Mengenal Sisi Jauh Bulan yang Tidak Pernah Terlihat Langsung dari Bumi, Ini Keunikannya
Liaa - Saturday, 07 November 2026 | 07:32 AM


Bulan merupakan benda langit yang selalu menarik untuk diamati dari Bumi. Ketika malam tiba, permukaannya terkadang terlihat terang dengan berbagai bentuk fase, mulai dari bulan sabit hingga bulan purnama. Namun, tahukah kamu bahwa ada bagian Bulan yang tidak pernah terlihat secara langsung dari permukaan Bumi?
Bagian tersebut dikenal sebagai sisi jauh Bulan atau far side of the Moon. Wilayah ini memiliki karakteristik permukaan yang berbeda dari bagian Bulan yang biasa kita lihat. Keberadaannya bahkan baru berhasil diamati melalui bantuan wahana antariksa pada tahun 1959.
Menariknya, sisi jauh Bulan bukan berarti wilayah yang selalu berada dalam kegelapan. Ada sejumlah fakta ilmiah yang membuat bagian ini menjadi salah satu objek penelitian penting dalam dunia astronomi.
Lantas, apa saja keunikan sisi jauh Bulan? Berikut penjelasannya.
1. Mengapa Sisi Jauh Bulan Tidak Terlihat dari Bumi?
Alasan utama sisi jauh Bulan tidak terlihat secara langsung dari Bumi adalah karena adanya fenomena yang disebut tidal locking atau penguncian pasang surut.
Fenomena ini terjadi karena waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berputar pada porosnya hampir sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengelilingi Bumi.
Bulan membutuhkan sekitar 27,3 hari untuk menyelesaikan satu kali rotasi dan satu kali revolusi terhadap Bumi.
Akibat gerakan tersebut, bagian permukaan Bulan yang sama selalu menghadap ke arah Bumi. Sementara itu, bagian lainnya terus berada di sisi yang berlawanan.
Kondisi ini bukan berarti Bulan tidak berputar. Justru, rotasi Bulan menjadi alasan mengapa manusia di Bumi hanya dapat melihat satu sisi yang sama secara terus-menerus.
2. Sisi Jauh Bulan Tidak Selalu Gelap
Banyak orang mengenal sisi jauh Bulan dengan sebutan dark side of the Moon atau sisi gelap Bulan. Padahal, istilah tersebut sebenarnya kurang tepat secara ilmiah.
Sisi jauh Bulan tetap mendapatkan cahaya Matahari seperti bagian yang menghadap Bumi. Perbedaannya hanya terletak pada posisi wilayah tersebut terhadap pengamat di Bumi.
Ketika Bulan berada pada fase bulan baru, bagian jauh Bulan justru mendapatkan pencahayaan Matahari yang lebih banyak dibandingkan sisi yang menghadap Bumi.
Seperti Bumi, Bulan juga mengalami pergantian siang dan malam. Setiap wilayah permukaannya dapat mengalami periode terang dan gelap seiring pergerakan Bulan mengelilingi Bumi.
Oleh karena itu, istilah yang lebih tepat untuk menyebut wilayah tersebut adalah sisi jauh Bulan, bukan sisi gelap Bulan.
3. Pertama Kali Difoto pada Tahun 1959
Sebelum teknologi antariksa berkembang, manusia belum pernah melihat secara langsung seperti apa bentuk sisi jauh Bulan.
Perubahan besar terjadi pada Oktober 1959 ketika wahana antariksa Luna 3 milik Uni Soviet berhasil mengambil gambar pertama wilayah tersebut.
Meskipun kualitas gambarnya masih terbatas, hasil pengamatan itu memberikan informasi baru mengenai bentuk permukaan Bulan yang sebelumnya belum pernah diketahui manusia.
Sejak saat itu, berbagai misi antariksa terus dilakukan untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas dan mempelajari karakteristik wilayah tersebut.
Penelitian menggunakan satelit pengorbit Bulan kemudian memungkinkan para ilmuwan memetakan permukaannya dengan tingkat detail yang jauh lebih baik.
4. Permukaannya Dipenuhi Kawah Tumbukan
Salah satu karakteristik paling menarik dari sisi jauh Bulan adalah permukaannya yang dipenuhi banyak kawah.
Kawah-kawah tersebut terbentuk akibat tumbukan asteroid, meteoroid, dan komet yang terjadi selama miliaran tahun.
Karena Bulan hampir tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi, benda-benda kecil dari luar angkasa dapat mencapai permukaannya dan meninggalkan bekas tumbukan.
Banyaknya kawah tersebut membuat permukaan sisi jauh Bulan terlihat lebih kasar dan tidak beraturan dibandingkan beberapa wilayah di sisi dekat Bulan.
Kondisi ini juga memberikan petunjuk penting kepada para ilmuwan mengenai sejarah pembentukan dan perkembangan geologi Bulan.
5. Memiliki Lebih Sedikit Dataran Gelap Dibandingkan Sisi Dekat
Jika diperhatikan melalui gambar dari wahana antariksa, sisi jauh Bulan memiliki tampilan yang cukup berbeda dari bagian yang biasa terlihat dari Bumi.
Sisi dekat Bulan memiliki banyak dataran luas berwarna gelap yang dikenal sebagai lunar maria. Wilayah tersebut sebenarnya merupakan dataran yang terbentuk dari lava purba yang membeku.
Sementara itu, sisi jauh Bulan memiliki jumlah dataran gelap yang jauh lebih sedikit. Sebagian besar permukaannya didominasi oleh dataran tinggi yang dipenuhi kawah.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang masih menarik perhatian para peneliti karena berkaitan dengan perbedaan ketebalan kerak dan sejarah geologi kedua belahan Bulan.
6. Memiliki Potensi sebagai Lokasi Penelitian Radio Astronomi
Sisi jauh Bulan ternyata juga memiliki keistimewaan dalam bidang penelitian astronomi.
Karena posisinya membelakangi Bumi, wilayah ini dapat terlindung dari sebagian besar gangguan gelombang radio yang berasal dari aktivitas manusia di planet kita.
Kondisi tersebut membuat sisi jauh Bulan berpotensi menjadi lokasi pemasangan teleskop radio untuk mempelajari sinyal dari alam semesta.
Para ilmuwan dapat memanfaatkan lingkungan yang relatif lebih tenang dari gangguan radio Bumi untuk melakukan pengamatan terhadap fenomena kosmik tertentu.
Gagasan pembangunan fasilitas radio astronomi di wilayah tersebut menjadi salah satu alasan mengapa eksplorasi sisi jauh Bulan terus menarik perhatian para peneliti.
7. Menjadi Target Penting dalam Eksplorasi Antariksa
Sisi jauh Bulan memiliki nilai ilmiah yang sangat besar karena menyimpan informasi mengenai sejarah pembentukan satelit alami Bumi.
Berbagai wahana antariksa telah dikirim untuk mempelajari wilayah tersebut melalui pemetaan permukaan, pengamatan kawah, dan penelitian kondisi geologinya.
Informasi yang diperoleh dapat membantu para ilmuwan memahami perbedaan antara kedua sisi Bulan serta proses yang membentuk permukaannya selama miliaran tahun.
Selain itu, penelitian tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan teknologi dan perencanaan misi eksplorasi manusia di masa mendatang.
Kesimpulan
Sisi jauh Bulan merupakan bagian permukaan satelit alami Bumi yang tidak pernah terlihat secara langsung dari Bumi karena fenomena penguncian pasang surut atau tidal locking.
Meskipun sering disebut sisi gelap Bulan, wilayah ini sebenarnya tetap mendapatkan cahaya Matahari. Sisi jauh Bulan juga memiliki karakteristik unik, seperti jumlah kawah yang lebih banyak, dataran gelap yang lebih sedikit, serta potensi sebagai lokasi penelitian radio astronomi.
Keberadaannya membuktikan bahwa masih banyak hal menarik dari Bulan yang perlu dipelajari. Melalui perkembangan teknologi antariksa, manusia kini dapat mengenal lebih jauh wilayah yang selama ribuan tahun hanya menjadi bagian tersembunyi dari satelit alami Bumi.
Next News

Mengapa Ada Pulau yang Tidak Memiliki Penduduk Tetap? Ini Beberapa Faktor Penyebabnya
9 hours ago

Pulau Terpadat di Dunia dan Bagaimana Penduduknya Bertahan Hidup
9 hours ago

Mengenal Pulau Samosir yang Terletak di Tengah Danau Toba, Ini Keunikannya
9 hours ago

Mengapa Tidak Ada Suara yang Bisa Terdengar di Permukaan Bulan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
9 hours ago

Mengapa Astronaut Bisa Melompat Lebih Tinggi di Permukaan Bulan? Ini Penjelasannya
in 3 hours

Benarkah Bulan Memiliki Gempa yang Disebut Moonquake? Ini Fakta Ilmiahnya
9 hours ago

Bagaimana Cara Menyimpan Minyak Goreng agar Tidak Cepat Tengik? Ini Tips yang Benar
9 hours ago

Bagaimana Minyak Bumi Terbentuk Jauh di Bawah Permukaan Tanah? Ini Prosesnya
9 hours ago

Benarkah Minyak Kelapa Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Rambut? Kenali Manfaatnya
9 hours ago

Mengapa Kangguru Lebih Banyak Ditemukan di Australia? Ini Penjelasan Ilmiahnya
9 hours ago





