Rabu, 11 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Liaa - Wednesday, 11 February 2026 | 09:46 AM

Background
Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Ruangan ber-AC (air conditioner) sudah menjadi bagian dari kehidupan modern, baik di kantor, rumah, pusat perbelanjaan, maupun kendaraan. Udara yang sejuk memang membuat tubuh terasa nyaman, terutama di tengah cuaca panas. Namun, terlalu lama berada di ruangan ber-AC ternyata bisa memberikan dampak tertentu bagi kesehatan.

Udara Kering dan Risiko Dehidrasi

AC bekerja dengan menyerap kelembapan udara, sehingga ruangan menjadi lebih sejuk dan kering. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit terasa kering, bibir pecah-pecah, hingga mata perih. Bahkan, tanpa disadari tubuh juga bisa mengalami dehidrasi ringan karena kurangnya kelembapan udara.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Kulit kering dan bersisik
  • Tenggorokan terasa kering
  • Mata kering atau iritasi
  • Mudah merasa haus

Gangguan Pernapasan

Jika AC jarang dibersihkan, debu, jamur, dan bakteri dapat menumpuk di dalam filter. Saat AC dinyalakan, partikel tersebut bisa tersebar ke udara dan terhirup. Hal ini berisiko memicu alergi, batuk, pilek, hingga kambuhnya asma bagi yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Selain itu, perubahan suhu yang terlalu drastis antara ruangan ber-AC dan udara luar juga dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap flu atau masuk angin.

Nyeri Otot dan Sendi

Suhu ruangan yang terlalu dingin dalam waktu lama dapat membuat otot menjadi tegang. Beberapa orang mengeluhkan nyeri leher, bahu kaku, atau pegal-pegal setelah bekerja seharian di ruangan ber-AC. Kondisi ini terjadi karena tubuh terus beradaptasi dengan suhu dingin.

Sick Building Syndrome

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa tidak sehat akibat terlalu lama berada di dalam gedung tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, pusing, mual, sulit konsentrasi, hingga cepat lelah.

Cara Mengurangi Dampak Buruk AC

Agar tetap nyaman tanpa mengganggu kesehatan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Atur suhu AC tidak terlalu rendah (idealnya 24–26 derajat Celsius)
  • Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi
  • Gunakan pelembap kulit jika diperlukan
  • Bersihkan filter AC secara rutin
  • Sesekali keluar ruangan untuk mendapatkan udara segar

Kesimpulan

Berada di ruangan ber-AC memang memberikan kenyamanan, terutama saat cuaca panas. Namun, terlalu lama terpapar udara dingin dan kering dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan, mengatur suhu yang wajar, serta memastikan sirkulasi dan kebersihan udara tetap terjaga.