Sabtu, 15 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Menjaga Kesehatan Tulang Sejak Usia Muda

Laila - Saturday, 15 August 2026 | 12:00 PM

Background
Cara Menjaga Kesehatan Tulang Sejak Usia Muda

Investasi Tulang: Biar Nggak Jadi "Remaja Jompo" Sebelum Waktunya

Pernah nggak sih kamu lagi enak-enak duduk, terus pas mau berdiri tiba-tiba ada suara "kretek" dari arah lutut atau pinggang? Padahal umur baru masuk kepala dua, tapi rasanya kok badan sudah jompo duluan. Fenomena "remaja jompo" ini sekarang lagi hits banget di media sosial. Dari mulai stok koyo yang nggak pernah absen di tas, sampai kebiasaan oles-oles minyak kayu putih sebelum tidur. Lucu sih buat dijadiin konten, tapi kalau dipikir-pikir lagi, ini sebenarnya alarm buat kita semua.

Banyak dari kita yang merasa kalau urusan kesehatan tulang itu urusannya orang tua atau kakek-nenek kita. Kita sering mikir kalau osteoporosis itu penyakit masa depan yang baru bakal datang pas kita sudah pensiun nanti. Masalahnya, tulang itu nggak kayak saldo dompet digital yang bisa di-top up secara instan kapan aja. Tulang kita punya masa "keemasan" atau yang sering disebut para ahli sebagai Peak Bone Mass.

Kenapa Harus Sekarang? Kenapa Nggak Nanti Aja?

Bayangkan tulang kita itu kayak bank tabungan. Dari kita lahir sampai umur sekitar 25-30 tahun, tubuh kita itu lagi rajin-rajinnya menabung massa tulang. Di rentang usia itulah densitas tulang kita mencapai titik maksimalnya. Setelah lewat umur 30, ibaratnya proses pembangunan sudah selesai, dan tubuh mulai lebih banyak "mengambil" daripada "menyimpan".

Jadi, kalau di usia muda kita malas nabung kalsium dan jarang gerak, jangan kaget kalau di masa tua nanti tabungan kita tipis. Tulang jadi rapuh, gampang keropos, dan akhirnya bikin kita nggak bebas gerak. Makanya, mumpung masih muda, mumpung masih bisa lari-lari ngejar diskon atau naik tangga MRT tanpa ngos-ngosan, yuk mulai investasi ke tulang kita sendiri.

Jangan Cuma Bergantung sama Susu

Kalau ngomongin tulang, pikiran kita pasti langsung tertuju ke iklan susu yang modelnya loncat-loncat ceria itu. Memang benar kalau susu itu sumber kalsium yang oke banget, tapi bukan berarti itu satu-satunya cara. Buat kamu yang mungkin punya intoleransi laktosa atau emang nggak doyan susu, tenang aja, jalan menuju tulang kuat masih terbuka lebar.



Kalsium itu bisa didapat dari banyak sumber makanan lokal yang murah meriah tapi nggak murahan. Ikan teri, misalnya. Jangan remehkan ikan kecil ini, karena kita makannya sama tulang-tulangnya, asupan kalsiumnya justru gila-gilaan. Terus ada tempe dan tahu yang sudah jadi makanan wajib kita sehari-hari, ternyata juga bagus buat kepadatan tulang. Jangan lupa juga sayuran hijau kayak brokoli atau sawi. Jadi, pola makan yang beragam itu kuncinya, bukan cuma terpaku pada satu jenis minuman aja.

Mager Adalah Musuh Utama

Budaya "rebahan" memang nikmat tiada tara, apalagi kalau ditemani scrolling TikTok sampai lupa waktu. Tapi tahu nggak sih, kalau tulang kita itu sebenarnya butuh tekanan buat jadi kuat? Tulang itu jaringan hidup yang bakal merespons beban yang kita berikan. Kalau kita cuma diam aja, tulang bakal mikir, "Oh, kayaknya aku nggak perlu kuat-kuat banget nih, kan nggak dipakai kerja berat."

Bukan berarti kamu harus langsung angkat beban kayak atlet binaraga ya. Olahraga weight-bearing atau yang melibatkan beban tubuh sendiri itu sudah cukup banget. Jalan kaki, jogging ringan, naik turun tangga, atau main badminton bareng teman-teman komplek sudah sangat membantu. Intinya, buat tulangmu "kaget" sedikit supaya dia tetap padat dan nggak lembek.

Sinar Matahari Bukan Musuh Kulitmu

Sekarang banyak orang yang parno banget sama matahari. Keluar rumah dikit pakai payung, pakai sunscreen berlapis-lapis, pokoknya jangan sampai kena sinar matahari biar kulit nggak gelap. Padahal, tubuh kita butuh Vitamin D buat bantu penyerapan kalsium. Tanpa Vitamin D yang cukup, kalsium yang kamu makan sebanyak apa pun bakal lewat gitu aja, nggak bisa diserap maksimal sama tulang.

Nggak perlu berjemur berjam-jam sampai gosong juga kali. Cukup 10-15 menit di pagi hari atau sore hari saat matahari nggak terlalu menyengat. Sinar matahari itu gratis, kawan. Sayang banget kalau dilewatkan cuma karena takut kulit jadi sedikit lebih eksotis. Lagian, kulit sehat itu nggak harus selalu putih porselen, yang penting fungsinya maksimal, kan?



Kurangi Gaya Hidup "Hustle Culture" yang Berlebihan

Kebiasaan kita yang sering begadang, minum kopi bergelas-gelas biar tetap melek kerja, sampai merokok, ternyata punya dampak buruk buat tulang. Kafein yang berlebihan dan zat-zat dalam rokok bisa menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Bukan berarti nggak boleh ngopi sama sekali, tapi ya tahu batasanlah. Hidup seimbang itu perlu.

Kesehatan tulang itu bukan soal hasil instan yang kelihatan di cermin dalam semalam. Ini soal investasi jangka panjang. Mungkin sekarang kamu merasa aman-aman aja meski jarang olahraga atau makan sembarangan. Tapi percaya deh, diri kamu di masa depan bakal berterima kasih banget kalau kamu mulai peduli sama tulangmu dari sekarang.

Jadi, mumpung masih muda, yuk kurangi dikit waktu rebahannya. Mulai perhatikan apa yang masuk ke perut, dan jangan lupa sempatkan gerak meskipun cuma sebentar. Jangan sampai nanti di hari tua kita malah menyesal karena pondasi tubuh kita keropos gara-gara kita terlalu santai di masa muda. Sehat itu keren, dan tulang kuat itu modal utama buat menikmati hidup sampai tua nanti.

Tags