Perang Iran Picu Gangguan Pasokan Minyak Terbesar dalam Sejarah, Harga Tembus 100 Dolar per Barel
Liaa - Thursday, 12 March 2026 | 04:04 AM


Jakarta – Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu gangguan besar terhadap pasokan minyak mentah global.
Analisis dari Rapidan Energy Group menyebutkan bahwa dampak perang ini melampaui berbagai krisis energi yang pernah terjadi sebelumnya.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar 20 persen pasokan minyak dunia terganggu selama sembilan hari terakhir akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Gangguan tersebut terutama dipicu oleh lumpuhnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak global.
Menurut laporan yang dikutip dari CNBC, situasi ini menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga melampaui 100 dolar AS per barel.
Rapidan Energy menilai bahwa gangguan pasokan kali ini bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan krisis energi terbesar sebelumnya.
Sebagai perbandingan, krisis pasokan minyak terbesar sebelumnya terjadi saat Krisis Suez 1956 ketika Inggris, Prancis, dan Israel menginvasi Semenanjung Sinai di Mesir.
Pada masa itu, sekitar 10 persen pasokan minyak dunia terganggu.
Sementara itu, dampak penutupan Selat Hormuz saat ini juga dinilai hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan gejolak pasar akibat Embargo Minyak Arab 1973 yang hanya mengganggu sekitar 7 persen pasokan global.
Minimnya kapasitas cadangan minyak
Analis Rapidan Energy menyoroti bahwa krisis kali ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan krisis energi di masa lalu.
Saat ini, dunia dinilai tidak memiliki kapasitas cadangan minyak yang cukup untuk mengatasi gangguan pasokan yang terjadi.
Negara produsen utama seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang biasanya menjadi pemasok cadangan juga mengalami hambatan distribusi.
Hal ini terjadi karena jalur utama pengiriman minyak mereka ke pasar global juga bergantung pada Selat Hormuz yang kini terganggu akibat konflik.
Menurut Rapidan Energy, situasi ini membuat pasar minyak global tidak memiliki "bantalan" untuk menstabilkan pasokan.
"Konflik ini tidak hanya memutus pangsa pasokan global terbesar dalam sejarah, tetapi juga mengganggu negara-negara yang memiliki kapasitas cadangan minyak," tulis analis tersebut.
Respons global terhadap krisis energi
Kondisi ini membuat pasar minyak global berpotensi menyeimbangkan diri melalui penurunan permintaan akibat lonjakan harga energi.
Sementara itu, Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat atau Strategic Petroleum Reserve yang saat ini berjumlah sekitar 415 juta barel dinilai belum cukup untuk menutupi kekurangan pasokan dari kawasan Teluk Persia.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menyatakan tetap optimistis bahwa pasar minyak global masih dapat terjaga.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintah siap mengambil langkah tambahan jika kondisi pasar energi semakin memburuk.
Sementara itu, para menteri keuangan negara-negara G7 juga telah menggelar pertemuan untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi.
Namun hingga saat ini belum ada keputusan final terkait langkah tersebut.
Next News

6 Budaya Asli Korea Selatan yang Tetap Lestari
10 hours ago

10 Tradisi Pernikahan Unik dari Berbagai Negara dan Maknanya
11 hours ago

Kesepakatan Gencatan Senjata Paskah Ortodoks
2 days ago

Ribuan Jemaah Padati Al Aqsa Usai Akses Dibuka Kembali
2 days ago

Update Konflik Iran vs Amerika Serikat April 2026: Ancaman Penutupan Selat Hormuz dan Kegagalan Diplomasi
3 days ago

7 Dampak Terkini Ekonomi Global Akibat Perang AS-Israel vs Iran
3 days ago

Bukan Sekadar Rehat: Mengupas Arti Gencatan Senjata yang Sering Muncul di Headline Berita
4 days ago

4 Festival Unik di Dunia Yang Wajib Kunjungi Sekali Seumur Hidup!
7 days ago

Ini Rahasia Majunya Sistem Pertanian Jepang yang Bikin Dunia Kagum
8 days ago

Terbang di Negeri Dongeng! Pesona Balon Udara Cappadocia Turki yang Bikin Dunia Terpukau
8 days ago




