Senin, 24 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Setelah Menangis Bisa Sakit Kepala? Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Tata - Saturday, 15 August 2026 | 11:59 AM

Background
Mengapa Setelah Menangis Bisa Sakit Kepala? Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Menangis merupakan respons alami tubuh ketika seseorang mengalami berbagai emosi, seperti sedih, kecewa, terharu, atau bahkan merasa sangat lega. Namun, pada sebagian orang, menangis justru diikuti dengan munculnya sakit kepala.

Sakit kepala setelah menangis dapat terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah ketegangan otot. Ketika menangis cukup lama atau kuat, otot di sekitar wajah, rahang, leher, dan kepala dapat ikut menegang. Ketegangan tersebut dapat memicu sakit kepala.

Selain itu, menangis dapat membuat hidung menjadi lebih berair atau tersumbat. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan rasa penuh atau tekanan di sekitar hidung, dahi, dan area wajah yang kemudian terasa seperti sakit kepala.

Perubahan pola pernapasan juga dapat berpengaruh. Saat menangis, seseorang bisa bernapas lebih cepat atau tidak teratur. Setelah tangisan berhenti, kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang merasa pusing atau tidak nyaman di kepala.

Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah kondisi tubuh sebelum menangis. Jika seseorang kurang minum atau sedang kelelahan, sakit kepala dapat lebih mudah muncul.



Tidak hanya faktor fisik, emosi yang menjadi penyebab seseorang menangis juga dapat berperan. Tekanan emosional dan stres dapat memicu sakit kepala tegang atau memperburuk kecenderungan mengalami sakit kepala pada sebagian orang.

Untuk membantu meredakan keluhan, seseorang dapat beristirahat di tempat yang tenang, minum air secukupnya, mengatur napas secara perlahan, serta mencoba merilekskan bahu, leher, dan wajah.

Namun, sakit kepala yang sangat berat, muncul secara tiba-tiba, terus berulang, atau disertai gangguan penglihatan, muntah berulang, pingsan, kelemahan atau kebas perlu mendapat perhatian medis. Jika mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera meminta bantuan orang tua atau wali dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.