Senin, 3 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Tapsel Borong Tiga Penghargaan pada Penutupan PRSU ke-50, Bupati Gus Irawan: Kesungguhan adalah Kunci Prestasi

RAU - Monday, 03 August 2026 | 11:21 AM

Background
Tapsel Borong Tiga Penghargaan pada Penutupan PRSU ke-50, Bupati Gus Irawan: Kesungguhan adalah Kunci Prestasi

MEDAN

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memborong tiga penghargaan pada malam penutupan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 yang berlangsung di Arena PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, Minggu (2/8/2026). Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan promosi potensi daerah, seni budaya, dan produk unggulan Tapanuli Selatan selama penyelenggaraan PRSU yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Tiga penghargaan yang diraih Tapanuli Selatan yakni Juara I Penampilan Terbaik Panggung Budaya pada Pagelaran Malam Kesenian, Juara III Stand/Paviliun Terbaik Pilihan Dewan Juri, serta Juara Stand Terbaik Pilihan Media Sosial.

Pada kategori Penampilan Terbaik Panggung Budaya/ Malam Kesenian Daerah, Tapanuli Selatan berhasil meraih Juara I dengan nilai 82,625, mengungguli Kabupaten Nias Selatan yang memperoleh nilai 82,375 dan Kabupaten Samosir dengan nilai 82,225.

Sementara itu, pada kategori Stand/Paviliun Terbaik Pilihan Dewan Juri, Tapanuli Selatan meraih Juara III dengan skor 84, di bawah Kabupaten Batubara sebagai Juara II dengan skor 85, sedangkan Juara I diraih Kabupaten Deli Serdang dengan skor 92.



Tidak hanya itu, Paviliun Kabupaten Tapanuli Selatan juga dinobatkan sebagai Stand Terbaik Pilihan Media Sosial setelah memperoleh dukungan masyarakat sebanyak 11.400 tanda suka (likes) selama penyelenggaraan PRSU ke-50.

Usai menerima penghargaan, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang didampingi Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga dan Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang terlibat, terutama TP PKK, Dekranasda, serta organisasi perangkat daerah (OPD).

"Penghargaan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Ini merupakan buah dari kesungguhan seluruh pihak yang terlibat. Saya melihat sendiri bagaimana TP PKK, Dekranasda, dan OPD bekerja dengan penuh semangat untuk menampilkan yang terbaik bagi Tapanuli Selatan," ujar Gus Irawan.

Ia mengungkapkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan serius dan penuh komitmen akan menghasilkan prestasi.

"Pesan yang ingin saya sampaikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan adalah, hasil yang baik hanya dapat dicapai melalui upaya yang sungguh-sungguh. Kesungguhan itulah yang menjadi kunci keberhasilan," katanya.



Bupati juga mengungkapkan bahwa budaya kerja yang diterapkannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan adalah serius, fokus, dan terukur. Untuk setiap program strategis, pemerintah membentuk task force agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.

Ia mencontohkan keberhasilan memperbaiki sejumlah indikator kinerja pemerintah, salah satunya Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, saat awal menjabat, Tapanuli Selatan masih berada di zona merah dan menempati peringkat 27 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Namun, berkat kerja keras seluruh jajaran, kini Tapanuli Selatan berhasil melonjak ke zona hijau.

"Semua itu dicapai karena kami fokus memperbaiki setiap rekomendasi dan bekerja secara serius. Hal yang sama juga kami terapkan pada berbagai indikator pelayanan publik lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Irawan menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui promosi potensi daerah.

Menurutnya, keikutsertaan dalam PRSU harus mampu membuka peluang business matching, memperluas pasar produk unggulan, menarik investasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Ia mencontohkan produk tenun khas Tapanuli Selatan yang selama penyelenggaraan PRSU mendapat respons sangat positif dari pengunjung hingga stok yang dipamerkan cepat habis.

"Harapan kita, para pengrajin semakin termotivasi meningkatkan produktivitasnya. Permintaan pasar sudah semakin besar. Kalau produksi meningkat, manfaat ekonominya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya secara resmi menutup PRSU ke-50 Tahun 2026 yang mengusung tema "Harmoni Emas".

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PRSU bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi wadah kolaborasi pemerintah, dunia usaha, UMKM, pelaku seni, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, serta pelestarian budaya di Sumatera Utara.



Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) sekaligus Ketua Panitia PRSU, Ferry Indra, melaporkan bahwa selama 31 hari penyelenggaraan, PRSU ke-50 diikuti 33 paviliun kabupaten/kota, satu paviliun negara sahabat Pulau Pinang, Malaysia, serta puluhan peserta pameran dari OPD, perguruan tinggi, dan UMKM.

PRSU juga mencatat 161.309 pengunjung dengan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp50,7 miliar, menunjukkan besarnya kontribusi kegiatan tersebut terhadap perekonomian Sumatera Utara, "tutupnya.