Senin, 12 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Gigi Bisa Terasa Ngilu Saat Minum Air Dingin? Kenali Penyebabnya

icaa - Monday, 12 October 2026 | 10:06 PM

Background
Mengapa Gigi Bisa Terasa Ngilu Saat Minum Air Dingin? Kenali Penyebabnya

Minum air dingin seharusnya memberikan sensasi segar. Namun, bagi sebagian orang, aktivitas sederhana ini justru menimbulkan rasa ngilu pada gigi. Sensasinya bisa berupa nyeri singkat yang muncul tiba-tiba ketika gigi bersentuhan dengan minuman dingin.

Keluhan tersebut sering disebut sebagai gigi sensitif. Kondisi ini terjadi ketika lapisan pelindung gigi menipis atau bagian dalam gigi menjadi lebih mudah terpapar rangsangan dari luar. Meski demikian, gigi ngilu juga bisa menjadi tanda adanya gangguan gigi yang membutuhkan pemeriksaan dokter.

1. Lapisan Email Gigi Mengalami Penipisan

Email merupakan lapisan terluar gigi yang berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Jika lapisan ini terkikis akibat kebiasaan tertentu, gigi dapat menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

Kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat berbulu kasar, serta terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman asam dapat berkontribusi terhadap kerusakan email.

Ketika perlindungan email berkurang, rangsangan dingin lebih mudah memicu rasa ngilu pada gigi.



2. Akar Gigi Terbuka Akibat Gusi Menyusut

Gusi berfungsi melindungi bagian bawah gigi, termasuk area akar. Ketika gusi mengalami penyusutan atau resesi, sebagian permukaan akar dapat terbuka.

Berbeda dengan mahkota gigi, permukaan akar tidak dilapisi email. Bagian ini memiliki lapisan yang lebih rentan terhadap rangsangan, sehingga minuman dingin dapat menimbulkan rasa ngilu.

Penyusutan gusi dapat berkaitan dengan penyakit gusi, teknik menyikat gigi yang terlalu agresif, atau faktor lainnya. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

3. Gigi Berlubang atau Mengalami Kerusakan

Rasa ngilu ketika minum air dingin tidak selalu disebabkan oleh gigi sensitif. Gigi berlubang juga dapat menimbulkan reaksi terhadap suhu dingin, terutama ketika kerusakan telah mencapai bagian gigi yang lebih dalam.

Selain itu, gigi yang retak atau tambalan yang rusak dapat membuat jaringan di dalam gigi lebih mudah terangsang.



Jika rasa ngilu hanya muncul pada satu gigi, semakin parah, atau bertahan setelah rangsangan dingin berhenti, sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter gigi.

4. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Asam

Minuman bersoda, jus buah yang asam, serta makanan dengan kandungan asam tinggi dapat melemahkan permukaan email apabila dikonsumsi terlalu sering.

Proses ini dikenal sebagai erosi gigi. Jika berlangsung terus-menerus, perlindungan alami gigi dapat berkurang dan meningkatkan risiko sensitivitas.

Untuk membantu melindungi gigi, batasi konsumsi minuman asam, gunakan air putih sebagai minuman utama, dan hindari menyikat gigi secara langsung setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Berkumur dengan air putih dan menunggu sekitar 30–60 menit sebelum menyikat gigi dapat membantu mengurangi risiko kerusakan email.

5. Cara Mengatasi Gigi Ngilu Saat Minum Air Dingin

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan gigi ngilu, terutama jika penyebabnya adalah sensitivitas gigi.



  • Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Produk ini dapat membantu mengurangi respons saraf terhadap rangsangan jika digunakan secara rutin sesuai petunjuk.
  • Sikat gigi dengan lembut. Pilih sikat berbulu lembut dan gunakan teknik menyikat yang tidak memberikan tekanan berlebihan.
  • Kurangi makanan dan minuman asam. Kebiasaan ini membantu melindungi email dari pengikisan.
  • Jaga kebersihan mulut. Sikat gigi secara teratur dengan pasta gigi berfluorida dan bersihkan sela-sela gigi.
  • Periksakan gigi ke dokter. Jika keluhan berulang, semakin berat, atau tidak membaik, dokter gigi dapat menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.

Perlu diingat, langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi sensitivitas, tetapi tidak menggantikan perawatan untuk gigi berlubang, gigi retak, atau gangguan gusi.