Jumat, 28 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Menu Sarapan Paling Unik di Dunia: Dari Natto Jepang hingga Gallo Pinto

Tata - Friday, 28 August 2026 | 08:55 PM

Background
Menu Sarapan Paling Unik di Dunia: Dari Natto Jepang hingga Gallo Pinto

Menu Sarapan Paling Unik di Dunia yang Mungkin Belum Pernah Kamu Coba

Bagi kebanyakan orang Indonesia, debat soal sarapan biasanya cuma berputar di sekitar satu topik abadi: bubur ayam diaduk atau tidak diaduk. Atau kalau mau sedikit lebih luas, pilihannya mentok di antara nasi uduk yang gurihnya pol, atau roti tawar yang diolesi selai seadanya karena sudah telat masuk kantor. Tapi, pernahkah terlintas di pikiranmu kalau di belahan dunia lain, orang-orang memulai hari mereka dengan sesuatu yang mungkin bikin dahi kita berkerut?

Sarapan itu sejatinya adalah soal kebiasaan dan budaya. Apa yang menurut kita aneh, bagi orang di negara lain adalah asupan energi wajib sebelum menghadapi kenyataan hidup. Nah, buat kamu yang bosan dengan menu itu-itu saja, mari kita keliling dunia lewat meja makan dan melihat beberapa menu sarapan paling unik, nyentrik, dan mungkin sedikit ekstrem yang pernah ada.

1. Natto: Kedelai Lengket yang Menguji Nyali dari Jepang

Kalau kamu penggemar anime atau sering nonton konten kuliner Jepang, nama Natto pasti sudah tidak asing lagi. Tapi, mencium aromanya secara langsung adalah perkara lain. Natto adalah kacang kedelai yang difermentasi dengan bakteri Bacillus subtilis. Hasilnya? Kedelai yang diselimuti lendir lengket, elastis seperti jaring laba-laba, dan aroma yang... ya, katakanlah mirip kaos kaki basah yang lupa dijemur selama tiga hari.

Meskipun aromanya menantang maut, bagi orang Jepang, Natto adalah superfood. Biasanya dimakan bareng nasi hangat, kecap asin, dan mustard. Teksturnya yang licin dan berlendir di mulut memang butuh waktu buat dibiasakan. Tapi katanya, sekali kamu jatuh cinta, kamu bakal ketagihan sama sensasi gurih dan manfaat kesehatannya yang luar biasa bagi jantung. Berani coba buat gantiin nasi gorengmu besok pagi?

2. Century Egg: Telur Berusia Seabad (Tapi Bohong)

Di Tiongkok dan beberapa wilayah Asia Timur, ada menu sarapan yang tampilannya cukup intimidatif: Pidhan atau Telur Phitan. Orang Barat sering menyebutnya Century Egg. Tenang saja, telur ini tidak benar-benar disimpan selama seratus tahun kok. Telur ini cuma diawetkan dalam campuran lempung, abu, garam, dan kapur selama beberapa minggu atau bulan.



Hasil dari proses "penyiksaan" telur ini adalah bagian putih telur yang berubah jadi jeli transparan berwarna cokelat gelap, sementara kuning telurnya berubah jadi hijau kehitaman dengan tekstur creamy. Aromanya? Tajam seperti belerang atau amonia. Biasanya telur ini dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam bubur panas. Meski penampilannya mirip barang peninggalan purbakala, rasanya sangat kaya dan gurih. Benar-benar definisi dari don't judge a book by its cover.

3. Menudo: Sup Jeroan Penghalau Mabuk dari Meksiko

Meksiko punya cara unik buat bangun pagi, terutama setelah malam yang panjang dan penuh pesta. Namanya Menudo. Ini bukan grup vokal zamannya Ricky Martin ya, melainkan sup tradisional yang berbahan dasar perut sapi (babat) yang dimasak dalam kuah cabai merah yang pedas dan segar.

Menudo sering dianggap sebagai obat mujarab untuk mengatasi hangover atau pusing setelah mabuk. Tekstur babat yang kenyal berpadu dengan kuah pedas-asam benar-benar bisa bikin mata langsung melek. Di Indonesia kita punya soto babat, tapi Menudo punya level keasaman dan aroma rempah yang sangat berbeda. Rasanya seperti mendapat pukulan semangat langsung di lidah sejak suapan pertama.

4. Haggis: Jantung dan Paru Domba dalam Perut dari Skotlandia

Kalau kamu sarapan di Skotlandia, jangan kaget kalau disuguhi gumpalan daging berwarna gelap yang disebut Haggis. Ini adalah makanan nasional mereka yang cukup legendaris sekaligus kontroversial bagi sebagian orang. Haggis terbuat dari jeroan domba (jantung, hati, dan paru-paru) yang dicincang dengan bawang bombay, oatmeal, lemak, dan rempah-rempah.

Yang unik, semua bahan itu dulunya dibungkus di dalam lambung domba dan direbus selama berjam-jam (meski sekarang sudah banyak yang pakai pembungkus sintetis). Rasanya sangat nutty dan gurih karena ada campuran gandumnya. Biasanya disajikan bareng telur mata sapi dan sosis. Memang kedengarannya ekstrem, tapi bagi orang sana, ini adalah sarapan juara yang bikin kenyang sampai siang bolong.



5. Vegemite: Selai Hitam yang Membelah Dunia dari Australia

Pernahkah kamu membayangkan sarapan dengan selai yang rasanya asin, pahit, dan punya aroma ragi yang sangat kuat? Selamat datang di dunia Vegemite. Bagi orang Australia, Vegemite adalah identitas nasional. Tapi bagi orang luar, selai hitam pekat ini sering dianggap sebagai "prank" kuliner.

Dibuat dari sisa ekstrak ragi pembuat bir, Vegemite biasanya dioleskan sangat tipis di atas roti panggang yang sudah diberi mentega. Kuncinya adalah: jangan sekali-kali mengolesnya setebal selai cokelat kalau kamu nggak mau lidahmu protes keras. Rasanya sangat umami dan kaya vitamin B. Ini adalah tipe makanan yang kalau kamu nggak benci banget, ya pasti suka banget. Tidak ada jalan tengah.

6. Gallo Pinto: Kekuatan Nasi dan Kacang dari Amerika Tengah

Di Kosta Rika dan Nikaragua, sarapan bukan soal yang mewah, tapi soal ketahanan. Gallo Pinto, yang secara harfiah berarti "ayam jago berbintik", sebenarnya tidak mengandung ayam sama sekali. Ini adalah hidangan nasi yang dicampur dengan kacang hitam atau kacang merah yang sudah dimasak sejak semalam sebelumnya.

Kuncinya ada pada nasi "kemarin" yang digoreng bersama kacang dan bumbu-bumbu seperti bawang putih dan paprika sampai warnanya menyatu. Sederhana? Memang. Tapi saat disajikan dengan keju goreng, tortilla, dan pisang raja goreng, sarapan ini terasa seperti pelukan hangat di pagi hari. Menu ini membuktikan bahwa bahan-bahan sederhana bisa jadi luar biasa kalau diolah dengan hati (dan bumbu yang pas).

Menjelajahi menu sarapan dunia menyadarkan kita bahwa "normal" itu relatif. Apa yang bagi kita tampak aneh, bagi orang lain adalah rasa rumah. Jadi, kalau suatu saat kamu punya kesempatan traveling ke luar negeri, jangan cuma cari gerai makanan cepat saji yang sudah pasti rasanya. Cobalah tantang lidahmu dengan menu-menu unik ini. Siapa tahu, sarapan favoritmu yang baru ternyata bukan nasi uduk depan komplek, melainkan kedelai berlendir dari Tokyo atau sup babat dari Mexico City. Selamat sarapan!