Apakah IQ Seseorang Bisa Menurun?
Liaa - Saturday, 28 February 2026 | 08:28 AM


Apa Itu IQ?
IQ (Intelligence Quotient) adalah skor yang diperoleh dari tes standar untuk mengukur kemampuan kognitif seperti logika, pemecahan masalah, memori, dan pemahaman verbal.
Tes IQ modern banyak dikembangkan berdasarkan teori kecerdasan umum (g factor) yang dipopulerkan oleh psikolog Inggris, Charles Spearman.
Namun penting dipahami: IQ bukan satu-satunya ukuran kecerdasan. Ia hanya mengukur aspek kognitif tertentu, bukan kreativitas, empati, atau kecerdasan emosional.
Apakah IQ Bisa Menurun?
Jawabannya: bisa, dalam kondisi tertentu.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature oleh tim dari University College London menunjukkan bahwa skor IQ remaja dapat berubah naik atau turun secara signifikan dalam beberapa tahun, seiring perubahan struktur otak mereka.
Profesor Cathy Price, salah satu peneliti studi tersebut, menyatakan bahwa perkembangan otak remaja sangat dinamis, sehingga kemampuan verbal dan non-verbal dapat berubah mengikuti pengalaman belajar dan lingkungan.
Artinya, IQ bukan angka "mati".
Faktor yang Bisa Menyebabkan Penurunan IQ
Berikut beberapa faktor yang secara ilmiah terbukti dapat memengaruhi penurunan fungsi kognitif:
1. Kurang Tidur Kronis
Kurang tidur jangka panjang menurunkan fungsi memori kerja, konsentrasi, dan kecepatan berpikir. Studi dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa deprivasi tidur berkepanjangan dapat menurunkan performa kognitif setara dengan kondisi mabuk ringan.
2. Stres Berkepanjangan
Hormon kortisol yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak hippocampus — bagian otak yang berperan dalam memori dan pembelajaran.
3. Kurang Nutrisi
Kekurangan zat besi, yodium, omega-3, vitamin B kompleks, dan protein dalam jangka panjang dapat mengganggu perkembangan serta fungsi otak.
Menurut World Health Organization, defisiensi yodium pada masa anak-anak adalah salah satu penyebab gangguan kognitif global yang paling dapat dicegah.
4. Penyakit Neurologis
Cedera kepala, stroke, infeksi otak, hingga demensia seperti Alzheimer's disease dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif yang signifikan.
5. Kurang Stimulasi Mental
Otak seperti otot. Jarang digunakan untuk belajar, membaca, atau berpikir kritis bisa menyebabkan kemampuan kognitif menurun secara bertahap.
Apakah IQ Bisa Naik Lagi?
Kabar baiknya: dalam banyak kasus, fungsi kognitif bisa diperbaiki.
Neurosains modern mengenal konsep neuroplasticity, yaitu kemampuan otak membentuk koneksi baru sepanjang hidup.
Artinya, dengan:tidur cukup, nutrisi seimbang,olahraga rutin, belajar hal baru
membaca dan berdiskusi,serta mengelola stres; maka kemampuan kognitif dapat dipertahankan, bahkan meningkat.
Pendidikan dan lingkungan yang mendukung, juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kecerdasan.
IQ bukan sesuatu yang tiba-tiba turun drastis tanpa sebab. Dalam kondisi sehat, perubahan biasanya kecil dan wajar. Penurunan signifikan umumnya terkait kondisi medis atau gangguan kesehatan tertentu.
Yang jauh lebih penting dari angka IQ adalah bagaimana kita merawat otak: menjaga kesehatan fisik, emosional, dan lingkungan belajar.
Next News

Hati-Hati, Konsumsi Gula Berlebih Bisa Jadi "Musuh Manis" yang Merusak Kesehatan Diam-Diam
in 6 hours

Begadang: Gaya Hidup Kekinian yang Diam-Diam Menabung Risiko Penyakit di Masa Depan
in 6 hours

Menjemput Kewarasan di Era Notifikasi: Mengapa Digital Detox Jadi Kebutuhan Mendesak
in 6 hours

Silent Walking: Tren Healing Paling Sederhana yang Justru Sulit Dilakukan di Era Digital
in 5 hours

Bukan Sekadar Generasi Rebahan, Anak Muda Justru Memikul Beban Tanggung Jawab Sosial Dunia
in 5 hours

Self-Love vs Egois: Cara Mencintai Diri Tanpa Rasa Bersalah
in 5 hours

Gak Harus Nunggu Jadi CEO: Kenapa Bangun Personal Branding Sejak Dini Itu Kunci Masa Depan
in 5 hours

Kenapa Lidah Sering Kelu Saat Grogi? Simak Solusinya
in 2 hours

Alasan Mengapa Musik Bisa Menenangkan Jiwa yang Lelah
in 2 hours

Duel Anggur Merah Lawan Hijau: Mana yang Paling Banyak Gizi?
in 2 hours





