Sabtu, 24 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Lupa Padahal Masih Muda, Faktor Gaya Hidup Bisa Berperan

Tata - Saturday, 24 October 2026 | 10:00 AM

Background
Sering Lupa Padahal Masih Muda, Faktor Gaya Hidup Bisa Berperan

Sering lupa kerap dianggap sebagai masalah yang hanya dialami orang lanjut usia. Padahal, orang yang masih muda juga dapat mengalami kesulitan mengingat sesuatu, seperti lupa meletakkan ponsel, tidak ingat pesan yang baru dibaca, atau melewatkan kegiatan yang sudah direncanakan.

Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya gangguan daya ingat. Dalam banyak situasi, kesulitan mengingat dapat terjadi karena perhatian tidak terpusat ketika informasi diterima. Faktor gaya hidup, kondisi emosional, dan kebiasaan sehari-hari dapat ikut memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan mengingat informasi.

Kurang Tidur Dapat Mengganggu Daya Ingat

Tidur memiliki peran penting dalam proses pembentukan dan penguatan ingatan. Ketika seseorang tidur, otak memproses berbagai informasi yang diperoleh sepanjang hari sehingga sebagian informasi tersebut dapat disimpan menjadi ingatan jangka panjang.

Jika waktu tidur terlalu sedikit atau kualitas tidur buruk, kemampuan berkonsentrasi dan mengingat dapat menurun. Seseorang mungkin menjadi lebih mudah lupa, sulit memahami informasi, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan.

Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup sesuai kebutuhan usia merupakan langkah penting untuk mendukung kesehatan otak.



Stres Membuat Pikiran Sulit Berkonsentrasi

Tekanan pekerjaan, tugas kuliah, masalah keluarga, dan persoalan pribadi dapat membuat pikiran dipenuhi berbagai hal. Ketika perhatian terlalu banyak tersita oleh kekhawatiran, seseorang mungkin kesulitan memusatkan perhatian pada informasi yang sedang diterima.

Akibatnya, informasi tersebut tidak tersimpan dengan baik sehingga lebih mudah terlupakan. Stres yang berlangsung lama juga dapat mengganggu tidur dan memperburuk konsentrasi.

Mengelola stres melalui aktivitas fisik, istirahat yang cukup, kegiatan yang menyenangkan, atau berbicara dengan orang tepercaya dapat membantu menjaga keseimbangan emosional dan mendukung fungsi kognitif.

Terlalu Sering Melakukan Banyak Hal Sekaligus

Kebiasaan mengerjakan beberapa aktivitas secara bersamaan juga dapat membuat seseorang lebih mudah lupa. Contohnya, membaca pesan sambil menonton video atau mengerjakan tugas sambil berpindah-pindah aplikasi.

Ketika perhatian terus beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain, otak perlu menyesuaikan fokus berulang kali. Informasi yang tidak diperhatikan dengan baik sejak awal akan lebih sulit diingat kembali.



Untuk mengurangi masalah tersebut, cobalah menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu. Saat menerima informasi penting, berikan perhatian penuh dan catat hal-hal yang perlu dilakukan agar tidak mudah terlewat.

Pola Makan dan Aktivitas Fisik Ikut Berpengaruh

Otak membutuhkan energi dan zat gizi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan melewatkan waktu makan, serta kurangnya asupan zat gizi tertentu dapat memengaruhi kondisi tubuh dan kemampuan berkonsentrasi.

Selain itu, aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung kesehatan otak. Sebaliknya, terlalu banyak duduk dan kurang bergerak dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Menerapkan pola makan beragam dengan sayuran, buah, sumber protein, dan makanan bergizi lainnya, disertai olahraga rutin, merupakan bagian dari gaya hidup yang mendukung fungsi kognitif.

Meski demikian, sering lupa tidak otomatis berarti seseorang mengalami kekurangan gizi. Jika masalah daya ingat berlangsung terus-menerus, penyebabnya perlu dinilai berdasarkan kondisi dan gejala lain yang menyertai.



Cara Sederhana Membantu Mengurangi Kebiasaan Lupa

Ada beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan untuk membantu mengingat aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah menggunakan kalender, catatan, atau pengingat pada ponsel untuk mencatat jadwal dan tugas penting.

Menempatkan barang di lokasi yang sama juga dapat membantu mengurangi kebiasaan lupa menaruh benda. Selain itu, membangun rutinitas harian dan menghindari gangguan ketika mengerjakan sesuatu dapat membantu informasi tersimpan lebih baik.

Jangan mengabaikan kebutuhan tidur dan waktu istirahat. Jika pikiran terasa penuh, luangkan waktu untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan aktivitas. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu meningkatkan keteraturan dan mengurangi kelupaan yang berkaitan dengan kurangnya perhatian.

Kapan Sering Lupa Perlu Diperiksakan?

Meskipun faktor gaya hidup dapat berperan, keluhan sering lupa juga bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, efek samping obat, gangguan suasana hati, masalah tidur, atau gangguan medis lainnya.

Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika kelupaan terjadi semakin sering, berlangsung lama, mengganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-hari, maupun disertai kesulitan memahami informasi dan menyelesaikan aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan.



Jika gangguan ingatan muncul secara mendadak bersama kebingungan berat, kesulitan berbicara, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau gangguan keseimbangan, segera cari pertolongan medis darurat.

Pada akhirnya, sering lupa pada usia muda tidak selalu menjadi tanda gangguan serius. Kurang tidur, stres, dan perhatian yang terpecah dapat menjadi beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan mengingat. Dengan memperbaiki pola hidup, menjaga kesehatan tubuh, dan mengatur aktivitas secara teratur, seseorang dapat membantu mendukung konsentrasi serta daya ingatnya. Namun, keluhan yang menetap atau semakin mengganggu tetap perlu mendapatkan pemeriksaan yang tepat.