Minggu, 14 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

5 Tips Parenting agar Anak Terhindar dari Bullying di Sekolah

Liaa - Sunday, 10 May 2026 | 12:09 PM

Background
5 Tips Parenting agar Anak Terhindar dari Bullying di Sekolah

Kasus perundungan atau bullying saat ini masih menjadi isu yang tengah diberantas oleh banyak pihak. Pasalnya, sepanjang tahun 2023 terdapat 30 kasus kekerasan anak di sekolah.

Seperti dilaporkan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), angka tersebut meningkat di mana pada tahun 2022 ada 21 kasus. Data tersebut belum mencakup sepenuhnya, mengingat kemungkinan masih ada kasus yang tidak dilaporkan.

Menurut Amurwani Dwi Lestariningsih, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kementerian PPPA, tindak pencegahan kekerasan bisa dimulai dari lingkungan terdekat anak yakni orang tua.

Tips Parenting agar Anak Terhindar dari Bullying

1. Pilih Pola Asuh yang Cerdas

Menurut Amurwani, hal yang harus dipahami oleh para orang tua adalah mereka wajib siap memberikan pola asuh sebaik mungkin bagi anak. Setiap orang tua memiliki pola asuh berbeda, tetapi intinya sama untuk membuat anak aman dan nyaman.



Ia mengingatkan untuk tidak melampiaskan emosi anak ke hal lain misalnya gadget. Setiap kali anak tantrum, orang tua harusnya dapat memikirkan cara terbaik untuk menghentikannya.

2. Berkomunikasi dengan Guru

Dikarenakan bullying besar kemungkinan terjadi di sekolah, Amurwani menyarankan kepada orang tua untuk melakukan komunikasi dengan guru. Hal ini penting, apalagi jika anak menunjukkan gelagat yang tak biasa.

3. Memberi Rasa Percaya

Kemudian, dalam webinar yang sama hadir pula Fasilitator Ibu Penggerak Sidina Community, Adhya Larasati. Ia menambahkan pola parenting lain yang harus dilakukan adalah memberikan rasa percaya kepada anak.



4. Mengenalkan Dampak Buruk Kekerasan

Tips selanjutnya adalah orang tua bisa mengedukasi soal dampak buruk dari kekerasan. Gunanya agar bisa terbuka juga jika menemui kasus bullying.

Dengan demikian, mereka bisa lebih terbuka kepada orang tua dalam mengungkapkan perasaannya. Hal ini juga diperlukan agar anak berani berbicara jika dirinya menjadi korban.

5. Jadi Orang Tua yang Menyenangkan

Kenyamanan anak juga bisa berasal dari tingkah orang tua. Agar anak lebih dekat dan terbuka, sebisa mungkin orang tua harus bisa jadi sosok yang menyenangkan bagi anaknya.