Pijat Refleksi: Benarkah Titik di Kaki Bisa Mempengaruhi Organ Tubuh?
RAU - Tuesday, 24 February 2026 | 08:25 AM


Pijat refleksi atau refleksiologi bukan sekadar pijat biasa. Terapi ini bekerja dengan memberikan tekanan pada area tertentu—biasanya di telapak kaki—yang diyakini mewakili organ tubuh seperti jantung, ginjal, atau hati.
Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, refleksiologi termasuk dalam terapi komplementer yang bertujuan meningkatkan relaksasi dan kesejahteraan umum. Namun, mekanisme biologis spesifiknya masih menjadi perdebatan ilmiah.
Bagaimana Teorinya?
Teori refleksiologi menyatakan bahwa tubuh memiliki "peta" di kaki dan tangan.
Misalnya:
Ujung jari kaki → area kepala
Lengkungan kaki → organ pencernaan
Tumit → panggul dan saraf skiatik
Namun penting dicatat, secara anatomi modern tidak ditemukan jalur saraf langsung dari satu titik di kaki menuju organ tertentu secara spesifik seperti yang diklaim dalam peta refleksi tradisional.
Kenapa Tetap Terasa Enak dan Bikin Rileks?
Dari sudut pandang sains, manfaat refleksiologi kemungkinan berasal dari:
✔ Stimulasi saraf perifer
✔ Peningkatan sirkulasi darah
✔ Aktivasi sistem saraf parasimpatis (mode relaksasi)
✔ Penurunan hormon stres
Refleksiologi dapat membantu mengurangi kecemasan dan nyeri ringan pada beberapa kondisi, meskipun kualitas bukti masih bervariasi.
Artinya, efek relaksasi itu nyata — tetapi bukan berarti pijat refleksi bisa "menyembuhkan semua penyakit".
Apakah Aman?
Secara umum, pijat refleksi relatif aman bagi orang sehat.
Namun perlu berhati-hati pada kondisi:
•Diabetes dengan gangguan saraf (neuropati)
•Luka terbuka di kaki
•Gangguan pembekuan darah
•Kehamilan risiko tinggi
Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu jika memiliki kondisi medis tertentu.
Refleksiologi sebagai terapi pendukung (supportive therapy), bukan terapi utama.
Ia dapat membantu:
•Relaksasi
•Mengurangi stres
•Membantu kualitas tidur
Jika dilakukan dengan benar dan oleh terapis terlatih, pijat refleksi bisa menjadi cara sehat untuk meredakan stres dan ketegangan.
Namun tidak menggantikan pengobatan medis untuk penyakit kronis atau serius.
Next News

Akupunktur: Terapi Jarum Kuno yang Kini Diakui Medis Modern
15 hours ago

Jus untuk Mencerahkan Kulit? Ini Resep Glowing Alami yang Ramah di Kantong
3 hours ago

Rahasia Bibir Merah Alami Tanpa Perlu Takut Lipstik Luntur
3 hours ago

Waduh, Ada Garis Halus! Menolak Tua dengan Cara Alami yang Nggak Bikin Kantong Bolong
3 hours ago

Duh, Tenggorokan Ganjel? Ini 7 Cara Ampuh Menghilangkan Lendir dan Dahak yang Bandel
3 hours ago

Ritual Receh Berfaedah: Manfaat Merendam Kaki dengan Air Garam untuk Tubuh dan Pikiran Lelah
3 hours ago

Takut Awkward? Ini Cara Mulai Obrolan yang Natural
3 hours ago

Kenapa Baju Bau Apek? Simak Rahasia Jemuran Wangi Sepanjang Hari
4 hours ago

Bandara Tersibuk Dunia Pecahkan Rekor, Tembus 95,2 Juta Penumpang
16 hours ago

Hipnoterapi: Benarkah Bisa Mengubah Pola Pikir dan Perilaku?
16 hours ago





