Kebiasaan yang Mempercepat Kerusakan Gigi
Laila - Sunday, 12 July 2026 | 07:35 PM


Hati-hati, 7 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Gigi Kamu Cepat "Pensiun" Dini
Ada sebuah lirik lagu dangdut lawas yang bilang kalau lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Jujur saja, penulis liriknya pasti lagi nggak benar-benar sakit gigi pas bikin lagu itu. Siapa pun yang pernah ngerasain denyut-denyut di gusi sampai ke ubun-ubun pasti setuju kalau sakit gigi itu adalah level penderitaan yang hakiki. Makan nggak enak, tidur nggak nyenyak, mau marah-marah pun nggak bertenaga. Rasanya kayak ada konser heavy metal di dalam mulut tanpa izin.
Masalahnya, banyak dari kita yang menganggap kalau kesehatan gigi itu urusan nanti. Selama nggak bolong dan nggak sakit, ya aman-aman aja. Padahal, ada banyak banget habit harian yang tanpa kita sadari lagi pelan-pelan menghancurkan lapisan enamel gigi kita. Nggak percaya? Coba cek daftar kebiasaan di bawah ini, siapa tahu kamu pelakunya.
1. Hobi Ngemil yang "Gak Ada Akhirnya"
Kita sering dibilangi kalau gula itu musuh utama gigi. Tapi sebenernya, bukan cuma jumlah gulanya yang bahaya, melainkan frekuensinya. Bayangin gini, setiap kali kamu makan yang manis-manis atau karbohidrat, bakteri di mulut bakal berpesta pora memproduksi asam. Asam inilah yang bakal mengikis enamel gigi kamu.
Kalau kamu hobi ngemil biskuit atau permen sedikit-sedikit tapi terus-menerus sepanjang hari, itu artinya mulut kamu dalam kondisi asam dalam waktu yang lama. Gigi kamu nggak dikasih waktu buat "napas" atau melakukan remineralisasi alami lewat air liur. Jadi, daripada ngemil dikit-dikit tiap jam, lebih baik makan sekaligus dalam satu waktu, lalu minum air putih atau sikat gigi setelahnya.
2. Sikat Gigi Kayak Lagi Nyikat Trotoar
Hayo ngaku, siapa yang mikir kalau makin keras nyikat gigi, makin bersih hasilnya? Ini adalah mitos besar yang harus segera dihentikan. Gigi kita itu dilapisi enamel, jaringan paling keras di tubuh manusia, tapi dia bukan besi. Kalau kamu nyikatnya pakai tenaga dalam atau pakai sikat gigi yang bulunya kasar, yang ada malah terjadi abrasi.
Gusi kamu bisa turun (resesi gusi) dan lapisan enamel bakal makin tipis. Efeknya? Gigi jadi super sensitif. Kena angin dikit ngilu, minum es apalagi. Pakailah sikat gigi yang soft dan lakukan gerakan memutar yang lembut. Ingat, tujuannya itu membersihkan plak yang teksturnya lembek, bukan ngerontokin karang gigi yang udah ngeras.
3. Menjadikan Gigi Sebagai Alat Serbaguna
Gigi diciptakan buat ngunyah makanan, bukan buat gantiin fungsi gunting, tang, atau pembuka botol. Pasti sering kan, pas lagi males nyari gunting, kamu main tarik plastik bungkus snack pakai gigi? Atau yang lebih ekstrem, buka tutup botol soda pakai gigi depan biar kelihatan keren di depan temen-temen?
Kebiasaan ini adalah cara paling cepat buat bikin gigi kamu retak atau bahkan patah. Begitu gigi retak, perbaikannya nggak murah. Kamu mungkin harus keluar duit buat crown atau bahkan implan yang harganya bisa buat beli motor seken. Jangan sampai demi gengsi sesaat, dompet kamu boncos kemudian.
4. Hobi Nguyah Es Batu (Pagophagia)
Ada kepuasan tersendiri memang saat kita denger bunyi "krek krek" pas lagi ngunyah sisa es batu di dasar gelas teh manis. Tapi buat gigi, itu adalah mimpi buruk. Es batu itu keras banget dan suhunya dingin ekstrem. Perpaduan antara suhu dingin dan tekanan keras saat digigit bisa bikin enamel gigi mengalami micro-fracture alias retakan-retakan kecil yang nggak kasat mata.
Lama-lama retakan ini bakal makin besar dan bikin gigi kamu gampang pecah. Kalau kamu emang nggak tahan pengen ngunyah sesuatu, mending ganti pakai wortel atau apel yang jelas lebih sehat buat gigi dan tubuh.
5. Kebanyakan Minuman "Estetik" yang Asam
Zaman sekarang, kopi susu gula aren, boba, atau minuman soda udah jadi gaya hidup. Selain manisnya yang selangit, minuman-minuman ini biasanya punya tingkat keasaman yang tinggi. Belum lagi tren minum air lemon tiap pagi yang katanya buat detoks.
Asam itu sifatnya korosif buat gigi. Kalau kamu minumnya pelan-pelan sambil dinikmati berjam-jam, gigi kamu kayak lagi direndam cairan kimia yang bikin keropos. Tipsnya, kalau emang pengen banget minum yang asem atau manis, pakailah sedotan supaya cairannya nggak terlalu banyak kontak sama gigi depan, dan jangan lupa bilas pakai air putih setelahnya.
6. Melewatkan Ritual "Flossing"
Banyak orang merasa sudah cukup hanya dengan sikat gigi. Padahal, sikat gigi cuma bisa ngejangkau sekitar 60 persen permukaan gigi kita. Sisanya? Ada di sela-sela gigi yang sempit banget, tempat di mana sisa makanan dan bakteri sembunyi sambil bangun kerajaan.
Kalau kamu nggak rajin flossing pakai benang gigi, area di sela gigi itu bakal gampang banget berlubang. Dan lubang di sela gigi itu biasanya baru ketahuan pas udah gede dan sakit banget. Jangan mager, nyediain waktu 2 menit buat flossing sebelum tidur itu investasi jangka panjang biar tua nanti nggak usah pakai gigi palsu.
7. Menunda ke Dokter Gigi Karena "Takut Biaya"
Ini adalah paradoks paling nyata. Banyak orang nggak mau ke dokter gigi karena ngerasa biayanya mahal. Akhirnya, mereka nunggu sampai giginya sakit banget baru datang ke klinik. Padahal, kalau kamu datang pas gigi masih sehat buat sekadar bersihin karang gigi (scaling), biayanya jauh lebih murah.
Begitu gigi sudah lubang dalam dan kena saraf, kamu butuh perawatan saluran akar yang kunjungannya berkali-kali dan harganya berkali-kali lipat dari sekadar scaling. Intinya, mencegah itu jauh lebih ramah di kantong daripada mengobati. Jangan sampai kamu baru nyesel setelah liat tagihan dokter gigi yang setara cicilan smartphone terbaru.
Gigi itu satu-satunya bagian tubuh kita yang nggak bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Kalau kulit luka, dia bisa menutup lagi. Kalau tulang patah, dia bisa nyambung lagi. Tapi kalau enamel gigi udah hilang, dia nggak bakal tumbuh lagi. Jadi, yuk mulai lebih sayang sama gigi kita. Kurangi kebiasaan buruk di atas, supaya senyum kamu tetep oke sampai hari tua nanti.
Next News

Kebiasaan Membungkuk Saat Bermain Ponsel
in 3 hours

Kenapa Lidah Putih dan Rasa Makanan Hambar? Cek Faktanya di Sini
in 4 hours

Mengapa Suara Sendiri Terdengar Berbeda Saat Direkam?
in 2 hours

Cara Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur
in 2 hours

Cara Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur
in 2 hours

Cara Melatih Otak agar Lebih Mudah Mengingat
in 2 hours

Mitos atau Fakta: Tidur Siang Membuat Sulit Tidur Malam?
in 2 hours

Mitos atau Fakta: Duduk Dekat TV Bisa Merusak Mata?
in 2 hours

Tanda Kulit Mengalami Over-Exfoliation yang Jarang Disadari
10 hours ago

Mengapa Kulit Terlihat Kusam Meski Sudah Rajin Skincare?
10 hours ago





