Rutin Minum Air Hangat di Pagi Hari, Ini Dampaknya untuk Tubuh
Nanda - Tuesday, 28 April 2026 | 03:32 PM


Minum air hangat di pagi hari sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Mulai dari membantu pencernaan hingga memberikan efek relaksasi, kebiasaan sederhana ini ternyata memang memiliki dampak tertentu bagi tubuh.
Menurut penjelasan dokter spesialis gastroenterologi, Omar Khomar, air hangat tidak secara langsung mempercepat pencernaan, tetapi membantu menciptakan kondisi tubuh yang lebih optimal untuk bekerja.
Salah satu manfaat utamanya adalah membantu sistem pencernaan menjadi lebih efisien. Air hangat dapat merilekskan otot saluran cerna, sehingga pergerakan makanan menjadi lebih lancar. Selain itu, kondisi ini juga merangsang aktivitas usus, terutama setelah bangun tidur.
Bagi pemilik lambung sensitif, air hangat cenderung lebih aman dibanding air dingin. Suhunya yang lebih bersahabat membantu mengurangi risiko kram atau rasa tidak nyaman di perut.
Kebiasaan ini juga dapat membantu mengatasi sembelit. Asupan cairan yang cukup, terutama dalam suhu hangat, bisa merangsang pergerakan usus dan memperlancar buang air besar.
Selain itu, air hangat membantu melancarkan sirkulasi darah dengan melebarkan pembuluh darah. Efek ini turut berkontribusi pada relaksasi otot dan mengurangi ketegangan ringan pada tubuh.
Dari sisi hidrasi, minum air hangat juga membantu tubuh tetap tercukupi cairannya. Bahkan, sensasi hangatnya dapat membuat seseorang lebih nyaman untuk minum lebih banyak, terutama saat cuaca dingin.
Ada juga potensi peningkatan metabolisme karena suhu tubuh sedikit naik setelah mengonsumsi air hangat. Namun, efek ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Tak hanya itu, uap dari air hangat dapat membantu meredakan hidung tersumbat dengan mengencerkan lendir di saluran pernapasan. Sementara dari sisi mental, minuman hangat juga dapat memberikan efek menenangkan dan membantu mengurangi stres.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa manfaat ini tidak boleh dianggap sebagai solusi utama. Proses detoksifikasi tubuh tetap bergantung pada organ seperti ginjal dan hati, bukan semata dari konsumsi air hangat.
Pada akhirnya, menjaga pola makan seimbang, olahraga rutin, dan istirahat cukup tetap menjadi kunci utama kesehatan secara menyeluruh.
Next News

Kenapa Saat Makan Terlalu Cepat Bisa Tiba-Tiba Cegukan? Ini Penjelasannya
in 7 hours

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Telur Asin? Ini Penjelasannya
in 7 hours

Asal Bau pada Baju Itu dari Mana? Fakta tentang Ketiak dan Lipatan Tubuh
in 7 hours

Kenapa Seseorang Bisa Terkena Bell's Palsy? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyakitnya
in 7 hours

Kenapa baju hitam bisa membuat badan menjadi kurus Apakah itu mitos ada fakta?
in 6 hours

Kelelawar atau Keluang? Pahami Perbedaannya Agar Tak Keliru
6 hours ago

Kenapa Sih Udang yang Enak Itu Bisa Bikin Kulit Kita Ngamuk?
6 hours ago

Bercak Merah di Muka Habis Skincare-an? Ini Tandanya Kulit Stres
6 hours ago

Paprika Merah, Hijau, dan Kuning Apa Perbedaannya?
6 hours ago

Ragam Manfaat Telur Puyuh untuk Kesehatan Tubuh
7 hours ago





