BBGTK Sumut Latih Guru Madina Soal Penanganan Bencana
RAU - Sunday, 04 October 2026 | 05:21 AM


Mandailing Natal -
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara menggelar pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Negeri 1 Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Madina, Jumat (2/10/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan warga satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.Kepala BBGTK Provinsi Sumatera Utara bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Madina, dr. M. Faisal Situmorang, M.KM., turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Kadisdikbud Madina menekankan pentingnya kemampuan guru dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah.
"Guru tidak hanya memiliki tugas dalam proses belajar mengajar, tetapi juga harus memahami langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat yang mengancam keselamatan peserta didik," Kata Faisal.
Guru wajib mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, Pengetahuan tersebut dinilai penting karena guru merupakan pihak yang berada langsung bersama siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
"Dengan pemahaman mengenai kesiapsiagaan bencana, guru diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat untuk mengarahkan dan melindungi peserta didik apabila terjadi situasi darurat", ujar Faisal.
Pelatihan tersebut juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang lebih siap dan tanggap terhadap berbagai potensi bencana. Kegiatan pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Oktober 2026.
Peserta berasal dari guru dan tenaga kependidikan pada sejumlah jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA/SMK di wilayah Pantai Barat Madina.
Selain meningkatkan pemahaman tentang kesiapsiagaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi tenaga pendidik untuk mengenali langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana.Kesiapsiagaan di lingkungan sekolah dinilai penting mengingat keselamatan peserta didik menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian ketika terjadi bencana.Pelaksanaan pelatihan tersebut turut dihadiri KasiNatal dan Pendidikan Khusus Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Muhammad Akhyar ME Nasution, S.Pd., M.Pd., Korwil 16 Dinas Pendidikan Salamat Nasution, S.Pd., serta sejumlah kepala sekolah dan jajaran terkait.Melalui kegiatan ini, BBGTK Sumut bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina mendorong agar kemampuan kesiapsiagaan tidak hanya berhenti selama pelatihan.Namun, pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di satuan pendidikan sehingga guru dan tenaga kependidikan memiliki kesiapan ketika sewaktu-waktu harus menghadapi kondisi darurat.
Next News

Perkuat Pengamanan Perimeter Rutan Depok, Kemenimipas Buka Ruang Koordinasi Bersama TNI-Polri
4 hours ago

Menelisik Dinamika Perilaku dan Risiko Lingkungan Sosial Pasca-Insiden Video Viral Rutan Depok
4 hours ago

Dugaan Pesta Sabu dan Musik Keras di Sel Viral, Rutan Depok Terjunkan Tim Investigasi Internal
13 hours ago

Januari-Agustus, 2026, 207.785 Wisman Berkunjung ke Sumut
16 hours ago

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Irup Hari Kesaktian Pancasila 2026, Teguhkan Pancasila sebagai Perekat Persatuan
a day ago

Bupati Tapsel Terima Satgas PRR, Perkuat Percepatan Pemulihan Pascabencana
a day ago

Bupati Tapsel Lepas 19 Peserta Diklat Laskar Gerindra, Dorong Kader Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
a day ago

Bupati Tapsel Harap Ormas Islam Ambil Peran Percepat Pemulihan Pascabencana dan Bangkitkan Ekonomi Masyarakat
2 days ago

Prakiraan Cuaca Ekstrem BMKG Besok, 3 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
2 days ago

Kunjungan Wisman ke Sumut Tembus 31.349 pada Agustus 2026, Tertinggi dalam Tiga Tahun
2 days ago





