. Begitu terus sampai akhirnya di usia 30-an akhir atau 40-an, lutut atau pergelangan kaki mulai bunyi "krek krek" tiap bangun tidur. Itulah tanda-tanda pengapuran mulai menyapa.

Bukan Cuma Penyakit Kakek-Nenek

Dulu, pengapuran identik sama orang tua yang jalannya sudah pakai tongkat. Tapi zaman sekarang, dengan gaya hidup yang makin beragam (dan kadang sok atletis tapi minim pemanasan), banyak anak muda yang sudah kena gejala pengapuran dini. Sering keseleo adalah salah satu jalur ekspres menuju ke sana.

Bayangkan sendi kamu itu kayak engsel pintu. Kalau engselnya miring tapi dipaksa buka-tutup terus, lama-lama besinya bakal terkikis dan pintunya jadi seret. Begitu juga kaki kita. Kalau sekali keseleo nggak ditangani dengan rehabilitasi yang benar (fisioterapi atau latihan penguatan), kamu sebenarnya lagi menabung kerusakan untuk masa depan. Nggak mau kan, lagi di puncak karier atau lagi semangat-semangatnya traveling, malah harus bolak-balik ke dokter ortopedi gara-gara sendi sudah aus?

Terus, Harus Gimana Biar Nggak Jadi Pengapuran?

Kalau kamu termasuk orang yang "hobi" keseleo, jangan panik dulu tapi juga jangan cuek. Ada beberapa tips ala kaum sadar kesehatan yang bisa dilakukan:

  • Jangan cuma diurut: Kalau keseleo parah sampai biru atau nggak bisa jalan, mending rontgen atau ke dokter dulu buat mastiin nggak ada tulang yang retak.
  • Latihan Keseimbangan (Proprioception): Ini penting banget tapi sering dilupain. Latihan berdiri satu kaki atau pakai balance board bisa melatih saraf di kaki buat lebih sigap kalau sewaktu-waktu mau meleyot lagi.
  • Perkuat Otot Sekitar: Kalau ligamen sudah agak kendor, cara menutupinya adalah dengan memperkuat otot di sekitarnya. Otot yang kuat bakal jadi "pelindung tambahan" buat sendi kamu.
  • Pilih Sepatu yang Bener: Jangan cuma demi gaya pakai sepatu yang solnya licin atau nggak stabil. Apalagi kalau kamu sudah tahu pergelangan kakimu gampang oleng.

Pada akhirnya, kesehatan sendi itu investasi jangka panjang. Jangan sampai rasa malas kita buat dengerin sinyal dari tubuh sekarang malah berbuah tagihan medis yang mahal di hari tua. Keseleo memang hal biasa, tapi kalau jadi kebiasaan, itu alarm bahaya. Jadi, mulai sekarang, kalau kaki meleyot, jangan cuma diketawain atau diurut asal-asalan ya. Sayangi sendimu sebelum dia mogok kerja dan bikin kamu cuma bisa nonton teman-temanmu lari marathon dari pinggir jalan sambil megangin balsem.



Ingat, jadi "kaum jompo" itu pilihan, dan sering keseleo tanpa penanganan adalah salah satu langkah menuju ke sana. Tetap aktif, tapi tetap hati-hati ya, Sobat Meleyot!