Apakah Hewan Bisa Memprediksi Gempa?
Nanda - Saturday, 28 February 2026 | 09:45 AM


Cerita tentang hewan yang bertingkah aneh sebelum gempa sudah ada sejak zaman kuno. Dalam beberapa peristiwa besar, seperti gempa di Tangshan tahun 1976, laporan menyebutkan banyak hewan ternak dan liar menunjukkan perilaku tidak biasa sebelum gempa terjadi.
Begitu juga dengan peristiwa Gempa yang berakibat Tsunami Aceh pada 2004.
Namun, apakah itu bukti ilmiah?
Benar, hewan Lebih Sensitif terhadap Getaran.
Gempa bumi diawali oleh gelombang kecil bernama gelombang P (primary waves). Gelombang ini bergerak lebih cepat dan sering kali tidak terasa oleh manusia.
Menurut peneliti dari Max Planck Institute of Animal Behavior, beberapa hewan kemungkinan mampu mendeteksi gelombang awal ini melalui reseptor mekanik yang lebih sensitif dibanding manusia.
Artinya, mereka mungkin merasakan "sesuatu" beberapa detik ,atau beberapa menit lebih dulu.
Frekuensi Rendah dan Infrasound
Gempa juga menghasilkan suara frekuensi sangat rendah (infrasound) yang tidak terdengar oleh manusia.
Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa banyak hewan — termasuk anjing dan gajah — memiliki rentang pendengaran lebih luas dan bisa menangkap sinyal ini.
Adanya Perubahan Medan Listrik dan Kimia.
Beberapa hipotesis menyebutkan bahwa sebelum gempa besar, terjadi perubahan kecil pada medan elektromagnetik dan komposisi kimia air tanah.
Ilmuwan dari University of Konstanz dalam studi observasi hewan ternak menemukan pola peningkatan aktivitas beberapa jam sebelum gempa, yang diduga berkaitan dengan perubahan lingkungan mikro.
Namun, mereka menegaskan bahwa data ini belum cukup untuk menjadikannya sistem prediksi resmi.
Jadi, Apakah Hewan Benar-Benar Bisa Memprediksi Gempa?
Jawaban ilmiahnya:
Hewan mungkin dapat mendeteksi sinyal fisik awal gempa lebih cepat daripada manusia, tetapi itu bukan "prediksi" dalam arti mengetahui kapan dan seberapa besar gempa akan terjadi.
Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang konsisten dan terkontrol yang membuktikan hewan bisa menjadi sistem peringatan dini yang akurat.
Namun, fenomena Ini tetap penting diteliti,
Karena jika pola perilaku hewan bisa dipahami secara konsisten, penelitian ini dapat membantu pengembangan sistem sensor gempa yang lebih sensitif di masa depan.
Sains masih berjalan dan alam selalu punya misterinya sendiri.
Next News

Kenapa Lidah Sering Kelu Saat Grogi? Simak Solusinya
in 6 hours

Alasan Mengapa Musik Bisa Menenangkan Jiwa yang Lelah
in 6 hours

Duel Anggur Merah Lawan Hijau: Mana yang Paling Banyak Gizi?
in 6 hours

Perlunya Peregangan saat Bangun Tidur
in 6 hours

Mengenal Sisi Lain Ikan Tuna yang Ternyata Melampaui Imajinasi Kita
in 6 hours

Bukan Lebay, Ini Alasan Medis Pria Terlihat Payah Saat Flu
in 6 hours

Kenapa Duduk Lama Itu Berbahaya?
in 6 hours

Asam Urat dan Gangguan Ginjal: Apa Hubungannya?
13 hours ago

Indonesia Nomor 1 di Asia Tenggara ; Masyarakatnya Bermain Ponsel Dengan Waktu Terbanyak!
13 hours ago

Benarkah Berendam Air Garam Punya Manfaat untuk Tubuh?
13 hours ago





