Mengapa Pisang Bisa Lebih Cepat Matang Jika Disimpan Bersama Buah Lain?
icaa - Monday, 12 October 2026 | 10:18 AM


Pisang merupakan buah yang mudah mengalami perubahan warna, tekstur, dan rasa setelah dipanen. Kulitnya yang semula hijau perlahan berubah menjadi kuning, daging buah menjadi lebih lunak, dan rasanya semakin manis. Proses ini dapat berlangsung lebih cepat ketika pisang disimpan bersama buah tertentu.
Penyebabnya berkaitan dengan gas etilen, yaitu senyawa alami yang diproduksi oleh sejumlah buah selama proses pematangan. Gas ini berperan sebagai hormon tumbuhan yang mengatur berbagai perubahan pada buah, termasuk pisang.
1. Gas Etilen Mempercepat Proses Pematangan
Etilen merupakan hormon tumbuhan berbentuk gas yang berperan penting dalam pematangan buah, terutama buah klimakterik seperti pisang, apel, dan alpukat.
Ketika pisang menghasilkan atau terpapar etilen, gas tersebut memicu serangkaian perubahan fisiologis. Pati di dalam daging buah diuraikan menjadi gula yang lebih sederhana, tekstur buah melunak, dan warna kulit berubah dari hijau menjadi kuning.
Proses tersebut membuat pisang yang sebelumnya terasa keras dan kurang manis menjadi lebih lunak serta memiliki rasa manis yang khas.
2. Buah Lain Juga Dapat Menghasilkan Etilen
Beberapa jenis buah, seperti apel, alpukat, tomat, dan mangga, dapat menghasilkan etilen selama proses pematangan. Apabila buah-buahan tersebut disimpan berdekatan dengan pisang, etilen yang dilepaskan dapat membantu mempercepat pematangan pisang, terutama jika sirkulasi udara terbatas.
Namun, pengaruhnya bergantung pada jenis buah, tingkat kematangan, suhu penyimpanan, dan konsentrasi etilen di sekitarnya. Menyimpan pisang bersama buah lain tidak selalu menghasilkan perubahan yang sama cepatnya dalam setiap kondisi.
3. Mengapa Pisang Berubah Warna dan Menjadi Lebih Manis?
Saat proses pematangan berlangsung, pisang mengalami sejumlah perubahan yang dapat diamati secara langsung.
Pertama, warna kulit berubah dari hijau menjadi kuning karena klorofil, pigmen hijau pada kulit buah, mulai terurai. Kedua, pati di dalam daging buah diubah menjadi gula sehingga rasanya semakin manis. Ketiga, daging buah menjadi lebih lunak akibat perubahan pada struktur dinding sel.
Selain itu, aroma pisang juga berkembang seiring terbentuknya berbagai senyawa volatil yang memberikan aroma khas buah matang.
Perubahan-perubahan tersebut merupakan bagian alami dari proses pematangan, bukan semata-mata akibat buah terkena udara.
4. Cara Menyimpan Pisang agar Tidak Cepat Matang
Jika ingin pisang bertahan lebih lama, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah.
- Simpan terpisah dari buah penghasil etilen. Jauhkan pisang dari apel, alpukat, dan buah matang lainnya jika ingin memperlambat pematangannya.
- Letakkan di tempat sejuk dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang terlalu panas.
- Hindari menumpuk pisang terlalu rapat. Penanganan yang baik membantu mengurangi memar dan kerusakan yang dapat mempercepat penurunan kualitas.
- Masukkan ke lemari pendingin ketika sudah matang sesuai keinginan. Suhu dingin dapat memperlambat pematangan lebih lanjut, meskipun kulit pisang bisa menjadi lebih gelap. Daging buah biasanya tetap dapat dikonsumsi selama kondisinya masih baik.
- Periksa kondisi buah secara berkala. Pisahkan pisang yang memar atau menunjukkan tanda pembusukan agar kualitas buah lainnya lebih terjaga.
Perlu diketahui bahwa suhu terlalu rendah dapat mengganggu kualitas pisang yang masih mentah. Karena itu, pendinginan umumnya lebih cocok dilakukan ketika pisang sudah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.
5. Bisakah Gas Etilen Dimanfaatkan untuk Mematangkan Pisang Lebih Cepat?
Ya, gas etilen dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat pematangan pisang. Salah satu cara sederhana yang sering digunakan adalah menyimpan pisang bersama apel matang di dalam kantong kertas.
Kantong kertas membantu menahan sebagian gas etilen di sekitar buah, tetapi tetap memungkinkan pertukaran udara. Periksa kondisi pisang setiap hari agar buah tidak terlalu matang.
Hindari menutup buah terlalu rapat dalam plastik tanpa ventilasi karena kelembapan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan pembusukan.
Perlu diingat, pematangan yang lebih cepat tidak selalu berarti buah lebih bergizi. Tujuan utama metode ini adalah mengatur waktu pematangan sesuai kebutuhan.
Next News

Bagaimana Semut Bisa Menemukan Jalan Kembali ke Sarangnya?
7 hours ago

Berbagi Helm dengan Orang Lain, Apakah Bisa Menularkan Kutu Rambut?
in 5 hours

Cacing Tanah Memiliki Banyak Cincin di Tubuhnya, Apakah Setiap Cincin Punya Fungsi?
in 5 hours

Muncul Benjolan Kecil pada Gusi, Kapan Perlu Diwaspadai? Kenali Penyebab dan Tandanya
in 5 hours

Mengapa Wajah Sendiri Terlihat Berbeda di Cermin dan Kamera? Ini Penjelasannya
8 hours ago

Mengapa Gigi Bisa Terasa Ngilu Saat Minum Air Dingin? Kenali Penyebabnya
in 4 hours

Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Memengaruhi Kebersihan Mulut, Ini Alasannya
in 4 hours

Air Putih Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
in 4 hours

Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Mental?
in 4 hours

Bagaimana Burung Bisa Tidur Tanpa Terjatuh dari Ranting? Ini Rahasia di Baliknya
8 hours ago





