Benarkah Bulan Memiliki Gempa yang Disebut Moonquake? Ini Fakta Ilmiahnya
Liaa - Saturday, 07 November 2026 | 07:29 AM


Bulan selama ini dikenal sebagai benda langit yang tampak tenang ketika diamati dari Bumi. Permukaannya dipenuhi kawah, pegunungan, dan dataran luas yang terbentuk akibat berbagai proses alam selama miliaran tahun. Namun, di balik penampilannya yang terlihat diam, ternyata Bulan juga mengalami aktivitas getaran yang menyerupai gempa bumi.
Fenomena tersebut dikenal dengan istilah moonquake atau gempa Bulan. Keberadaan getaran ini telah dibuktikan melalui penelitian menggunakan alat pendeteksi gempa yang pernah dipasang oleh para astronaut dalam misi Apollo.
Menariknya, gempa Bulan memiliki beberapa penyebab yang berbeda dari gempa bumi. Bahkan, sebagian getarannya dapat berlangsung jauh lebih lama dibandingkan gempa yang biasa terjadi di Bumi.
Lantas, benarkah Bulan bisa mengalami gempa? Berikut penjelasannya.
1. Apa Itu Moonquake?
Moonquake merupakan istilah ilmiah untuk menyebut aktivitas getaran atau gempa yang terjadi di Bulan. Fenomena ini memiliki kemiripan dengan gempa bumi karena sama-sama menghasilkan gelombang seismik yang merambat melalui bagian dalam benda langit.
Keberadaan moonquake pertama kali diketahui melalui instrumen seismometer yang dibawa dalam misi Apollo. Alat tersebut dipasang di beberapa lokasi permukaan Bulan untuk merekam getaran dan membantu para ilmuwan mempelajari struktur bagian dalamnya.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Bulan bukan benda langit yang sepenuhnya tidak aktif secara geologi. Meskipun aktivitasnya berbeda dengan Bumi, terdapat berbagai proses yang dapat menghasilkan getaran di permukaannya maupun jauh di bagian dalamnya.
2. Gravitasi Bumi Dapat Memicu Gempa di Bulan
Salah satu penyebab moonquake adalah pengaruh gaya gravitasi Bumi terhadap Bulan.
Seperti diketahui, Bumi dan Bulan saling memberikan tarikan gravitasi. Interaksi tersebut tidak hanya memengaruhi pasang surut air laut di Bumi, tetapi juga dapat menimbulkan perubahan tekanan pada bagian dalam Bulan.
Perubahan tekanan akibat gaya pasang surut tersebut dapat memicu getaran di kedalaman tertentu. Jenis gempa ini dikenal sebagai deep moonquake atau gempa Bulan dalam.
Gempa jenis tersebut umumnya terjadi secara berulang mengikuti siklus pasang surut yang dipengaruhi posisi Bumi dan Bulan.
3. Bulan yang Mendingin Dapat Mengalami Penyusutan
Penyebab lainnya berkaitan dengan proses pendinginan bagian dalam Bulan.
Sejak terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, Bulan secara bertahap kehilangan panas internalnya. Proses pendinginan tersebut menyebabkan bagian dalamnya mengalami penyusutan.
Ketika ukuran Bulan sedikit berkurang, lapisan keraknya dapat mengalami tekanan hingga membentuk patahan atau retakan. Pergerakan pada patahan tersebut kemudian dapat menghasilkan gempa dangkal.
Menurut penelitian NASA, diameter Bulan diperkirakan telah menyusut sekitar 50 meter dalam beberapa ratus juta tahun terakhir.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun Bulan terlihat seperti benda langit yang sudah tidak banyak berubah, proses geologi masih dapat berlangsung di dalamnya.
4. Perubahan Suhu Ekstrem Juga Menyebabkan Getaran
Bulan memiliki perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam. Tanpa atmosfer tebal seperti Bumi, permukaannya dapat mengalami perubahan temperatur secara ekstrem.
Ketika terkena sinar Matahari, batuan di permukaan Bulan mengalami pemanasan dan pemuaian. Sebaliknya, saat malam tiba, batuan akan mendingin dan mengalami penyusutan.
Perubahan suhu berulang tersebut dapat menyebabkan batuan mengalami retakan kecil hingga menghasilkan getaran.
Jenis getaran ini disebut thermal moonquake atau gempa termal. Peristiwa tersebut biasanya terjadi di dekat permukaan Bulan akibat perubahan suhu yang berlangsung secara berkala.
5. Tumbukan Meteoroid Dapat Menghasilkan Gempa Bulan
Selain aktivitas dari dalam Bulan, getaran juga dapat muncul akibat benda langit yang menghantam permukaannya.
Meteoroid yang bergerak di ruang angkasa dapat menabrak Bulan dan menghasilkan energi tumbukan. Energi tersebut kemudian merambat sebagai gelombang seismik ke berbagai bagian permukaan dan interior Bulan.
Berbeda dengan Bumi yang memiliki atmosfer untuk membakar atau memperlambat sebagian besar benda kecil dari luar angkasa, Bulan hampir tidak memiliki perlindungan atmosfer.
Akibatnya, meteoroid dapat mencapai permukaan Bulan dengan kecepatan tinggi dan membentuk kawah sekaligus menghasilkan getaran.
6. Gempa Bulan Dapat Berlangsung Lebih Lama daripada Gempa Bumi
Salah satu fakta menarik mengenai moonquake adalah durasi getarannya yang dapat berlangsung cukup lama.
Pada beberapa peristiwa yang tercatat dalam misi Apollo, gempa dangkal di Bulan diketahui dapat berlangsung lebih dari 10 menit. Bahkan, penelitian NASA menyebutkan bahwa beberapa getaran dapat bertahan hingga berjam-jam.
Hal ini berkaitan dengan kondisi material penyusun Bulan yang relatif kering dan memiliki karakteristik berbeda dari batuan di Bumi.
Di Bumi, air dan proses pelapukan membantu mengubah karakteristik batuan sehingga energi getaran dapat lebih cepat melemah. Sementara itu, struktur Bulan yang lebih kering dan kaku memungkinkan gelombang seismik bertahan lebih lama.
7. Moonquake Membantu Ilmuwan Mempelajari Bagian Dalam Bulan
Penelitian mengenai moonquake tidak hanya bertujuan mengetahui aktivitas gempa di Bulan. Data getaran tersebut juga memberikan informasi penting tentang struktur internal satelit alami Bumi.
Dengan mempelajari kecepatan dan pola perambatan gelombang seismik, para ilmuwan dapat memperkirakan kondisi lapisan batuan, mantel, hingga inti Bulan.
Informasi tersebut sangat berguna untuk memahami bagaimana Bulan terbentuk dan mengalami perubahan selama miliaran tahun.
Selain itu, penelitian moonquake juga penting bagi perencanaan misi luar angkasa di masa depan, terutama pembangunan fasilitas penelitian dan tempat tinggal astronaut di permukaan Bulan.
Bulan ternyata benar-benar mengalami gempa yang dikenal dengan istilah moonquake. Fenomena ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tarikan gravitasi Bumi, penyusutan akibat pendinginan internal, perubahan suhu ekstrem, serta tumbukan meteoroid.
Meskipun mekanismenya berbeda dari gempa bumi, aktivitas tersebut membuktikan bahwa Bulan masih mengalami proses geologi. Penelitian mengenai moonquake juga membantu para ilmuwan memahami struktur bagian dalam Bulan sekaligus mempersiapkan eksplorasi manusia di masa mendatang.
Next News

Mengapa Ada Pulau yang Tidak Memiliki Penduduk Tetap? Ini Beberapa Faktor Penyebabnya
9 hours ago

Pulau Terpadat di Dunia dan Bagaimana Penduduknya Bertahan Hidup
9 hours ago

Mengenal Pulau Samosir yang Terletak di Tengah Danau Toba, Ini Keunikannya
9 hours ago

Mengapa Tidak Ada Suara yang Bisa Terdengar di Permukaan Bulan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
9 hours ago

Mengapa Astronaut Bisa Melompat Lebih Tinggi di Permukaan Bulan? Ini Penjelasannya
in 3 hours

Mengenal Sisi Jauh Bulan yang Tidak Pernah Terlihat Langsung dari Bumi, Ini Keunikannya
9 hours ago

Bagaimana Cara Menyimpan Minyak Goreng agar Tidak Cepat Tengik? Ini Tips yang Benar
9 hours ago

Bagaimana Minyak Bumi Terbentuk Jauh di Bawah Permukaan Tanah? Ini Prosesnya
9 hours ago

Benarkah Minyak Kelapa Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Rambut? Kenali Manfaatnya
9 hours ago

Mengapa Kangguru Lebih Banyak Ditemukan di Australia? Ini Penjelasan Ilmiahnya
9 hours ago





