Apa Hubungan Kulit Kepala Berminyak dengan Munculnya Ketombe? Ini Penjelasannya
Tata - Friday, 06 November 2026 | 06:30 PM


Ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya serpihan kulit berwarna putih atau kekuningan yang dapat terlihat pada rambut maupun pakaian. Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan masalah tersebut adalah produksi minyak berlebih pada kulit kepala.
Kulit kepala secara alami menghasilkan minyak yang disebut sebum. Minyak ini berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi permukaan kulit agar tidak mudah kering. Namun, ketika produksinya berlebihan, kondisi kulit kepala dapat menjadi lebih berminyak dan memengaruhi keseimbangan mikroorganisme yang hidup secara alami di sana.
Salah satu mikroorganisme yang memiliki hubungan dengan ketombe adalah jamur Malassezia. Jamur ini secara alami terdapat pada kulit manusia dan memanfaatkan komponen lemak dalam sebum untuk bertahan hidup. Pada sebagian orang, respons kulit terhadap jamur tersebut dapat memicu peradangan ringan dan mempercepat pergantian sel kulit.
Akibatnya, sel-sel kulit mati dapat terlepas dalam jumlah lebih banyak dan berkumpul menjadi serpihan yang terlihat sebagai ketombe. Kondisi ini juga dapat disertai rasa gatal, kemerahan, serta kulit kepala yang terasa tidak nyaman.
Selain produksi minyak berlebih, munculnya ketombe juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. Misalnya, perubahan hormon, faktor genetik, kondisi kulit tertentu seperti dermatitis seboroik, serta sensitivitas kulit terhadap produk perawatan rambut.
Untuk membantu mengurangi ketombe, menjaga kebersihan kulit kepala merupakan langkah yang penting. Keramas secara teratur menggunakan sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala dapat membantu mengangkat minyak berlebih dan serpihan kulit mati. Jika ketombe cukup banyak, penggunaan sampo antiketombe dengan bahan aktif seperti ketokonazol, selenium sulfida, atau zinc pyrithione dapat menjadi pilihan sesuai petunjuk pemakaian.
Apabila ketombe tidak membaik, semakin parah, atau disertai kemerahan dan rasa gatal yang berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan demikian, kulit kepala berminyak memang memiliki hubungan dengan munculnya ketombe, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Keseimbangan minyak, aktivitas jamur alami, dan respons kulit turut menentukan munculnya masalah tersebut.
Next News

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 7 November 2026: Mayoritas Diguyur Hujan, 1 Wilayah Berawan
in 6 hours

Risiko Mengonsumsi Makanan Instan Terlalu Sering
in 6 hours

Kenali Gejala Awal Anemia yang Sering Dianggap Sekadar Kelelahan
in 6 hours

Manfaat Vitamin C untuk Kulit dan Sistem Kekebalan Tubuh
in 6 hours

Vitamin D dan Kalsium, Mana yang Lebih Penting untuk Kesehatan Tulang?
in 6 hours

Kekurangan Vitamin B12 Bisa Membuat Tubuh Mudah Lelah, Benarkah?
in 6 hours

Mengapa Lebah Bisa Mengenali Bunga dan Menghasilkan Madu?
in 6 hours

Mengapa Alpukat Disebut sebagai Buah yang Kaya Lemak Sehat?
in 6 hours

Keunikan Buah Sawo yang Memiliki Rasa Manis dan Tekstur Lembut
in 6 hours

Semangka dan Melon, Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Hidrasi?
in 6 hours





