Selasa, 21 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mitos atau Fakta: Duduk Terlalu Dekat dengan TV Merusak Mata?

RAU - Tuesday, 21 July 2026 | 01:15 PM

Background
Mitos atau Fakta: Duduk Terlalu Dekat dengan TV Merusak Mata?

Menonton televisi merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan banyak orang untuk mendapatkan hiburan atau informasi. Namun, sejak lama beredar anggapan bahwa duduk terlalu dekat dengan layar televisi dapat menyebabkan mata rusak.

Tidak jarang orang tua mengingatkan anak-anak agar menjaga jarak ketika menonton TV. Bahkan, ada yang percaya bahwa terlalu sering menonton televisi dari jarak dekat dapat menyebabkan seseorang mengalami rabun jauh atau kerusakan mata secara permanen.

Lantas, apakah anggapan tersebut benar?

Duduk Dekat dengan TV Tidak Terbukti Merusak Mata Secara Permanen

Jawabannya adalah mitos, jika yang dimaksud adalah duduk dekat dengan televisi secara langsung menyebabkan kerusakan mata permanen.

Televisi modern pada umumnya tidak memancarkan radiasi berbahaya dalam jumlah yang dapat menyebabkan kerusakan mata seperti yang dikhawatirkan pada masa lalu. Jadi, menonton TV dari jarak dekat tidak secara otomatis membuat mata seseorang menjadi rusak.



Namun, bukan berarti jarak menonton tidak penting. Duduk terlalu dekat dengan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata terasa lelah atau tidak nyaman.

Mengapa Mata Bisa Lelah Saat Menonton TV?

Ketika menatap layar dalam waktu lama, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Akibatnya, permukaan mata dapat menjadi lebih kering sehingga muncul keluhan seperti mata perih, terasa panas, berair, atau penglihatan sementara menjadi kabur.

Selain itu, menonton layar dalam jarak yang sangat dekat membuat mata terus bekerja untuk mempertahankan fokus. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan mata digital atau digital eye strain.

Keluhan tersebut umumnya bersifat sementara dan dapat membaik setelah mata mendapatkan waktu istirahat.

Duduk Terlalu Dekat Bisa Menjadi Tanda Masalah Penglihatan

Jika seseorang, terutama anak-anak, selalu memilih duduk sangat dekat dengan televisi agar dapat melihat gambar dengan jelas, hal tersebut tidak selalu berarti kebiasaan tersebut yang menyebabkan masalah mata.



Sebaliknya, kebiasaan duduk terlalu dekat dapat menjadi tanda bahwa seseorang mengalami gangguan penglihatan yang belum terdeteksi. Misalnya, anak mungkin mengalami rabun jauh sehingga merasa lebih nyaman melihat layar dari jarak dekat.

Oleh karena itu, jika anak sering mendekatkan wajah ke layar, menyipitkan mata saat melihat dari jauh, atau sering mengeluhkan pandangan buram, sebaiknya dilakukan pemeriksaan mata.

Bagaimana Cara Menonton TV dengan Lebih Nyaman?

Agar mata tetap nyaman saat menonton televisi, beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan:

  • Hindari menonton TV dalam jarak yang terlalu dekat.
  • Berikan waktu istirahat untuk mata setelah menatap layar dalam waktu lama.
  • Pastikan pencahayaan ruangan cukup dan tidak menimbulkan pantulan berlebihan pada layar.
  • Atur tingkat kecerahan layar agar tidak terlalu terang dibandingkan kondisi ruangan.
  • Biasakan berkedip secara teratur untuk membantu menjaga kelembapan mata.
  • Batasi waktu menatap layar, terutama bagi anak-anak.
  • Periksakan mata jika mengalami gangguan penglihatan atau keluhan yang terus berulang.

Kesimpulan

Mitos. Duduk terlalu dekat dengan televisi tidak terbukti secara langsung menyebabkan kerusakan mata permanen. Namun, menatap layar dari jarak dekat dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah, kering, dan tidak nyaman.

Jika seseorang terbiasa duduk sangat dekat dengan TV karena kesulitan melihat dari jarak jauh, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Kebiasaan itu mungkin merupakan tanda adanya gangguan penglihatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.



Dengan menjaga jarak menonton, memberikan waktu istirahat bagi mata, dan melakukan pemeriksaan secara berkala, kesehatan mata dapat lebih terjaga.