Mitos atau Fakta? Tidur Setelah Subuh Bisa Bikin Penyakit
Liaa - Wednesday, 28 January 2026 | 09:45 AM


Mitos atau Fakta? Tidur Setelah Subuh Bisa Bikin Penyakit
Udah pernah denger orang bilang "tidur setelah subuh bisa bikin penyakit"? Pasti ada yang bilang "ya, kan, tidur di luar jadwal itu nggak enak" dan "sakit kepala tiap pagi" atau "rahang jadi gatal". Tapi, di balik gosip ini, ada satu peran penting: kapan dan berapa lama tidur, lebih penting daripada kapan lampu mati. Mari kita selami dengan sudut pandang yang santai, tapi tetap berbasis fakta.
Bagaimana Tubuh Kita Mengatur Jam Internal?
Seluruh tubuh manusia punya "jam biologis" yang dikenal sebagai ritme sirkadian. Ini adalah sistem yang mengatur pola tidur, suhu tubuh, hormon, bahkan sistem kekebalan tubuh. Waktu tidur yang konsisten membantu ritme ini tetap teratur, sedangkan ketidakteraturan (misalnya tidur di jam siang atau malam yang terlalu larut) bisa mengganggu.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine Reviews, ketidakteraturan pola tidur berdampak pada penurunan sistem imun dan peningkatan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan bahkan obesitas. Jadi, meskipun terdengar "misteri" tentang tidur setelah subuh, intinya adalah lebih banyak tentang keseimbangan ritme tubuh daripada "tidur subuh" itu sendiri.
Mitos atau Fakta: Tidur Setelah Subuh Bisa Bikin Penyakit?
- Mitos: "Tidur di waktu subuh berarti tubuh 'malas' memulai hari." Fakta: Ketika tubuh sudah terlewatkan jadwal, memang ada penyesuaian, tapi hal ini bukan karena tubuh "malas".
- Mitos: "Sakit kepala tiap pagi, gatal-gatal, dan rasa lesu." Fakta: Ini biasanya akibat kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk, bukan karena subuh.
- Mitos: "Batu bata dan tidur subuh sama-sama buruk bagi kesehatan." Fakta: Baik tidur subuh maupun tidur malam, yang penting adalah total durasi tidur dan kualitasnya.
Stori Sehari-hari: Pak Budi dan Pagi Yang Ngantuk
Pak Budi, seorang guru SMP, seringkali bilang "aku tidur pas subuh, eh ya, tidur lagi pas siang". Di awal tahun, anak-anak di kelasnya kelakuannya kurang konsentrasi, terus lebih sering sakit. Pak Budi memutuskan untuk mencatat pola tidur selama dua minggu. Hasilnya? Dia cukup sering tidur di malam hari, tapi tetap tidur subuh. Ketika ia mulai menyesuaikan jadwal tidur, keluhan anak-anak menurun drastis. Ini bukti bahwa bukan "subuh" yang menjadi penyebab, melainkan ketidakteraturan tidur.
Bagaimana Cara Menjaga Ritme Sirkadian?
Berikut beberapa tips yang bisa membantu menyesuaikan ritme tubuh:
- Rutinitas tidur yang konsisten: Buka atau tutup jendela secara teratur, walaupun kamu tidur subuh. Membiasakan tubuh untuk "menyesuaikan" pada jam yang sama setiap hari.
- Penerangan alami: Coba bangun sedikit sebelum subuh, menyesuaikan matahari terbit dengan lampu alami. Ini membantu hormon melatonin turun lebih cepat.
- Kontrol kebisingan: Jika kamu tinggal di daerah padat, gunakan earplugs atau white noise. Tidur subuh sering terpengaruh oleh suara buangan.
- Aktivitas fisik: Lakukan olahraga ringan di pagi hari. Ini meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh lebih "aktif" setelah bangun.
Apakah Ada Sementara "Dampak Penyakit"?
Beberapa studi menunjukkan bahwa ketidakteraturan tidur, terutama jika tidur malam terlalu larut atau tidur siang terlalu lama, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, "tidur setelah subuh" secara langsung belum terbukti menjadi faktor utama. Yang penting ialah bagaimana kamu menyesuaikan tubuh untuk menjaga kualitas tidur.
Kesimpulan: Jangan Panik, Tetap Tenang
Di zaman sekarang, orang sering terjebak pada "gossip" yang belum teruji. Jadi, jangan langsung menganggap tidur setelah subuh sebagai "penyebab penyakit". Yang perlu diperhatikan adalah durasi dan kualitas tidur. Jika kamu merasa lelah, sakit kepala, atau kurang semangat, mungkin waktunya meninjau ulang pola tidurmu.
Ingat, tubuh itu kayak jam tangan. Kalau sering digerakkan keluar waktunya, akhirnya akan terasa tidak akurat. Jadi, berikan waktu yang cukup untuk tidur, baik itu sebelum atau setelah subuh, asalkan jadwalnya tetap konsisten. Dengan begitu, sistem imunmu tetap terjaga, tubuhmu tetap sehat, dan kamu bisa menikmati pagi dengan semangat.
Next News

Dampak Kebiasaan Minum Kopi bagi Kesehatan
in 7 hours

Kenikmatan Americano dalam Setiap Tegukan
in 6 hours

Di Balik Pedasnya Mie Bangladesh yang Bikin Ketagihan
in 5 hours

Tugu Salak, Simbol Kebanggaan Kota Padangsidempuan
in 5 hours

Kenapa 30 Menit Jalan Kaki Setiap Hari Itu Super Power Kesehatanmu
in 5 hours

5 Rekomendasi Takjil Ramadhan 2026 yang Bikin Selera
in 5 hours

Teh Manis Enak,Tapi Kasih Jeda Dulu Setelah Makan
in 3 hours

Buah Lontar Si Manis Kecil Manfaatnya Besar
in 3 hours

Sepatu Bersih Tanpa Bahan Kimia: Panduan 9 Langkah Praktis
13 hours ago

Cita Rasa Cream Soup KFC: Hangat di Tengah Hujan Lembut
13 hours ago




