Senin, 13 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mitos atau Fakta Ayam Tidak Bisa Melihat Saat Malam Hari

Nanda - Thursday, 02 April 2026 | 09:20 AM

Background
Mitos atau Fakta Ayam Tidak Bisa Melihat Saat Malam Hari

Ayam domestik berasal dari ayam hutan merah Asia Tenggara, yaitu Gallus gallus. Secara biologis, ayam termasuk hewan diurnal, yaitu aktif pada siang hari dan beristirahat saat malam.

Anggapan bahwa ayam tidak bisa melihat pada malam hari sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Ayam tetap memiliki fungsi penglihatan, tetapi sangat terbatas dalam kondisi minim cahaya.

Struktur Mata Ayam

Mata ayam memiliki jumlah sel kerucut yang sangat banyak. Sel kerucut berfungsi untuk melihat warna dan detail pada cahaya terang. Bahkan ayam mampu melihat lebih banyak spektrum warna dibanding manusia, termasuk cahaya ultraviolet.

Namun, ayam memiliki lebih sedikit sel batang dibanding hewan nokturnal seperti burung hantu. Sel batang berfungsi untuk penglihatan dalam cahaya redup. Karena jumlahnya terbatas, ayam tidak mampu melihat dengan baik saat kondisi gelap.

Sebagai perbandingan, burung hantu memiliki dominasi sel batang sehingga mampu berburu dalam kegelapan. Ayam tidak memiliki adaptasi tersebut.



Mengapa Ayam Terlihat "Buta" Saat Malam

Ketika matahari terbenam dan cahaya menurun drastis, kemampuan visual ayam ikut menurun. Dalam kondisi sangat gelap, ayam kesulitan mengenali objek dan arah.

Inilah alasan ayam akan segera mencari tempat bertengger sebelum hari benar-benar gelap. Bertengger di tempat tinggi merupakan naluri bertahan hidup untuk menghindari predator malam.

Jika dipaksa bergerak dalam gelap total, ayam bisa tampak kebingungan, menabrak benda, atau diam di tempat. Kondisi ini yang memunculkan mitos bahwa ayam menjadi buta saat malam.

Apakah Ayam Bisa Melihat Sedikit Cahaya

Jawabannya ya. Dalam kondisi cahaya redup seperti bulan terang atau lampu kandang yang lemah, ayam masih mampu melihat meski tidak sejelas siang hari.

Peternakan modern bahkan sering menggunakan pencahayaan buatan pada malam hari untuk mengatur pola makan dan produksi telur. Artinya, ayam tetap memiliki respons visual terhadap cahaya rendah, hanya saja tidak seefektif hewan nokturnal.



Kesimpulan Ilmiah

Ayam bukan buta pada malam hari, tetapi penglihatannya sangat terbatas dalam kondisi gelap.

Fakta ilmiahnya menunjukkan bahwa ayam adalah hewan diurnal dengan adaptasi visual untuk cahaya terang. Ketika malam tiba, mereka tidak kehilangan fungsi mata, namun kesulitan melihat karena struktur penglihatan mereka memang tidak dirancang untuk kegelapan.

Mitos ayam tidak bisa melihat saat malam muncul dari pengamatan perilaku mereka yang pasif dan tampak kebingungan dalam gelap. Secara biologi, ayam tetap bisa melihat, hanya saja kemampuan tersebut jauh berkurang dibanding siang hari.