Minggu, 1 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Amankah Data Pribadi Kita? Pelajari Keamanan Digital Untuk Keselamatan Keluarga.

Liaa - Sunday, 01 March 2026 | 10:21 AM

Background
Amankah Data Pribadi Kita? Pelajari Keamanan Digital Untuk Keselamatan Keluarga.

Setiap kali kita mengunduh aplikasi, membuat akun, atau sekadar menyetujui "terms and conditions", kita sebenarnya sedang membagikan data.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, data pribadi mencakup informasi seperti nama, alamat, nomor telepon, NIK, lokasi, hingga kebiasaan digital.

Apa Itu Jejak Digital?

Jejak digital adalah rekaman aktivitas kita di internet. Ini bisa berupa:

•Riwayat pencarian



•Lokasi GPS

•Data transaksi

•Preferensi belanja

•Interaksi media sosial

Banyak perusahaan menggunakan teknologi pelacakan seperti cookies dan device fingerprinting untuk memahami perilaku pengguna.



Siapa yang Mengumpulkan Data Kita?

1️⃣ Platform Media Sosial & E-commerce

Digunakan untuk personalisasi iklan dan rekomendasi.

2️⃣ Data Broker

Perusahaan yang membeli dan menjual data konsumen dalam jumlah besar,dan industri data broker global bernilai hingga miliaran dolar.



3️⃣ Aplikasi Gratis

Seringkali "gratis" karena dibayar lewat data pengguna.

Apakah Data Kita Aman?

Indonesia telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang mulai berlaku pada 2022. Regulasi ini memberi hak kepada masyarakat untuk:

••Mengetahui tujuan penggunaan data



••Meminta penghapusan data

••Mengajukan keberatan atas pemrosesan data

Namun kebocoran data tetap terjadi di berbagai negara.

Menurut IBM Security, rata-rata biaya kebocoran data global terus meningkat setiap tahun, menunjukkan bahwa keamanan siber masih menjadi tantangan besar.

Kenapa Ini Penting untuk Keluarga?



Anak-anak kini memiliki jejak digital bahkan sebelum bisa membaca. Foto, akun game, hingga data sekolah online menjadi bagian dari identitas digital mereka.

Tanpa literasi digital, risiko seperti:

•Phishing,

•Penipuan online,

•Pencurian identitas, dan



•Penyalahgunaan data anak

menjadi semakin nyata dan semakin mengerikan.

Cara Melindungi Data Pribadi

✔ Gunakan password unik dan autentikasi dua faktor

✔ Batasi izin aplikasi (lokasi, mikrofon, kamera)



✔ Jangan sembarang klik tautan

✔ Rutin cek pengaturan privasi media sosial

✔ Edukasi anak tentang keamanan digital

Teknologi memang memudahkan hidup, tetapi kesadaran digital adalah perlindungan utama.