Minggu, 19 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Mandi Malam Saat Pulang Kerja, Benarkah Picu Rematik?

Liaa - Sunday, 19 April 2026 | 10:15 AM

Background
Sering Mandi Malam Saat Pulang Kerja, Benarkah Picu Rematik?

Mitos Mandi Malam Bikin Rematik: Antara Sabda Orang Tua dan Kenyataan Medis

Pernah nggak sih lo lagi enak-enaknya ngelepas penat sehabis pulang kerja lembur atau kelar nongkrong sampe larut, tiba-tiba pas mau masuk kamar mandi, nyokap atau bokap teriak dari ruang tamu? "Heh, jangan mandi malam-malam, nanti tua-tua rematik lho!" Kalimat sakti ini seolah sudah menjadi warisan turun-temurun di keluarga Indonesia, setara dengan larangan duduk di atas bantal atau jangan makan di depan pintu. Tapi pertanyaannya, beneran nggak sih mandi malam itu jadi biang kerok sendi-sendi kita jadi ringkih pas sudah tua nanti?

Mari kita bedah secara santai. Kalau kita perhatikan, mitos ini sebenernya punya "vibes" yang sangat kuat di masyarakat kita. Alasannya sederhana: air di malam hari itu dingin, dan dingin itu bikin badan ngilu. Dari logika sederhana itu, muncullah kesimpulan kolektif kalau mandi malam adalah musuh besar persendian. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, orang-orang di negara empat musim yang mandinya pakai air dingin saat salju turun apa kabar? Apa mereka semua otomatis kena rematik pas umur 30-an? Jawabannya tentu nggak segampang itu, kawan.

Rematik Itu Penyakit, Bukan Karena Air

Secara medis, rematik itu istilah yang luas banget. Sebenarnya ada lebih dari 100 jenis kondisi yang bisa dikategorikan sebagai rematik, mulai dari Osteoartritis (pengapuran sendi) sampai Artritis Reumatoid (penyakit autoimun). Nah, penyebab utamanya biasanya adalah masalah sistem kekebalan tubuh, faktor genetik, infeksi, atau tumpukan asam urat yang membentuk kristal di sendi karena kebanyakan makan emping atau jeroan. Jadi, nggak ada tuh ceritanya molekul air masuk ke pori-pori pas jam 9 malam terus tiba-tiba berubah jadi penyakit di sendi.

Gampangnya gini, mandi malam itu statusnya cuma "kambing hitam". Masalahnya bukan pada kegiatannya, tapi pada respons tubuh kita terhadap suhu. Buat lo yang masih muda dan sehat walafiat, mandi malam sebenarnya nggak bakal bikin lo kena rematik secara mendadak. Kalau besoknya badan lo kerasa pegal, mungkin itu karena lo emang kurang tidur atau emang seharian itu kerja rodi, bukan karena air sabun yang membasuh punggung lo semalam.

Kenapa Dingin Bikin Sendi Ngilu?

Meskipun mandi malam bukan penyebab utama rematik, kita nggak bisa menutup mata kalau suhu dingin emang punya pengaruh ke persendian. Inilah alasan kenapa mitos ini tetap awet sampai sekarang. Di dalam sendi kita ada cairan yang namanya cairan sinovial. Fungsinya kayak oli buat mesin, biar gerakannya mulus. Nah, pas suhu udara atau suhu air jadi dingin banget, cairan ini bisa jadi sedikit lebih kental. Ibarat oli motor yang jarang dipanasin pas pagi hari, gerakannya jadi agak seret.



Selain itu, suhu dingin bisa bikin otot-otot di sekitar sendi jadi kontraksi atau menegang. Buat orang yang sudah punya bakat rematik atau emang sudah menderita nyeri sendi, suhu dingin ini emang jadi pemicu alias trigger. Rasa nyeri yang tadinya biasa aja, jadi makin terasa tajam pas kena air dingin atau AC yang terlalu menusuk. Jadi, mandi malam bukan penyebab penyakitnya, tapi dia cuma "membangunkan raksasa yang sedang tidur" kalau lo emang udah punya bibit penyakit tersebut.

Mandi Air Hangat: Solusi atau Masalah?

Kalau lo tipe orang yang nggak betah kalau nggak mandi sebelum tidur, solusinya gampang: pakai air hangat. Mandi air hangat di malam hari malah punya manfaat yang oke banget buat tubuh. Secara psikologis, air hangat bisa bikin otot rileks dan nurunin tingkat stres setelah seharian menghadapi kemacetan Jakarta atau drama di kantor. Bahkan menurut penelitian, mandi air hangat bisa membantu kualitas tidur jadi lebih nyenyak karena membantu regulasi suhu inti tubuh.

Jadi, narasi "mandi malam bikin rematik" itu harusnya direvisi jadi "mandi air es di malam hari pas badan lagi nggak fit bisa bikin otot kaku". Tapi ya namanya juga budaya kita, kalau nggak pakai nakut-nakutin, biasanya anak muda nggak bakal dengerin. Orang tua zaman dulu mungkin pakai alasan rematik biar kita nggak keluyuran malam-malam atau biar hemat air dan listrik. Sebuah taktik parenting yang cukup efektif kalau dipikir-pikir.

Gaya Hidup Lebih Berbahaya Daripada Mandi Malam

Daripada ribet mikirin mandi jam berapa, mending lo perhatiin apa yang lo makan dan gimana cara lo gerak. Kebanyakan anak muda sekarang itu kaum rebahan yang hobinya pesan makanan cepat saji atau kopi susu literan. Penumpukan asam urat dari pola makan yang berantakan itu jauh lebih berisiko bikin lo rematik daripada rutinitas mandi malam lo. Belum lagi kurang olahraga yang bikin sendi jadi kaku karena jarang dilatih.

Kita sering kali terlalu fokus pada hal-hal kecil yang sifatnya mitos, tapi mengabaikan fakta besar di depan mata. Lo bisa aja mandi jam 6 sore tiap hari, tapi kalau lo ngerokok berat dan jarang makan sayur, ya tetep aja risiko masalah kesehatan bakal ngintip di hari tua. Hidup sehat itu paket lengkap, nggak cuma soal jam mandi doang.



Kesimpulan: Mandi Saja, Tapi Pakai Akal

Jadi, kesimpulannya apa? Mandi malam bikin rematik itu murni MITOS jika kita bicara soal penyebab utamanya. Tapi, mandi malam emang bisa memicu nyeri buat lo yang sudah punya masalah sendi sebelumnya. Kalau lo merasa sehat, silakan mandi malam asal jangan pakai air es dari kutub utara. Gunakan air hangat kalau lo emang pengen lebih rileks.

Intinya, jangan sampai ketakutan akan mitos bikin lo jadi nggak menjaga kebersihan diri. Bayangin lo udah keringatan seharian, terus takut mandi malam cuma karena dibilang nanti rematik, ujung-ujungnya malah jadi masalah kulit atau bau badan yang bikin teman sebantal lo menderita. Yang penting, dengarkan alarm tubuh lo sendiri. Kalau badan kerasa lagi drop atau meriang, ya mending istirahat dan mandi pakai waslap aja besok pagi. Stay clean, stay healthy, dan jangan lupa bahagia, karena stres juga bisa bikin badan pegal-pegal yang sering disalahartikan jadi rematik!