Mengapa Menjaga Silaturahmi Begitu Dianjurkan dalam Islam?
Laila - Saturday, 15 August 2026 | 12:00 PM


Kenapa Sih Kita Harus Banget Silaturahmi? Bukan Cuma Biar Dapat Amplop Pas Lebaran, Lho!
Pernah nggak sih lo merasa mager parah pas diajakin kumpul keluarga besar atau sekadar reuni bareng temen SMA yang isinya cuma pamer pencapaian? Pasti pernah. Rasanya pengen rebahan aja di kamar sambil nge-scroll TikTok daripada harus menjawab pertanyaan basa-basi macam Kapan nikah? atau Sekarang kerja di mana?. Tapi, di balik rasa malas yang sering menghantui itu, ada satu konsep dalam Islam yang sebenernya jadi kunci hidup tenang tapi sering kita anggap remeh: silaturahmi.
Dalam Islam, menjaga silaturahmi itu bukan cuma sekadar etika sosial atau biar dianggap orang baik doang. Ini urusannya serius, bahkan masuk kategori perintah agama yang dampaknya kerasa banget di dunia dan akhirat. Tapi tenang, kita nggak bakal bahas ini pakai bahasa yang kaku kayak buku teks sekolah. Mari kita bedah pelan-pelan kenapa silaturahmi itu sebenernya life hack paling ampuh buat bertahan hidup di zaman yang makin individualis ini.
Katanya Bisa Bikin Panjang Umur dan Murah Rejeki, Emang Masuk Akal?
Lo pasti sering denger hadits yang bilang kalau kita rajin silaturahmi, rejeki bakal dilancarkan dan umur bakal dipanjangkan. Kedengerannya mungkin kayak janji manis di brosur investasi, tapi kalau lo pikir pakai logika yang agak santai, ini masuk akal banget. Rejeki itu kan jalurnya lewat manusia. Lo nggak mungkin tiba-tiba nemu duit jatuh dari langit tanpa perantara, kan?
Coba bayangin, saat lo rajin jaga hubungan baik sama temen lama, saudara, atau bahkan kenalan baru, lo sebenernya lagi membangun networking yang tulus. Bukan networking transaksional ala-ala LinkedIn yang kaku itu, ya. Ini lebih ke hubungan emosional. Pas lo lagi butuh info loker, butuh pinjeman darurat, atau butuh partner bisnis, orang yang pertama kali lo hubungi pasti mereka yang hubungannya lo jaga. Itulah yang namanya pintu rejeki terbuka lewat silaturahmi. Jadi, kalau sekarang lo merasa rejeki lagi seret, coba cek lagi, kapan terakhir kali lo nyapa saudara atau nanya kabar temen tanpa ada maunya?
Terus soal panjang umur. Secara psikologis, manusia itu makhluk sosial. Kesepian itu beneran bisa bikin sakit, lho. Dengan silaturahmi, hormon stres kita berkurang karena kita ngerasa punya support system. Hati yang seneng karena abis ketawa bareng temen atau ngerasa disayang keluarga itu bikin imun tubuh naik. Jadi, masuk akal kan kalau silaturahmi bikin kita lebih awet sehat?
Silaturahmi di Tengah Gempuran Budaya 'Ghosting'
Zaman sekarang, mutusin hubungan itu gampang banget. Tinggal blokir WhatsApp, unfollow Instagram, atau sekadar ghosting pas lagi diajak ketemu. Kita sering merasa lebih nyaman hidup di gua sendiri. Tapi Islam justru ngajarin sebaliknya. Menjaga tali silaturahmi itu hukumnya wajib, apalagi kalau sama saudara sedarah. Bahkan ada ancaman keras buat mereka yang sengaja mutusin tali persaudaraan.
Kenapa sih sampai segitunya? Karena silaturahmi itu ujian kesabaran. Nggak semua saudara itu asik, nggak semua temen itu sefrekuensi. Kadang ada yang mulutnya agak pedes atau perilakunya bikin elus dada. Di sinilah seninya. Islam pengen kita jadi pribadi yang pemaaf dan rendah hati. Kalau lo cuma mau temenan sama yang setuju sama lo doang, ya lo nggak bakal berkembang. Menjaga hubungan sama orang yang nyebelin itu justru pahalanya gede banget karena butuh effort mental yang luar biasa.
Jangan Sampai Tali Silaturahmi Putus Cuma Gara-Gara Grup WhatsApp
Fenomena paling lucu (sekaligus sedih) zaman sekarang adalah keluarga yang berantem cuma gara-gara perbedaan pilihan politik atau hoax di grup WhatsApp keluarga. Ini beneran ironi. Masa iya, hubungan darah yang udah dibangun puluhan tahun kalah sama artikel nggak jelas yang dibagikan lewat chat? Di sini kita harus punya prinsip. Silaturahmi itu harusnya di atas ego pribadi.
Kalau ada perdebatan, mending kita yang ngalah. Bukan ngalah karena kalah, tapi ngalah demi menjaga hubungan. Rasulullah SAW pernah bersabda kalau penyambung silaturahmi yang sejati itu bukan yang cuma baik kalau orang lain baik, tapi dia yang tetap menyambung hubungan pas orang lain justru mutusin hubungan itu. Itu level dewa, sih. Tapi ya memang di situ tantangannya.
Bukan Cuma Buat Kita, Tapi Buat Peradaban
Kalau kita liat dari kacamata yang lebih luas, silaturahmi itu perekat sosial. Bayangin kalau semua orang apatis dan nggak peduli sama tetangga atau saudaranya. Masyarakat bakal rapuh. Islam pengen kita saling peduli. Kalau saudara kita lagi susah, kita tau. Kalau tetangga lagi laper, kita tau. Silaturahmi itu sistem deteksi dini buat masalah sosial.
Jadi, mumpung masih sehat dan punya kuota buat sekadar say hello, yuk mulai lagi buka obrolan. Nggak perlu nunggu momen Lebaran buat minta maaf atau nanya kabar. Kirim meme lucu ke temen lama atau bawain martabak buat kakak lo juga udah termasuk menjaga silaturahmi. Percaya deh, vibes-nya bakal beda pas lo ngerasa lo nggak hidup sendirian di dunia yang makin keras ini.
Kesimpulannya, silaturahmi itu bukan beban. Itu adalah investasi langit yang profitnya kerasa langsung di bumi. Bikin hati tenang, bikin relasi luas, dan pastinya bikin Tuhan sayang. Jadi, abis baca ini, coba deh chat satu orang yang udah lama nggak lo hubungi. Cuma nanya Apa kabar? aja udah cukup kok buat nyambung lagi kabel-kabel persaudaraan yang mungkin udah mulai karatan.
Next News

Mengapa Es Bisa Mengapung di Atas Air?
10 hours ago

Cara Membuat Suasana Belajar di Rumah Lebih Menyenangkan
10 hours ago

Mengenal Filosofi Rumah Adat dari Berbagai Daerah di Indonesia
10 hours ago

Mengapa Setiap Daerah Memiliki Tradisi Pernikahan yang Berbeda?
10 hours ago

8 Bahan Dapur yang Ternyata Bisa Memperkuat Cita Rasa Masakan
10 hours ago

Pentingnya Menjaga Kebersihan Tangan dalam Kehidupan Sehari-hari
10 hours ago

Cara Menjaga Kesehatan Tulang Sejak Usia Muda
10 hours ago

Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Kesehatan Mata
10 hours ago

Sering Bangun dengan Mulut Kering? Kenali Beberapa Penyebabnya
10 hours ago

Tutorial Membersihkan Memori HP agar Tidak Cepat Penuh
20 hours ago





