Jumat, 6 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apa Penyebab Kulit Mengelupas di Area Telapak Kaki? Kenali 7 Faktor yang Perlu Diwaspadai

Tata - Thursday, 05 November 2026 | 12:43 PM

Background
Apa Penyebab Kulit Mengelupas di Area Telapak Kaki? Kenali 7 Faktor yang Perlu Diwaspadai

Kulit telapak kaki yang mengelupas merupakan masalah yang cukup umum terjadi. Kondisi ini dapat terlihat dari lapisan kulit yang mengering, bersisik, terkelupas dalam bentuk serpihan kecil, bahkan terkadang disertai pecah-pecah.

Pada sebagian orang, pengelupasan kulit tidak menimbulkan keluhan berarti. Namun, ada juga yang merasakan gatal, perih, kemerahan, atau rasa tidak nyaman ketika berjalan.

Perlu diketahui bahwa kulit telapak kaki dapat mengelupas karena berbagai penyebab, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. Berikut beberapa faktor yang perlu diketahui.

1. Kulit Telapak Kaki Terlalu Kering

Salah satu penyebab paling umum adalah kondisi kulit yang kehilangan kelembapan. Kulit telapak kaki dapat menjadi kering ketika lapisan pelindung alaminya mengalami gangguan.



Kondisi tersebut membuat kulit terasa kasar, bersisik, dan mudah terkelupas. Penggunaan sabun yang terlalu keras, mandi dengan air panas, serta kurangnya perawatan pelembap dapat memperburuk kekeringan.

Untuk mengatasinya, gunakan pelembap khusus kaki secara rutin, terutama setelah mandi. Produk yang mengandung urea atau bahan pelembap lainnya dapat membantu memperbaiki kondisi kulit kering.

2. Infeksi Jamur pada Kaki

Kulit telapak kaki yang mengelupas juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur atau dikenal sebagai athlete's foot (tinea pedis).

Infeksi ini sering berkembang pada lingkungan yang lembap, terutama ketika kaki sering berkeringat atau berada dalam sepatu tertutup terlalu lama.



Gejalanya dapat berupa kulit bersisik, gatal, kemerahan, pecah-pecah, dan pengelupasan di antara jari kaki maupun telapak kaki.

Penanganannya biasanya menggunakan obat antijamur sesuai anjuran tenaga medis atau petunjuk penggunaan obat. Menjaga kaki tetap bersih dan kering juga membantu mengurangi risiko infeksi berulang.

3. Keringat Berlebihan pada Telapak Kaki

Produksi keringat yang berlebihan dapat membuat kondisi kaki terus-menerus lembap. Lingkungan yang lembap tersebut dapat memicu iritasi dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.

Pada beberapa orang, keringat berlebihan juga berkaitan dengan kondisi yang disebut keratolisis eksfoliatif, yaitu gangguan kulit yang menyebabkan lapisan terluar kulit mengelupas secara berulang.



Pengelupasan biasanya terlihat seperti lingkaran kecil atau lembaran tipis pada telapak kaki dan terkadang tidak disertai rasa gatal.

Menggunakan kaus kaki yang menyerap keringat dan mengganti alas kaki secara berkala dapat membantu menjaga kaki tetap kering.

4. Iritasi Akibat Produk Perawatan atau Bahan Tertentu

Penggunaan sabun, deterjen, pewangi, atau produk perawatan kaki tertentu terkadang dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Reaksi tersebut dapat terjadi ketika kulit bersentuhan dengan bahan yang tidak cocok atau menimbulkan alergi.



Gejalanya bisa berupa kemerahan, gatal, kulit kering, perih, hingga pengelupasan. Pada kondisi tertentu, keluhan juga dapat muncul akibat bahan sepatu atau kaus kaki.

Jika mencurigai suatu produk sebagai penyebabnya, hentikan penggunaannya sementara dan pilih produk yang lebih lembut serta sesuai dengan kondisi kulit.

5. Gesekan Berulang dengan Sepatu atau Alas Kaki

Sepatu yang terlalu sempit atau memiliki permukaan kasar dapat menyebabkan gesekan berulang pada kulit kaki.

Gesekan tersebut bisa merusak lapisan pelindung kulit dan menimbulkan iritasi. Akibatnya, kulit dapat mengalami penebalan, lepuhan, hingga pengelupasan.



Kondisi ini sering terjadi pada orang yang banyak berjalan, berolahraga, atau menggunakan sepatu yang ukurannya kurang sesuai.

Memilih sepatu yang nyaman dan menggunakan kaus kaki dengan bahan yang menyerap keringat dapat membantu mengurangi gesekan.

6. Eksim atau Gangguan Peradangan Kulit

Eksim merupakan salah satu kondisi peradangan kulit yang dapat menyebabkan telapak kaki mengalami kekeringan, gatal, kemerahan, dan pengelupasan.

Salah satu jenisnya adalah eksim dishidrotik yang dapat menimbulkan gelembung-gelembung kecil berisi cairan pada telapak kaki atau telapak tangan.



Ketika gelembung tersebut mengering, kulit dapat mengelupas dan terasa tidak nyaman.

Penanganannya bergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Dokter dapat memberikan obat oles tertentu untuk mengurangi peradangan serta membantu memperbaiki kondisi kulit.

7. Psoriasis pada Telapak Kaki

Psoriasis merupakan penyakit peradangan kulit kronis yang berkaitan dengan aktivitas sistem kekebalan tubuh.

Pada sebagian penderita, psoriasis dapat muncul di telapak kaki dan menyebabkan kulit menebal, kering, bersisik, serta mudah pecah-pecah.



Kondisi ini dikenal sebagai psoriasis palmoplantar. Keluhannya terkadang menimbulkan rasa sakit ketika berjalan, terutama jika terdapat retakan pada kulit.

Psoriasis bukan penyakit menular dan membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing penderita.

Cara Merawat Kulit Telapak Kaki agar Tidak Mudah Mengelupas

Selain mengetahui penyebabnya, menjaga kesehatan kulit kaki juga penting untuk mengurangi risiko pengelupasan berulang.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:



  • Membersihkan kaki secara rutin menggunakan sabun yang lembut.
  • Mengeringkan kaki dengan baik, terutama di sela-sela jari.
  • Menggunakan pelembap khusus kaki setelah mandi.
  • Memilih sepatu dengan ukuran yang nyaman.
  • Mengganti kaus kaki ketika sudah lembap atau basah.
  • Menghindari kebiasaan mengelupas kulit secara paksa.
  • Tidak berbagi handuk, kaus kaki, atau alas kaki dengan orang lain jika terdapat dugaan infeksi jamur.

Jika pengelupasan berlangsung lama, semakin parah, terasa nyeri, bernanah, atau disertai kemerahan yang meluas, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Penderita diabetes juga perlu lebih berhati-hati terhadap luka atau perubahan kulit pada kaki.

Kesimpulan

Kulit telapak kaki yang mengelupas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kulit kering, infeksi jamur, keringat berlebihan, iritasi, gesekan alas kaki, eksim, hingga psoriasis.

Setiap penyebab memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan gejala yang menyertai pengelupasan agar penanganannya tidak keliru.

Menjaga kebersihan kaki, menggunakan pelembap, serta memilih alas kaki yang nyaman merupakan langkah sederhana untuk membantu mempertahankan kesehatan kulit telapak kaki. Jika keluhan tidak membaik atau semakin mengganggu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.