Mitos atau Fakta: Minum Air Es Bisa Menyebabkan Batuk? Ini Penjelasan Medisnya
RAU - Sunday, 12 July 2026 | 12:54 PM


Minum air es sering kali menjadi "tersangka" ketika seseorang mulai mengalami batuk. Tak sedikit orang tua yang melarang anaknya mengonsumsi minuman dingin karena dianggap dapat menyebabkan gangguan tenggorokan. Namun, benarkah anggapan tersebut didukung oleh ilmu kedokteran?
Air Es Bukan Penyebab Utama Batuk
Secara medis, minum air es tidak secara langsung menyebabkan batuk. Batuk merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau zat asing. Penyebab batuk yang paling umum justru berasal dari infeksi virus, bakteri, alergi, paparan asap rokok, polusi udara, atau penyakit tertentu seperti asma dan refluks asam lambung (GERD).
Artinya, suhu air yang diminum bukanlah penyebab utama munculnya batuk pada orang yang sehat.
Mengapa Setelah Minum Air Es Tenggorokan Terasa Tidak Nyaman?
Pada sebagian orang, minuman yang sangat dingin memang dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering, nyeri ringan, atau memicu refleks batuk sesaat. Hal ini terjadi karena suhu dingin dapat mengiritasi saluran napas yang sensitif, terutama pada orang yang memiliki kondisi tertentu seperti:
- Asma.
- Alergi.
- Radang tenggorokan.
- Infeksi saluran pernapasan yang sedang berlangsung.
Namun, efek tersebut biasanya bersifat sementara dan bukan berarti air es menjadi penyebab penyakit.
Faktor yang Lebih Sering Menyebabkan Batuk
Beberapa penyebab batuk yang lebih umum meliputi:
- Infeksi virus, seperti flu atau pilek.
- Infeksi bakteri.
- Alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan.
- Asap rokok dan polusi udara.
- Penyakit asma.
- Refluks asam lambung (GERD).
- Udara yang terlalu kering.
Apakah Sebaiknya Menghindari Air Es Saat Sedang Batuk?
Tidak ada larangan mutlak untuk minum air es ketika sedang batuk. Namun, jika Anda merasa tenggorokan menjadi lebih tidak nyaman setelah mengonsumsinya, memilih air hangat bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Air hangat sering membantu meredakan iritasi tenggorokan, mengencerkan lendir, serta memberikan rasa lega, meski bukan berarti air dingin memperparah penyakit.
Cara Mencegah Batuk
Untuk mengurangi risiko terkena batuk, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Rajin mencuci tangan.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Tidur yang cukup.
- Minum air yang cukup setiap hari.
- Menghindari asap rokok dan polusi.
- Menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau ketika sedang sakit.
Kesimpulan
Anggapan bahwa minum air es menyebabkan batuk lebih banyak termasuk mitos daripada fakta. Penyebab utama batuk umumnya adalah infeksi virus, bakteri, alergi, atau iritasi pada saluran pernapasan. Meski demikian, pada sebagian orang yang memiliki tenggorokan sensitif atau kondisi medis tertentu, minuman dingin dapat memicu rasa tidak nyaman atau batuk sementara. Jika batuk berlangsung lebih dari tiga minggu, disertai demam tinggi, sesak napas, atau batuk berdarah, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.
Next News

Kupu-Kupu, Si Cantik Bersayap yang Diam-Diam Menjaga Ketahanan Pangan Manusia
4 hours ago

Mengenal Penyu, Penjelajah Samudra yang Terancam Punah dan Perlu Dilestarikan
5 hours ago

Mengenal Gajah, Mamalia Darat Terbesar yang Cerdas dan Berperan Penting bagi Ekosistem
5 hours ago

Daun Mint, Tanaman Herbal yang Menyegarkan dan Kaya Manfaat bagi Kesehatan
5 hours ago

Daun Pandan, Tanaman Aromatik dengan Segudang Manfaat untuk Masakan dan Kesehatan
5 hours ago

Menu Masak Praktis ala Anak Kos, Hemat, Bergizi, dan Mudah Dibuat
5 hours ago

Jangan Anggap Sepele, Dehidrasi Bisa Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari
5 hours ago

Makan Terlalu Cepat Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh
5 hours ago

Seni Menemukan Rumah di Tengah Hustle Culture: Pentingnya Quality Time Bersama Keluarga
5 hours ago

7 Agustus 1945: Pembentukan PPKI, Langkah Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia
20 hours ago





