Menuju Energi Baru! Bobibos Jalani Uji Laboratorium Resmi dari Ditjen Migas
Nanda - Saturday, 25 April 2026 | 11:42 AM


Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan proses uji laboratorium bersama produsen bahan bakar Bobibos yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 14 April, dengan tujuan memastikan standar dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan secara luas, apakah termasuk bahan bakar nabati (BBN) atau bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, menjelaskan bahwa pengujian teknis akan dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Ia juga meminta pihak Bobibos untuk aktif mengikuti seluruh proses pengujian agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Founder Bobibos, M. Iklas Thamrin, menyampaikan bahwa proses pengujian akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Tahap awal akan difokuskan pada analisis laboratorium oleh Lemigas untuk menentukan karakter dasar bahan bakar.
Pengujian tersebut meliputi berbagai aspek seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kemampuan aliran, kualitas pembakaran, tingkat korosi, hingga kesesuaian dengan mesin kendaraan.
Selain itu, dilakukan pula uji performa seperti emisi gas buang, daya tahan mesin, serta potensi endapan hasil pembakaran. Sampel Bobibos akan diambil langsung dari tangki penyimpanan sesuai standar internasional ASTM D4057.
Jika lolos uji laboratorium dan test bench, produk akan memasuki tahap uji jalan (road test) untuk melihat kinerja dalam kondisi nyata, termasuk penggunaan kendaraan sehari-hari dan aspek perawatan mesin.
Hasil dari seluruh rangkaian pengujian ini akan menjadi dasar penting dalam pengembangan riset, hilirisasi produk, serta bahan rekomendasi kebijakan energi nasional.
Sebelumnya, pemerintah melalui Ditjen Migas menyambut baik inovasi Bobibos sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan global. Namun, pemerintah menegaskan bahwa setiap produk bahan bakar wajib memenuhi standar keselamatan dan teknis sebelum digunakan masyarakat.
Bobibos sendiri merupakan bahan bakar alternatif berbasis limbah jerami padi dan pertanian yang diklaim ramah lingkungan. Produk ini disebut memiliki angka oktan tinggi setara RON 98 dan merupakan inovasi energi karya anak bangsa.
Next News

Tapanuli Selatan Raih Juara II Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di Tengah Pemulihan Pascabencana
7 hours ago

Tapsel Raih Juara II Penurunan Kemiskinan dan Stunting, Bukti Kinerja Terpadu Pemerintah Daerah
3 hours ago

Pemko Medan Raih National Governance Award 2026
5 hours ago

Wadirut Bulog pastikan ketersediaan Minyakita di pasar Medan aman
a day ago

Dilepas Bupati, Calhaj Kloter 4 Menuju KNIA, Jemaah Batubara Terima Uang Saku
a day ago

Kabar Baik! Jalan Rusak Jembatan Merah–Simpang Gambir Diperbaiki, Anggaran Capai Rp36,5 Miliar
a day ago

Sabuk Kamtibmas Dideklarasikan, Wakapolda Sumut Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Daerah
2 days ago

110 Calon Haji Pematang Siantar Berangkat ke Tanah Suci, Termuda 28 Tahun dan Tertua 83 Tahun
2 days ago

Usulan Penegerian 5 Madrasah di Padang Lawas Diajukan ke Kementerian Agama
2 days ago

Pemberangkatan Jamaah Calon Haji Tapanuli Selatan Tahun 2026 dari Masjid Syahrun Nur Sipirok
2 days ago





