Selasa, 21 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bahaya Menggigit Kuku bagi Kesehatan

Laila - Tuesday, 21 July 2026 | 09:23 AM

Background
Bahaya Menggigit Kuku bagi Kesehatan

Bahaya Menggigit Kuku bagi Kesehatan

Menggigit kuku merupakan kebiasaan yang cukup umum, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Sebagian orang melakukannya saat merasa gugup, stres, bosan, atau bahkan tanpa disadari ketika sedang berpikir.

Walaupun terlihat sebagai kebiasaan kecil, menggigit kuku secara terus-menerus dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan. Kuku dan tangan sering bersentuhan dengan berbagai benda yang mengandung kuman, sehingga kebiasaan ini dapat mempermudah masuknya bakteri, virus, atau kotoran ke dalam tubuh.

Mengapa Menggigit Kuku Berisiko?

Sepanjang hari, tangan digunakan untuk menyentuh berbagai permukaan, seperti gagang pintu, ponsel, meja, uang, dan benda lainnya. Meski tangan tampak bersih, masih mungkin terdapat mikroorganisme yang menempel di bawah kuku.

Saat kuku digigit, kuman tersebut dapat berpindah ke mulut dan masuk ke saluran pencernaan atau memicu infeksi di sekitar kuku.

Bahaya Menggigit Kuku

1. Meningkatkan Risiko Infeksi

Bagian bawah kuku dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri, virus, maupun jamur. Kebiasaan menggigit kuku memudahkan mikroorganisme tersebut masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.



Selain itu, kulit di sekitar kuku juga dapat terluka sehingga lebih rentan mengalami infeksi.

2. Merusak Kuku

Menggigit kuku terus-menerus dapat menyebabkan kuku menjadi rapuh, tidak rata, bahkan mengganggu pertumbuhan kuku yang normal. Pada beberapa kasus, kebiasaan ini juga dapat merusak jaringan di sekitar kuku sehingga menimbulkan rasa nyeri.

3. Mengganggu Kesehatan Gigi

Tekanan yang terus-menerus saat menggigit kuku dapat menyebabkan gigi mengalami retak kecil, aus, atau bergeser. Pada orang yang menggunakan kawat gigi, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada alat ortodonti.

4. Menyebabkan Luka di Mulut

Ujung kuku yang tajam dapat melukai gusi atau jaringan lunak di dalam mulut. Luka kecil tersebut dapat terasa perih dan meningkatkan risiko infeksi apabila kebersihan mulut tidak terjaga.

5. Memperburuk Kondisi Kulit di Sekitar Kuku

Menggigit kuku sering kali diikuti dengan menggigit kulit di sekitarnya. Akibatnya, area tersebut menjadi merah, bengkak, atau mengalami infeksi yang dikenal sebagai paronikia, yaitu infeksi pada jaringan di sekitar kuku.



Mengapa Sulit Menghentikan Kebiasaan Ini?

Bagi sebagian orang, menggigit kuku merupakan kebiasaan yang dilakukan secara otomatis saat mengalami stres, cemas, bosan, atau sedang berkonsentrasi. Karena dilakukan tanpa sadar, menghentikannya sering kali memerlukan waktu dan latihan.

Cara Mengurangi Kebiasaan Menggigit Kuku

Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

  • Menjaga kuku tetap pendek dan rapi.
  • Mengalihkan kebiasaan dengan memegang benda lain, seperti bola stres (stress ball).
  • Mengenali situasi yang memicu keinginan menggigit kuku, misalnya saat cemas atau bosan.
  • Menjaga kebersihan tangan dan kuku secara rutin.
  • Menggunakan cat kuku khusus dengan rasa pahit apabila diperlukan.
  • Mengelola stres melalui olahraga, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan.

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila:

  • Kuku atau kulit di sekitarnya tampak merah, bengkak, bernanah, atau terasa sangat nyeri.
  • Kebiasaan menggigit kuku sulit dihentikan dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Kebiasaan tersebut berkaitan dengan kecemasan atau stres yang berkepanjangan.

Kesimpulan

Menggigit kuku bukan sekadar kebiasaan kecil. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi, merusak kuku dan gigi, serta mengganggu kesehatan mulut.

Dengan menjaga kuku tetap bersih, mengenali pemicunya, dan berusaha menghentikan kebiasaan tersebut secara bertahap, risiko berbagai masalah kesehatan dapat dikurangi.



Tags