Ternyata Ini Alasan Anda Sering Merasa Lelah
Laila - Wednesday, 24 June 2026 | 05:35 PM


Pernah Nggak Sih, Bangun Tidur Malah Merasa Capek? Ternyata Ini Alasannya
Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak gini: padahal semalam udah tidur delapan jam full, nggak begadang nonton drakor, nggak juga ngerjain deadline sampai subuh, tapi pas bangun pagi badan rasanya kayak habis digebukin massa? Atau pas lagi jam-jam krusial di kantor, sekitar jam dua siang, tiba-tiba mata rasanya berat banget dan fokus langsung buyar, padahal baru aja makan siang enak? Kalau iya, selamat, kamu nggak sendirian. Fenomena "lelah sepanjang waktu" ini udah kayak jadi penyakit nasional kaum urban masa kini.
Kita sering banget nyalahin beban kerja yang numpuk atau kurang tidur sebagai biang kerok rasa capek ini. Padahal, urusannya nggak sesederhana itu. Kadang, alasan kenapa energi kita gampang banget tiris itu lebih ke soal gaya hidup yang "kelihatannya oke tapi sebenarnya berantakan." Mari kita bedah pelan-pelan kenapa baterai tubuh kita sering banget muncul peringatan "low battery" padahal baru aja dicharge.
1. Jebakan "Istirahat" yang Malah Bikin Capek
Banyak dari kita mikir kalau rebahan sambil scroll TikTok atau Instagram selama berjam-jam itu namanya istirahat. "Kan gue nggak ngapa-ngapain, cuma tiduran doang," begitu dalihnya. Padahal, otak kamu lagi kerja keras memproses ribuan informasi, warna, suara, dan emosi yang lewat di layar HP. Fenomena ini sering disebut doomscrolling. Bukannya bikin rileks, aktivitas ini malah bikin saraf kita tegang.
Ditambah lagi, pancaran sinar biru atau blue light dari gadget itu musuh bebuyutan hormon melatonin—hormon yang tugasnya bikin kita ngantuk dan tidur nyenyak. Jadi, meskipun kamu tidur setelah main HP, kualitas tidurmu itu dangkal. Kamu mungkin merem, tapi otakmu masih "party". Itulah kenapa pas bangun, rasanya malah zonk.
2. Pola Makan "Sugar Crash"
Siapa yang kalau sarapan sukanya yang manis-manis atau karbohidrat tinggi? Bubur ayam dengan kerupuk melimpah, nasi uduk, atau roti selai cokelat memang enak banget di lidah. Tapi, makanan yang punya indeks glikemik tinggi ini bikin gula darah kamu melonjak drastis, lalu turun drastis alias terjun bebas beberapa jam kemudian. Efeknya? Kamu bakal ngerasa lemas, ngantuk, dan nggak bertenaga.
Belum lagi kebiasaan kita yang dikit-dikit "ngopi dulu biar melek." Kopi memang ngebantu buat booster instan, tapi kalau dikonsumsi berlebihan atau di waktu yang salah, dia cuma bakal nutupin rasa capek sementara. Begitu efek kafeinnya hilang, rasa capek yang asli bakal datang dua kali lipat lebih parah. Ibaratnya, kamu lagi minjem energi dari masa depan, dan bunganya lumayan mahal.
3. Dehidrasi Tersembunyi
Alasan ini kedengarannya sepele banget sampai sering kita abaikan. Banyak orang nggak sadar kalau mereka kekurangan cairan karena saking sibuknya kerja. Kita ngerasa nggak haus, padahal otak udah mulai mengerut sedikit karena kurang air. Dehidrasi ringan aja udah cukup buat bikin volume darah menurun, yang artinya jantung harus kerja lebih keras buat mompa oksigen ke seluruh tubuh. Hasilnya? Kamu gampang capek dan pusing. Jadi, sebelum nyalahin bos yang galak karena bikin kamu pening, coba cek dulu, hari ini udah minum berapa gelas air putih?
4. Sedentary Lifestyle: Kurang Gerak Justru Bikin Lemas
Ini terdengar kontradiktif, tapi beneran nyata. Logikanya, kalau kita diam aja, harusnya energi kita awet, kan? Ternyata nggak gitu konsepnya. Tubuh manusia itu didesain buat bergerak. Kalau kamu duduk di depan laptop selama 8 jam tanpa jeda, sirkulasi darah jadi lambat dan asupan oksigen ke jaringan tubuh jadi nggak maksimal. Semakin kamu jarang gerak, semakin tubuhmu ngerasa lemas.
Makanya, olahraga teratur itu bukan cuma buat biar kurus atau punya abs, tapi buat ngelatih sistem kardiovaskular supaya lebih efisien. Kalau jantung dan paru-paru kamu kuat, aktivitas sehari-hari yang biasanya bikin engap bakal terasa lebih enteng. Jadi, coba deh luangkan waktu buat jalan kaki tipis-tipis atau sekadar stretching tiap satu jam sekali.
5. Beban Mental dan "Decision Fatigue"
Terkadang, yang capek itu bukan badan, tapi pikiran. Di zaman sekarang, kita dituntut buat ngambil ribuan keputusan kecil tiap harinya. Mau pakai baju apa, makan siang di mana, balas email yang mana dulu, sampai mikirin caption Instagram. Ini namanya decision fatigue. Otak kita punya kapasitas terbatas buat mikir jernih dalam sehari.
Belum lagi kalau kamu tipe orang yang suka mendam stres atau overthinking. Pikiran yang muter-muter itu butuh energi besar, lho. Stres kronis bikin tubuh terus-menerus memproduksi hormon kortisol. Kalau kortisol ini tinggi terus, tubuh bakal masuk ke mode "siaga" yang bikin capeknya minta ampun. Itulah kenapa setelah debat panjang atau habis nangis, kita biasanya pengen langsung tidur.
Kesimpulan: Dengerin Badan Sendiri
Rasa lelah itu sebenarnya sinyal jujur dari tubuh kalau ada sesuatu yang nggak beres. Nggak selamanya kopi atau suplemen vitamin adalah jawabannya. Kadang, yang kita butuhin cuma tidur berkualitas tanpa gangguan HP, minum air yang cukup, atau mungkin sekadar ambil cuti buat bener-bener "off" dari hiruk-pikuk dunia digital.
Jangan sampai kita bangga sama label "hustle culture" tapi lupa kalau mesin yang kita pakai (yaitu tubuh kita sendiri) punya batas. Yuk, mulai lebih peka sama kebutuhan diri sendiri. Capek itu wajar, tapi kalau capek terus-terusan padahal nggak ngapa-ngapain, mungkin itu saatnya kamu audit gaya hidupmu. Jangan sampai masa mudamu habis cuma buat ngerasain capek yang nggak ada ujungnya.
Next News

Mengapa Alpukat Disebut Kaya Nutrisi?
in 5 hours

Mengapa Terlalu Banyak Garam Tidak Baik?
in 5 hours

Manfaat Mengurangi Makanan Instan
in 5 hours

Manfaat Buah Melon untuk Tubuh
in 5 hours

Tanda-Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula, Jangan Dianggap Sepele
in 5 hours

Kolang-Kaling: Kenyal, Manis, dan Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh
in 3 hours

Bunga Telang Bukan Sekadar Cantik, Ini Manfaatnya Saat Dijadikan Teh
in 3 hours

Melati: Antara Wangi Surga, Aroma Mistis, dan Juru Selamat Es Teh Manis
in 3 hours

Perbedaan Kafein Kopi dan Teh: Sama-Sama Bikin Melek, Tapi Efeknya Beda Jauh
in 2 hours

Apakah Biduran Berbahaya? Ini Fakta Medis yang Perlu Kamu Ketahui
in 2 hours





