World Bipolar Day Apa itu Bipolar?
RAU - Monday, 30 March 2026 | 07:17 AM


*Hari Bipolar Sedunia (World Bipolar Day) , 30 Maret*
Tanggal 30 Maret dipilih karena bertepatan dengan *hari lahir Vincent van Gogh,* pelukis terkenal asal Belanda yang oleh sejumlah peneliti diduga memiliki gejala gangguan bipolar.
Peringatan ini diinisiasi oleh beberapa organisasi kesehatan mental internasional, antara lain:
International Society for Bipolar Disorders (ISBD),
International Bipolar Foundation (IBPF), dan
Asian Network of Bipolar Disorder (ANBD).
*Tujuan utama memperingati Hari Bipolar*
•meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bipolar
•mengurangi stigma terhadap penderita gangguan mental
•mendorong orang untuk mencari bantuan medis jika mengalami gejala
Menurut World Health Organization (WHO), jutaan orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan bipolar dan sering kali menghadapi stigma sosial yang kuat.
*Apa Itu Gangguan Bipolar?*
Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem.
*Penderita bipolar biasanya mengalami dua fase utama*:
*1.Fase Mania*
Pada fase ini seseorang bisa merasa sangat berenergi dan euforia.
Gejala yang umum terjadi:
•energi meningkat drastis
•berbicara sangat cepat
•tidur sangat sedikit
•rasa percaya diri berlebihan
•mengambil keputusan impulsif.
Dalam beberapa kasus, penderita dapat melakukan tindakan berisiko seperti pengeluaran berlebihan atau keputusan yang tidak rasional.
*2.Fase Depresi*
Fase depresi merupakan kebalikan dari mania.
Gejala yang sering muncul antara lain:
•perasaan sedih yang mendalam
•kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai
•kelelahan ekstrem
•gangguan tidur
•sulit berkonsentrasi
•perasaan putus asa
Fase depresi dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
*Penyebab Gangguan Bipolar*
Para ilmuwan belum menemukan satu penyebab pasti gangguan bipolar. Namun beberapa faktor diduga berperan penting, antara lain :
*1.Faktor Genetik*
Orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan bipolar memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
*2.Ketidakseimbangan Kimia Otak*
Perubahan pada zat kimia otak seperti dopamin, serotonin, dan norepinefrin dapat memengaruhi pengaturan emosi.
*3.Faktor Lingkungan*
Peristiwa hidup yang penuh stres, trauma, atau tekanan psikologis dapat memicu munculnya gejala bipolar pada orang yang rentan.
Psikiater dari Harvard Medical School Dr. John Torous menjelaskan bahwa bipolar adalah kondisi medis yang kompleks.
"Gangguan bipolar bukan sekadar perubahan suasana hati biasa, melainkan kondisi medis yang membutuhkan penanganan profesional."
*Gejala Bipolar yang Perlu Dikenali*
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
•Gejala mania
-energi berlebihan
-berbicara cepat
-merasa sangat optimis atau euforia
-tidur sangat sedikit
•Gejala depresi
-kesedihan berkepanjangan
-kehilangan motivasi
-perubahan pola makan
-kesulitan berkonsentrasi
Jika gejala tersebut muncul berulang dan mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
*Apakah Bipolar Bisa Dicegah?*
Karena bipolar berkaitan dengan faktor biologis dan genetik, kondisi ini tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya.
Namun beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya gejala, seperti:
-menjaga pola tidur yang teratur
-mengelola stres dengan baik
-menjalani gaya hidup sehat
-menghindari alkohol dan narkoba
-mendapatkan dukungan keluarga dan lingkungan
*Pengobatan Gangguan Bipolar*
Walaupun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, gangguan bipolar dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat.
Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan antara lain:
•Obat-obatan
Dokter biasanya meresepkan:
-mood stabilizer
-obat antidepresan
-obat antipsikotik
•Psikoterapi
Terapi psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) membantu pasien memahami pola pikir dan emosi mereka.
•Dukungan Sosial
Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas sangat penting dalam membantu penderita menjalani kehidupan yang stabil.
Kombinasi terapi medis dan psikologis dapat membantu penderita bipolar menjalani kehidupan yang produktif.
World Bipolar Day mengingatkan masyarakat dunia tentang pentingnya memahami gangguan bipolar dan kesehatan mental secara umum.
Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat membantu mengurangi stigma terhadap penderita gangguan mental dan mendorong mereka untuk mendapatkan dukungan serta pengobatan yang dibutuhkan.
Next News

Sering Kasih Saran Vitamin C Saat Teman Flu? Baca Dulu Faktanya!
in 6 hours

Bukan Sekadar Nutrisi, Waspada Kandungan Pestisida pada Buah
in 5 hours

Madu, Si Cairan Emas: Manfaatnya Banyak, Tapi Jangan Asal Konsumsi!
in 5 hours

Si Cantik Berduri: Pesona Estetik Pohon Buah Naga yang Mekar di Tengah Malam
in 5 hours

Siapa Baru Tahu? Ini Cara Mengurangi Rasa Asin pada Ikan Asin agar Lebih Ramah untuk Tekanan Darah
in 5 hours

Dokter Ungkap 7 Kebiasaan yang Harus Dihindari Setelah Jam 7 Malam agar Tidur Lebih Berkualitas
in 5 hours

Dilema Popok Sekali Pakai: Penyelamat Kewarasan Orang Tua atau Ancaman bagi Lingkungan?
in 5 hours

Angel Falls, Air Terjun Tertinggi di Dunia
7 hours ago

Tradisi Ulang Tahun yang Unik dari Berbagai Negara
7 hours ago

30 Maret: International Day of Zero Waste, Upaya Dunia Mengurangi Sampah
7 hours ago





