Mengapa Tidak Ada Suara yang Bisa Terdengar di Permukaan Bulan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Liaa - Saturday, 07 November 2026 | 07:39 AM


Bulan merupakan salah satu benda langit yang memiliki banyak keunikan. Selain memiliki gravitasi yang lebih lemah dibandingkan Bumi, satelit alami ini juga dikenal sebagai tempat yang sangat sunyi. Berbeda dengan kehidupan di Bumi yang dipenuhi berbagai suara, seperti percakapan manusia, kicauan burung, hingga suara kendaraan, kondisi di permukaan Bulan sangat berbeda.
Keadaan tersebut bukan karena Bulan tidak memiliki aktivitas. Di sana terdapat berbagai fenomena alam, seperti tumbukan meteoroid, pergerakan debu, dan aktivitas geologi yang dapat menghasilkan getaran.
Namun, suara dari aktivitas tersebut tidak dapat merambat melalui ruang terbuka seperti yang terjadi di Bumi. Penyebab utamanya adalah hampir tidak adanya atmosfer di Bulan.
Lantas, mengapa suara tidak bisa terdengar di permukaan Bulan? Berikut beberapa penjelasannya.
1. Bulan Hampir Tidak Memiliki Atmosfer
Alasan utama tidak adanya suara yang dapat merambat di permukaan Bulan adalah karena satelit alami Bumi ini hampir tidak memiliki atmosfer.
Di Bumi, atmosfer menyediakan udara yang menjadi medium bagi gelombang suara untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Ketika seseorang berbicara, getaran pita suara membuat molekul udara di sekitarnya ikut bergetar.
Getaran tersebut kemudian merambat melalui udara hingga mencapai telinga pendengar dan diterjemahkan oleh otak sebagai suara.
Sementara itu, Bulan hanya memiliki lapisan gas yang sangat tipis dan dikenal sebagai eksosfer. Kepadatan partikel di dalamnya terlalu rendah untuk menghantarkan suara seperti udara di Bumi.
Akibatnya, suara yang dihasilkan di ruang terbuka permukaan Bulan tidak dapat merambat hingga terdengar oleh orang lain.
2. Suara Membutuhkan Medium untuk Merambat
Suara merupakan gelombang mekanik yang membutuhkan medium untuk merambat. Medium tersebut dapat berupa gas, cairan, maupun benda padat.
Di Bumi, suara biasanya merambat melalui udara. Namun, suara juga dapat bergerak melalui air dan benda padat karena partikel-partikel penyusunnya dapat meneruskan getaran.
Sebagai contoh, seseorang dapat mendengar suara ketukan dari balik dinding karena getaran merambat melalui material bangunan.
Berbeda dengan kondisi tersebut, ruang terbuka di permukaan Bulan hampir merupakan ruang hampa. Karena tidak tersedia cukup partikel untuk meneruskan getaran, suara tidak dapat merambat seperti biasanya.
Inilah alasan mengapa suara tidak bisa terdengar secara langsung di lingkungan Bulan yang terbuka.
3. Ledakan di Bulan Tidak Menghasilkan Suara yang Terdengar Seperti di Film
Dalam berbagai film fiksi ilmiah, ledakan pesawat luar angkasa sering digambarkan menghasilkan suara keras di tengah ruang angkasa.
Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan ilmiah.
Jika terjadi ledakan di permukaan Bulan, energi ledakan memang dapat menghasilkan cahaya, panas, serta gelombang kejut yang melibatkan material di sekitarnya. Akan tetapi, suara tidak dapat merambat melalui ruang hampa untuk mencapai telinga seseorang yang berada jauh dari sumber ledakan.
Dengan kata lain, seseorang yang berada di lokasi lain tidak akan mendengar suara ledakan tersebut melalui udara seperti ketika terjadi ledakan di Bumi.
4. Astronaut Tetap Bisa Berkomunikasi Menggunakan Radio
Meskipun suara tidak dapat merambat secara langsung melalui ruang terbuka di Bulan, astronaut tetap bisa berkomunikasi satu sama lain.
Hal ini dimungkinkan karena mereka menggunakan perangkat komunikasi radio yang terpasang pada pakaian antariksa.
Ketika astronaut berbicara, mikrofon menangkap suara dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut kemudian dikirim menggunakan gelombang radio kepada astronaut lain atau pusat kendali di Bumi.
Gelombang radio merupakan gelombang elektromagnetik yang tidak membutuhkan udara untuk merambat. Karena itu, teknologi ini dapat digunakan untuk komunikasi di ruang hampa.
Melalui sistem tersebut, astronaut dapat bertukar informasi meskipun berada di lingkungan yang hampir tidak memiliki atmosfer.
5. Suara Masih Bisa Didengar di Dalam Pakaian Antariksa
Meskipun lingkungan luar Bulan sangat sunyi, bukan berarti astronaut tidak dapat mendengar apa pun selama menjalankan tugasnya.
Di dalam pakaian antariksa terdapat sistem komunikasi yang memungkinkan astronaut mendengar suara melalui perangkat khusus.
Selain itu, getaran juga dapat merambat melalui benda padat. Misalnya, ketika astronaut mengetuk permukaan benda atau peralatan, getaran dapat diteruskan melalui material yang bersentuhan.
Namun, suara tersebut tidak merambat melalui ruang terbuka di luar pakaian antariksa.
6. Bulan Tetap Mengalami Getaran dan Gempa
Satu hal menarik yang perlu diketahui adalah Bulan sebenarnya memiliki aktivitas seismik atau getaran yang dikenal sebagai moonquake.
Getaran tersebut dapat terjadi akibat tarikan gravitasi Bumi, perubahan suhu, aktivitas geologi, maupun tumbukan benda langit.
Para ilmuwan telah mempelajari fenomena ini menggunakan seismometer yang dipasang melalui misi Apollo.
Alat tersebut mampu mendeteksi gelombang seismik yang merambat melalui bagian dalam Bulan. Artinya, meskipun suara tidak dapat merambat melalui ruang terbuka, getaran tetap bisa bergerak melalui material padat penyusun Bulan.
Penelitian ini membantu para ilmuwan memahami struktur dan aktivitas bagian dalam satelit alami Bumi tersebut.
Kesimpulan
Tidak adanya suara yang dapat terdengar di permukaan Bulan disebabkan oleh hampir tidak adanya atmosfer yang berfungsi sebagai medium perambatan gelombang suara.
Meskipun demikian, suara tetap dapat dihasilkan dan getaran masih bisa merambat melalui benda padat. Astronaut juga dapat berkomunikasi menggunakan gelombang radio yang tidak membutuhkan udara untuk bergerak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa suara sangat bergantung pada keberadaan medium perambatan. Tanpa medium yang memadai, suara tidak dapat mencapai telinga manusia meskipun sumber bunyinya menghasilkan energi yang sangat besar.
Next News

Mengapa Ada Pulau yang Tidak Memiliki Penduduk Tetap? Ini Beberapa Faktor Penyebabnya
8 hours ago

Pulau Terpadat di Dunia dan Bagaimana Penduduknya Bertahan Hidup
8 hours ago

Mengenal Pulau Samosir yang Terletak di Tengah Danau Toba, Ini Keunikannya
8 hours ago

Mengapa Astronaut Bisa Melompat Lebih Tinggi di Permukaan Bulan? Ini Penjelasannya
in 4 hours

Mengenal Sisi Jauh Bulan yang Tidak Pernah Terlihat Langsung dari Bumi, Ini Keunikannya
9 hours ago

Benarkah Bulan Memiliki Gempa yang Disebut Moonquake? Ini Fakta Ilmiahnya
9 hours ago

Bagaimana Cara Menyimpan Minyak Goreng agar Tidak Cepat Tengik? Ini Tips yang Benar
9 hours ago

Bagaimana Minyak Bumi Terbentuk Jauh di Bawah Permukaan Tanah? Ini Prosesnya
9 hours ago

Benarkah Minyak Kelapa Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Rambut? Kenali Manfaatnya
9 hours ago

Mengapa Kangguru Lebih Banyak Ditemukan di Australia? Ini Penjelasan Ilmiahnya
9 hours ago





