Mengapa Suara Petir Terdengar Menggelegar?
Laila - Wednesday, 04 November 2026 | 08:53 AM


Mengapa Suara Petir Terdengar Menggelegar? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Petir merupakan salah satu fenomena alam yang sering terjadi saat hujan disertai awan tebal. Selain menghasilkan cahaya terang yang menyambar di langit, petir juga menimbulkan suara keras yang dikenal sebagai guntur. Suara tersebut terkadang terdengar seperti ledakan, bahkan bergemuruh panjang hingga beberapa detik.
Banyak orang mungkin bertanya-tanya mengapa petir bisa menghasilkan suara yang begitu keras. Padahal, petir pada dasarnya merupakan pelepasan energi listrik dalam jumlah besar yang terjadi di atmosfer.
Untuk memahami penyebabnya, penting mengetahui bagaimana proses terbentuknya petir dan hubungan antara sambaran listrik dengan gelombang suara.
1. Udara Mengalami Pemanasan Sangat Cepat
Salah satu penyebab utama suara petir terdengar menggelegar adalah pemanasan udara secara mendadak.
Ketika petir menyambar, energi listrik yang sangat besar mengalir melalui udara. Proses tersebut membuat suhu udara di sekitar jalur sambaran meningkat secara ekstrem dalam waktu yang sangat singkat.
Udara yang mengalami pemanasan mendadak kemudian mengembang dengan cepat. Perubahan ini menimbulkan gelombang tekanan yang bergerak ke berbagai arah dan menghasilkan suara yang kita kenal sebagai guntur.
2. Terjadi Gelombang Kejut di Udara
Pemanasan udara akibat sambaran petir dapat berlangsung sangat cepat sehingga udara di sekitarnya mengalami perubahan tekanan secara tiba-tiba.
Perubahan tersebut menghasilkan gelombang kejut atau shock wave. Gelombang ini kemudian menyebar dan berubah menjadi gelombang suara ketika bergerak menjauhi jalur sambaran petir.
Inilah alasan suara petir terkadang terdengar seperti ledakan keras. Semakin dekat seseorang dengan lokasi sambaran, semakin kuat suara yang mungkin terdengar.
3. Suara Petir Bisa Terdengar Panjang dan Bergemuruh
Tidak semua suara petir terdengar seperti ledakan singkat. Ada kalanya suara tersebut terdengar bergemuruh panjang, seolah-olah bergulir dari satu sisi langit ke sisi lainnya.
Hal ini terjadi karena jalur petir dapat memanjang dan bercabang. Suara yang dihasilkan dari berbagai bagian jalur sambaran tidak selalu sampai ke telinga secara bersamaan.
Selain itu, pantulan suara dari awan, permukaan tanah, bangunan, dan kondisi lingkungan sekitar dapat membuat guntur terdengar lebih panjang.
4. Jarak Memengaruhi Keras atau Lemahnya Suara Petir
Jarak antara lokasi sambaran petir dan pendengar turut menentukan seberapa keras suara guntur terdengar.
Jika petir menyambar di dekat suatu wilayah, suara yang dihasilkan biasanya terdengar sangat keras dan terkadang disertai getaran yang terasa mengagetkan.
Sebaliknya, apabila sambaran terjadi cukup jauh, suara petir akan terdengar lebih pelan dan biasanya berupa gemuruh panjang.
Suara dan cahaya petir juga memiliki perbedaan waktu kedatangan karena cahaya bergerak jauh lebih cepat daripada suara. Oleh sebab itu, kilatan petir biasanya terlihat terlebih dahulu sebelum suara guntur terdengar.
5. Mengapa Kilatan Petir dan Suaranya Tidak Muncul Bersamaan?
Ketika melihat kilatan petir, seseorang mungkin baru mendengar suara guntur beberapa detik kemudian. Perbedaan waktu ini disebabkan oleh perbedaan kecepatan rambat cahaya dan suara.
Cahaya bergerak dengan kecepatan sekitar 300.000 kilometer per detik, sedangkan suara di udara pada suhu normal bergerak sekitar 343 meter per detik.
Karena itulah, kilatan petir dapat terlihat hampir seketika, sementara suara guntur membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai telinga manusia.
Untuk memperkirakan jarak sambaran petir, seseorang dapat menghitung selang waktu antara kilatan dan suara guntur. Setiap selang waktu sekitar tiga detik menunjukkan jarak kurang lebih satu kilometer.
Cara Aman Menghadapi Petir Saat Hujan
Suara petir yang menggelegar bukan sekadar fenomena alam yang menarik untuk dipelajari. Petir juga memiliki risiko bahaya karena dapat menyambar manusia, bangunan, maupun benda-benda di sekitarnya.
Ketika mendengar suara guntur, sebaiknya segera mencari perlindungan di dalam bangunan tertutup yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon, berada di lapangan terbuka, atau mendekati tiang dan benda logam.
Selain itu, hindari menggunakan peralatan elektronik yang terhubung langsung dengan kabel listrik ketika terjadi badai petir. Jika berada di luar ruangan, segera masuk ke tempat perlindungan yang aman.
Memahami proses terbentuknya suara petir dapat membantu kita mengenali fenomena alam ini sekaligus meningkatkan kewaspadaan saat cuaca buruk.
Kesimpulan
Suara petir terdengar menggelegar karena udara di sekitar jalur sambaran mengalami pemanasan dan pemuaian secara sangat cepat. Perubahan tekanan yang terjadi menghasilkan gelombang kejut yang kemudian merambat sebagai suara guntur.
Panjang jalur sambaran, jarak pendengar, serta kondisi lingkungan turut memengaruhi karakter suara yang terdengar. Meskipun merupakan fenomena alam yang menarik, petir tetap perlu diwaspadai karena memiliki risiko keselamatan.
Next News

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Rabu 4 November 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 1 Wilayah Petir
in 2 hours

Dampak Terlalu Banyak Pilihan terhadap Kemampuan Mengambil Keputusan
in 2 hours

Cara Kerja Mikrofon dalam Mengubah Suara Menjadi Sinyal
in 2 hours

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Uang Tunai dan Pembayaran Digital
in 2 hours

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Sepeda Listrik untuk Aktivitas Harian
in 2 hours

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Kota dan Desa
in 2 hours

Kelebihan dan Kekurangan Belanja Online Dibandingkan Belanja Langsung
in 2 hours

Alasan Gajah Memiliki Ingatan yang Sangat Kuat
in 2 hours

Alasan Suara Keras Bisa Membahayakan Pendengaran
in 2 hours

Mengenal Penyakit Asam Urat dan Makanan yang Perlu Diperhatikan
10 hours ago





