Tren Fashion 2026: Kembalinya Gaya Glamor, Vintage, hingga Nuansa Futuristik
Nanda - Thursday, 12 March 2026 | 10:50 AM


Dunia mode diprediksi mengalami perubahan besar pada tahun 2026. Laporan Pinterest Predicts 2026 yang dikutip oleh Glamour UK menyebutkan bahwa tren fashion kini bergerak 4,4 kali lebih cepat dibandingkan tujuh tahun lalu.
Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari algoritma media sosial, kondisi ekonomi global, hingga kejenuhan publik terhadap gaya yang monoton.
Para pengamat mode menilai bahwa fashion 2026 tidak lagi hanya mengikuti satu estetika utama. Sebaliknya, banyak orang mulai membangun identitas berpakaian dengan menggabungkan berbagai referensi gaya, baik dari masa lalu maupun tren modern.
Tren Fashion yang Diprediksi Mendominasi 2026
1. Kembalinya gaya glamor dengan sentuhan futuristik
Tren seperti glamoratti dan opera aesthetic menandai kembalinya gaya glamor dalam dunia fashion. Ciri khasnya terlihat dari siluet tegas, bahu lebar, penggunaan bahan mewah, serta aksesori yang mencolok.
Tren ini muncul sebagai reaksi terhadap gaya quiet luxury yang sebelumnya populer namun dianggap terlalu minimalis dan kurang ekspresif.
Selain itu, sentuhan futuristik juga mulai muncul melalui konsep extra celestial, yang menghadirkan nuansa kosmik, material holografik, serta siluet eksperimental. Gaya ini memberikan kesan futuristik sekaligus menjadi bentuk pelarian dari realitas sehari-hari.
2. Poetcore dan romantisasi gaya intelektual
Baik Glamour UK maupun Elle mencatat poetcore sebagai salah satu tren fashion terkuat di tahun 2026.
Gaya ini identik dengan blazer vintage, turtleneck longgar, dasi klasik, bros, serta tas berukuran besar yang memberi kesan intelektual dan artistik.
Data dari Pinterest menunjukkan bahwa pencarian untuk istilah poet aesthetic meningkat hingga 175 persen. Hal ini mencerminkan ketertarikan generasi muda terhadap citra intelektual di tengah budaya digital yang serba cepat.
Jurnalis Elle, Ruby Feneley, menilai tren ini sebagai bentuk romantisasi literasi dan ketenangan di tengah dunia yang semakin bising.
Selain itu, tren brooched menandai kembalinya bros dan perhiasan vintage sebagai bagian penting dari gaya personal.
Menurut Elle, tahun 2026 juga menjadi titik pergeseran dari item arsip mahal yang mudah dilacak asal-usulnya menuju barang sederhana yang memiliki cerita dan makna pribadi.
Analis mode Audrey Long menyebut fenomena ini sebagai era "obscure over archival", yaitu ketika gaya tidak lagi ditentukan oleh harga atau popularitas, tetapi oleh karakter dan cerita di balik pakaian tersebut.
3. Cool blue dan kembalinya renda
Laporan Glamour UK juga mencatat bahwa cool blue menjadi salah satu warna utama yang diprediksi mendominasi fashion tahun 2026.
Warna ini muncul dalam berbagai elemen mode, mulai dari pakaian, aksesori, hingga riasan dengan nuansa frosted yang memberi kesan dingin dan elegan.
Selain itu, bahan renda juga kembali populer sebagai elemen yang memberikan sentuhan feminin sekaligus klasik dalam berbagai koleksi fashion terbaru.
Next News

Perang Iran Picu Gangguan Pasokan Minyak Terbesar dalam Sejarah, Harga Tembus 100 Dolar per Barel
2 days ago

Investigasi Awal Sebut Rudal AS Salah Sasaran hingga Hantam Sekolah di Iran
2 days ago

Fakta Terkini Perang Iran–AS: Korban Tewas Tembus 1.300, Selat Hormuz Kian Memanas
2 days ago

Rupiah Hari Ini, Dolar AS Terus Meroket Dekati 17 Ribu
3 days ago

Ketegangan Timur Tengah Memanas: Erdogan Protes Rudal Iran, Netanyahu Dirumorkan Berada di Jerman
3 days ago

Mengapa Budaya Ngopi di Berbagai Negara Selalu Menarik untuk Dibahas?
3 days ago

Mojtaba Khamenei Dilaporkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
10 days ago

Benarkah Ali Khamenei Meninggal? Simak Fakta di Balik Kabar Viral Ini
12 days ago

Prediksi Awal Ramadan 2026 di Sejumlah Negara, Beberapa Negara mulai pada 19 Februari.
a month ago

Norwegia Kokoh di Puncak Klasemen Medali Olimpiade Musim Dingin 2026, Italia dan AS Ikut Sengit
a month ago





