Kamis, 5 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

10 Buah Tradisional Indonesia yang Mulai Langka, Pernah Coba Salah Satunya?

Liaa - Thursday, 05 March 2026 | 02:57 PM

Background
10 Buah Tradisional Indonesia yang Mulai Langka, Pernah Coba Salah Satunya?

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam yang luar biasa. Iklim tropis serta tanah yang subur membuat berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik, termasuk aneka buah-buahan. Tidak hanya buah yang populer seperti pisang, mangga, atau rambutan, Indonesia juga memiliki banyak buah unik yang jarang dikenal oleh masyarakat luas.

Sayangnya, sebagian buah tradisional tersebut kini semakin sulit ditemukan. Perubahan pola konsumsi, berkurangnya lahan, hingga kurangnya budidaya membuat beberapa jenis buah lokal mulai langka. Padahal, banyak di antaranya memiliki rasa khas dan nilai budaya yang tinggi.

Berikut beberapa buah unik di Indonesia yang tergolong langka dan mulai jarang ditemui.

1. Buah Matoa

Matoa merupakan buah khas dari wilayah Papua yang memiliki rasa manis dan tekstur lembut. Sekilas bentuknya mirip dengan kelengkeng, namun ukurannya lebih besar. Daging buahnya memiliki rasa perpaduan antara kelengkeng dan rambutan.

Meski cukup populer di wilayah timur Indonesia, matoa masih tergolong jarang ditemukan di daerah lain.



2. Buah Kepel

Kepel merupakan buah langka yang dahulu banyak ditemukan di Jawa, terutama di lingkungan keraton. Buah ini bahkan memiliki nilai historis karena dipercaya sebagai buah favorit para putri kerajaan.

Rasanya manis dengan aroma khas yang lembut. Namun saat ini pohon kepel sudah sangat jarang ditemukan karena tidak banyak dibudidayakan.

3. Buah Lahung

Lahung merupakan buah hutan yang banyak ditemukan di Kalimantan. Sekilas bentuknya mirip durian kecil dengan kulit yang lebih gelap.

Aromanya kuat dan rasanya cukup khas. Buah ini jarang dijual di pasar karena biasanya hanya ditemukan di hutan atau wilayah pedalaman.

4. Buah Menteng

Menteng sering disebut juga sebagai "kecapi hutan". Buah ini memiliki kulit tipis dengan warna kekuningan ketika matang.



Rasanya cenderung asam manis dan segar. Dahulu menteng cukup mudah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, tetapi kini keberadaannya semakin berkurang.

5. Buah Bisbul

Bisbul sering dijuluki sebagai "velvet apple" karena kulit buahnya yang terasa halus seperti beludru. Buah ini memiliki warna merah kecokelatan dan tekstur daging yang lembut.

Rasanya manis dengan sedikit rasa sepat. Pohon bisbul kini jarang ditemukan karena kalah populer dibanding buah impor.

6. Buah Gandaria

Gandaria cukup dikenal di beberapa daerah, terutama di Sumatera dan Jawa. Buah ini biasanya dimakan saat masih muda sebagai rujak.

Ketika matang, gandaria memiliki rasa manis asam yang segar. Meski masih ada, pohon gandaria tidak sebanyak dulu sehingga mulai jarang ditemui.



7. Buah Rambai

Rambai memiliki bentuk kecil dengan warna kuning pucat ketika matang. Buah ini tumbuh bergerombol di batang pohon.

Rasanya asam manis dan sering dimanfaatkan sebagai campuran sambal atau masakan tradisional di beberapa daerah.

8. Buah Namnam

Namnam merupakan buah yang memiliki bentuk unik seperti kacang besar. Rasanya cenderung asam sehingga sering digunakan untuk campuran rujak atau sambal.

Pohon namnam biasanya tumbuh di pekarangan rumah, namun kini semakin jarang terlihat.

9. Buah Cempedak Air

Cempedak air masih satu keluarga dengan nangka dan cempedak. Buah ini memiliki aroma harum dengan tekstur yang lebih lembut.



Di beberapa daerah Kalimantan, buah ini cukup dikenal, tetapi di daerah lain tergolong langka.

10. Buah Jamblang

Jamblang atau yang juga dikenal sebagai duwet memiliki warna ungu kehitaman. Buah ini memiliki rasa manis dengan sedikit sepat di lidah.

Dahulu jamblang sering ditemukan di pinggir jalan atau halaman rumah. Namun kini pohonnya semakin jarang terlihat karena kalah populer dengan buah modern.

Menjaga Kekayaan Buah Lokal

Keberadaan buah-buahan langka ini menjadi bagian penting dari kekayaan hayati Indonesia. Sayangnya, banyak generasi muda yang bahkan belum pernah melihat atau mencicipinya.

Melestarikan buah lokal dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti menanamnya kembali di pekarangan atau mendukung petani yang masih membudidayakan tanaman tersebut. Dengan begitu, keberagaman buah khas Indonesia dapat terus terjaga dan tidak hilang ditelan waktu.