Selasa, 14 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Tak Disadari, Ini Penyebab Bau Ketiak yang Perlu Dihindari Sejak Awal

Nanda - Saturday, 04 April 2026 | 08:02 AM

Background
Sering Tak Disadari, Ini Penyebab Bau Ketiak yang Perlu Dihindari Sejak Awal

Bau ketiak sebenarnya muncul bukan dari keringat saja

Banyak orang mengira bau ketiak muncul semata-mata karena berkeringat. Padahal, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa keringat itu sendiri tidak berbau; bau tubuh muncul ketika keringat bersentuhan dengan bakteri di kulit. Area ketiak juga termasuk lokasi yang paling sering mengalami masalah ini karena banyak mengandung kelenjar apokrin, yaitu kelenjar yang berkaitan dengan bau badan.

Ketiak yang lembap terlalu lama bisa memperparah bau

Salah satu penyebab yang sering tak disadari adalah membiarkan area ketiak terlalu lembap terlalu lama. Mayo Clinic menjelaskan bahwa keringat dan bau badan paling sering memengaruhi area ketiak, sementara NHS menekankan bahwa keringat berlebih dapat membuat bau badan makin buruk. Artinya, setelah olahraga, aktivitas luar ruang, atau berada di cuaca panas, bau ketiak lebih mudah muncul jika tubuh tidak segera dibersihkan dan dikeringkan.

Memakai deodorant saja belum tentu cukup

Hal lain yang sering luput adalah perbedaan antara deodorant dan antiperspirant. American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa antiperspirant membantu mengurangi keringat, sedangkan deodorant terutama berfungsi untuk menutupi atau mengurangi bau. Jadi, bila masalah utamanya adalah keringat berlebih di ketiak, hanya memakai deodorant bisa terasa kurang efektif.

Pakaian yang terlalu rapat juga bisa jadi pemicu

Kebiasaan memakai pakaian yang terlalu ketat atau bahan yang kurang "bernapas" dapat membuat area ketiak lebih mudah lembap. Saat panas dan kelembapan tertahan di kulit, bakteri lebih mudah berkembang. Walau sumber medis sering membahasnya dalam konteks keringat berlebih secara umum, logikanya tetap sama: semakin tertutup dan lembap area ketiak, semakin besar peluang bau muncul. Ini merupakan inferensi yang didukung oleh penjelasan tentang hubungan keringat, bakteri, dan kelembapan.

Makanan tertentu bisa ikut memengaruhi aroma tubuh

Bau ketiak juga tidak selalu hanya soal kebersihan. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa beberapa makanan dapat memengaruhi bau tubuh, termasuk bawang, bawang putih, rempah kuat, daging merah, dan ikan tertentu. Karena itu, pada sebagian orang, bau badan bisa terasa lebih menyengat bukan hanya karena keringat, tetapi juga karena pola makan sehari-hari.



Perubahan hormon bisa membuat bau ketiak terasa berbeda

NHS menyebut perubahan hormon termasuk salah satu hal yang bisa membuat bau badan memburuk. Ini berarti masa pubertas, perubahan hormonal tertentu, atau fase tubuh tertentu bisa membuat bau ketiak terasa lebih kuat dari biasanya. Pada anak, Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa adrenarche dapat memicu mulai munculnya bau badan dan rambut ketiak.

Obat-obatan tertentu kadang ikut berperan

Penyebab lain yang sering tidak disadari adalah penggunaan obat tertentu. NHS menyebut beberapa jenis obat, termasuk antidepresan, dapat membuat bau badan lebih buruk. Karena itu, bila bau ketiak berubah atau terasa lebih kuat setelah mulai mengonsumsi obat baru, kaitannya patut diperhatikan.

Bau ketiak kadang berkaitan dengan keringat berlebih

Pada sebagian orang, masalah utamanya bukan cuma bakteri, tetapi juga hiperhidrosis atau keringat berlebih. Mayo Clinic menjelaskan bahwa hiperhidrosis menyebabkan keringat berlebihan yang tidak selalu berkaitan dengan panas atau olahraga. AAD juga menekankan bahwa bila keringat berlebih dipicu kondisi medis atau obat, penyebab dasarnya perlu ditangani. Jadi, bila ketiak sangat mudah basah dan bau terus berulang, masalahnya bisa lebih dari sekadar kebiasaan harian.

Kadang bau badan bisa jadi petunjuk kondisi medis lain

Meski sering tidak serius, NHS menyebut bau badan dapat memburuk pada kondisi seperti diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit hati. Mayo Clinic juga menyarankan waspada bila terjadi perubahan mencolok pada bau badan atau pola berkeringat. Jadi, bila bau ketiak tiba-tiba berbeda, sangat menyengat, atau disertai gejala lain, sebaiknya tidak dianggap sepele.

Lalu, bagaimana cara menghindari penyebab bau ketiak?

Cara paling masuk akal adalah memutus rantai penyebabnya: menjaga area ketiak tetap bersih dan kering, mandi teratur, mengganti pakaian setelah berkeringat, memilih pakaian yang lebih nyaman, dan memakai antiperspirant bila memang mudah berkeringat. Mayo Clinic menyebut kebiasaan perawatan diri seperti mencuci tubuh teratur membantu mengurangi bakteri di kulit, sementara AAD menegaskan antiperspirant membantu menekan produksi keringat.



Kapan perlu diperiksa?

Kalau bau ketiak tidak membaik meski kebersihan sudah dijaga, atau justru muncul perubahan baru yang mencolok pada bau badan dan keringat, NHS dan Mayo Clinic menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Ini penting terutama bila ada keringat berlebih, perubahan bau yang tidak biasa, atau kecurigaan ada penyakit lain di baliknya.