Kamis, 7 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Suka Ngemil yang Asin-asin? Ternyata Ini Pemicunya

Liaa - Thursday, 07 May 2026 | 11:53 AM

Background
Suka Ngemil yang Asin-asin? Ternyata Ini Pemicunya

Berbeda dengan gula yang kerap disorot, craving terhadap garam justru jarang dibahas, padahal bisa memberi petunjuk penting tentang kondisi tubuh kita. Para ahli gizi menjelaskan bahwa ada beberapa alasan di balik dorongan untuk mencari makanan asin, dan memahaminya bisa membantu kita mengontrol asupan natrium dengan lebih bijak.

Penyebab craving makanan asin antara lain:

1. Dehidrasi

Salah satu penyebab paling umum adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, ia bisa "meminta bantuan" lewat keinginan akan garam. Ini karena natrium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Baca juga: Makanan Asin Memicu Tekanan Darah Tinggi? Ini Penjelasan Dokter "Jika kita kurang minum atau tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung air seperti buah dan sayur, tubuh bisa mengirim sinyal berupa craving makanan asin," kata ahli gizi terdaftar Elysia Cartlidge.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang aktif secara fisik atau banyak berkeringat, seperti atlet, karena mereka kehilangan cairan dan elektrolit lebih banyak.

2. Berkeringat

Natrium adalah elektrolit yang keluar dari tubuh saat kita berkeringat. "Jika Anda telah berolahraga keras dan berkeringat berlebihan, peningkatan jumlah keringat dapat mengakibatkan hilangnya natrium dari tubuh," kata Cartlidge. 



"Hal ini menyebabkan tubuh menginginkan lebih banyak garam untuk menggantikan natrium yang hilang." Ini tentu tidak berarti kita harus mengurangi olahraga. Namun, pilih sumber natrium dengan lebih hati-hati dan ingat untuk tetap terhidrasi, tidak hanya setelah berolahraga tetapi sepanjang hari. Mengonsumsi minuman elektrolit setelah berolahraga hingga berkeringat dapat membantu mengganti elektrolit dan menjaga hidrasi tubuh.

3. Stres

Bagi sebagian orang, stres meredam sinyal lapar, sementara bagi yang lain, justru memperkuatnya. Jika kamu termasuk orang yang membutuhkan camilan atau makanan gurih saat sedang sibuk, kemungkinan besar kamu termasuk dalam kelompok yang nafsu makannya meningkat akibat stres.

"Stres dapat memengaruhi kelenjar adrenal dan kemampuannya untuk mengatur natrium. Hal ini seringkali dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk mengonsumsi garam."

4. Kelelahan

Saat kurang tidur, nafsu makan bisa terasa tak terkendali, dan kemampuan untuk mengabaikan keinginan yang menggoda menjadi lebih lemah. Ini berarti jauh lebih mudah untuk mengatakan ya pada semangkuk ramen atau keripik. 

Seperti stres, ini adalah peran hormon kita. Hormon kortisol, leptin, ghrelin, dan serotonin memicu rasa lapar dan memicu pencarian akan makanan yang membuat kita merasa nyaman.



5. Bosan

Jika kamu terbiasa mengonsumsi camilan asin saat merasa lemas di sore hari atau saat menonton TV di malam hari, keinginan itu mungkin hanya terkait dengan kebiasaan atau kebosanan. "Camilan asin cenderung mudah didapatkan, dan kamu mungkin akan mengambilnya karena mudah diakses," kata Cartlidge.

6. Genetik

Sejauh menyangkut genetik, masih belum ada jelas apakah hal ini dapat memengaruhi keinginan makan. Masih menjadi misteri apakah beberapa orang lebih menginginkan makanan asin daripada makanan manis karena faktor genetik.

"Kita semua memiliki preferensi masing-masing. Gen memainkan peran besar dalam preferensi tersebut melalui indra perasa dan sensitivitas rasa kita. Orang yang memiliki indra perasa yang lebih sensitif mungkin lebih cenderung menambahkan garam ke makanan mereka," kata ahli gizi Brittany Poulson.

Mengurangi garam adalah proses bertahap, dan seringkali butuh waktu bagi indra perasa kita untuk berubah.