Sabtu, 14 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Internasional

Tren Fashion 2026: Kembalinya Gaya Glamor, Vintage, hingga Nuansa Futuristik

Nanda - Thursday, 12 March 2026 | 10:50 AM

Background
Tren Fashion 2026: Kembalinya Gaya Glamor, Vintage, hingga Nuansa Futuristik

Dunia mode diprediksi mengalami perubahan besar pada tahun 2026. Laporan Pinterest Predicts 2026 yang dikutip oleh Glamour UK menyebutkan bahwa tren fashion kini bergerak 4,4 kali lebih cepat dibandingkan tujuh tahun lalu.

Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari algoritma media sosial, kondisi ekonomi global, hingga kejenuhan publik terhadap gaya yang monoton.

Para pengamat mode menilai bahwa fashion 2026 tidak lagi hanya mengikuti satu estetika utama. Sebaliknya, banyak orang mulai membangun identitas berpakaian dengan menggabungkan berbagai referensi gaya, baik dari masa lalu maupun tren modern.

Tren Fashion yang Diprediksi Mendominasi 2026

1. Kembalinya gaya glamor dengan sentuhan futuristik

Tren seperti glamoratti dan opera aesthetic menandai kembalinya gaya glamor dalam dunia fashion. Ciri khasnya terlihat dari siluet tegas, bahu lebar, penggunaan bahan mewah, serta aksesori yang mencolok.

Tren ini muncul sebagai reaksi terhadap gaya quiet luxury yang sebelumnya populer namun dianggap terlalu minimalis dan kurang ekspresif.



Selain itu, sentuhan futuristik juga mulai muncul melalui konsep extra celestial, yang menghadirkan nuansa kosmik, material holografik, serta siluet eksperimental. Gaya ini memberikan kesan futuristik sekaligus menjadi bentuk pelarian dari realitas sehari-hari.

2. Poetcore dan romantisasi gaya intelektual

Baik Glamour UK maupun Elle mencatat poetcore sebagai salah satu tren fashion terkuat di tahun 2026.

Gaya ini identik dengan blazer vintage, turtleneck longgar, dasi klasik, bros, serta tas berukuran besar yang memberi kesan intelektual dan artistik.

Data dari Pinterest menunjukkan bahwa pencarian untuk istilah poet aesthetic meningkat hingga 175 persen. Hal ini mencerminkan ketertarikan generasi muda terhadap citra intelektual di tengah budaya digital yang serba cepat.

Jurnalis Elle, Ruby Feneley, menilai tren ini sebagai bentuk romantisasi literasi dan ketenangan di tengah dunia yang semakin bising.



Selain itu, tren brooched menandai kembalinya bros dan perhiasan vintage sebagai bagian penting dari gaya personal.

Menurut Elle, tahun 2026 juga menjadi titik pergeseran dari item arsip mahal yang mudah dilacak asal-usulnya menuju barang sederhana yang memiliki cerita dan makna pribadi.

Analis mode Audrey Long menyebut fenomena ini sebagai era "obscure over archival", yaitu ketika gaya tidak lagi ditentukan oleh harga atau popularitas, tetapi oleh karakter dan cerita di balik pakaian tersebut.

3. Cool blue dan kembalinya renda

Laporan Glamour UK juga mencatat bahwa cool blue menjadi salah satu warna utama yang diprediksi mendominasi fashion tahun 2026.

Warna ini muncul dalam berbagai elemen mode, mulai dari pakaian, aksesori, hingga riasan dengan nuansa frosted yang memberi kesan dingin dan elegan.



Selain itu, bahan renda juga kembali populer sebagai elemen yang memberikan sentuhan feminin sekaligus klasik dalam berbagai koleksi fashion terbaru.