Minggu, 1 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apakah IQ Seseorang Bisa Menurun?

Liaa - Saturday, 28 February 2026 | 08:28 AM

Background
Apakah IQ Seseorang Bisa Menurun?

Apa Itu IQ?

IQ (Intelligence Quotient) adalah skor yang diperoleh dari tes standar untuk mengukur kemampuan kognitif seperti logika, pemecahan masalah, memori, dan pemahaman verbal.

Tes IQ modern banyak dikembangkan berdasarkan teori kecerdasan umum (g factor) yang dipopulerkan oleh psikolog Inggris, Charles Spearman.

Namun penting dipahami: IQ bukan satu-satunya ukuran kecerdasan. Ia hanya mengukur aspek kognitif tertentu, bukan kreativitas, empati, atau kecerdasan emosional.

Apakah IQ Bisa Menurun?



Jawabannya: bisa, dalam kondisi tertentu.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature oleh tim dari University College London menunjukkan bahwa skor IQ remaja dapat berubah naik atau turun secara signifikan dalam beberapa tahun, seiring perubahan struktur otak mereka.

Profesor Cathy Price, salah satu peneliti studi tersebut, menyatakan bahwa perkembangan otak remaja sangat dinamis, sehingga kemampuan verbal dan non-verbal dapat berubah mengikuti pengalaman belajar dan lingkungan.

Artinya, IQ bukan angka "mati".

Faktor yang Bisa Menyebabkan Penurunan IQ



Berikut beberapa faktor yang secara ilmiah terbukti dapat memengaruhi penurunan fungsi kognitif:

1. Kurang Tidur Kronis

Kurang tidur jangka panjang menurunkan fungsi memori kerja, konsentrasi, dan kecepatan berpikir. Studi dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa deprivasi tidur berkepanjangan dapat menurunkan performa kognitif setara dengan kondisi mabuk ringan.

2. Stres Berkepanjangan

Hormon kortisol yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak hippocampus — bagian otak yang berperan dalam memori dan pembelajaran.



3. Kurang Nutrisi

Kekurangan zat besi, yodium, omega-3, vitamin B kompleks, dan protein dalam jangka panjang dapat mengganggu perkembangan serta fungsi otak.

Menurut World Health Organization, defisiensi yodium pada masa anak-anak adalah salah satu penyebab gangguan kognitif global yang paling dapat dicegah.

4. Penyakit Neurologis

Cedera kepala, stroke, infeksi otak, hingga demensia seperti Alzheimer's disease dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif yang signifikan.



5. Kurang Stimulasi Mental

Otak seperti otot. Jarang digunakan untuk belajar, membaca, atau berpikir kritis bisa menyebabkan kemampuan kognitif menurun secara bertahap.

Apakah IQ Bisa Naik Lagi?

Kabar baiknya: dalam banyak kasus, fungsi kognitif bisa diperbaiki.

Neurosains modern mengenal konsep neuroplasticity, yaitu kemampuan otak membentuk koneksi baru sepanjang hidup.



Artinya, dengan:tidur cukup, nutrisi seimbang,olahraga rutin, belajar hal baru

membaca dan berdiskusi,serta mengelola stres; maka kemampuan kognitif dapat dipertahankan, bahkan meningkat.

Pendidikan dan lingkungan yang mendukung, juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kecerdasan.

IQ bukan sesuatu yang tiba-tiba turun drastis tanpa sebab. Dalam kondisi sehat, perubahan biasanya kecil dan wajar. Penurunan signifikan umumnya terkait kondisi medis atau gangguan kesehatan tertentu.

Yang jauh lebih penting dari angka IQ adalah bagaimana kita merawat otak: menjaga kesehatan fisik, emosional, dan lingkungan belajar.