Selasa, 13 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Ikan yang Disimpan Bersama Bahan Makanan Lain Bisa Menimbulkan Aroma Amis di Kulkas?

icaa - Saturday, 10 October 2026 | 12:53 PM

Background
Mengapa Ikan yang Disimpan Bersama Bahan Makanan Lain Bisa Menimbulkan Aroma Amis di Kulkas?

Ikan merupakan bahan makanan yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari ikan goreng hingga sup dan gulai. Namun, menyimpan ikan di dalam kulkas terkadang menimbulkan masalah tersendiri. Aroma amisnya dapat menyebar ke seluruh ruang penyimpanan, bahkan menempel pada bahan makanan lain seperti sayuran, buah, mentega, atau makanan matang.

Kondisi ini bisa terjadi meskipun ikan sudah dimasukkan ke dalam kulkas. Penyebabnya bukan hanya karakteristik alami ikan, tetapi juga cara penyimpanan, kondisi wadah, dan kebersihan lemari pendingin.

Lantas, mengapa aroma amis ikan bisa menyebar ke bahan makanan lain di dalam kulkas? Berikut beberapa penyebab dan cara mencegahnya.

1. Ikan Memiliki Senyawa yang Menghasilkan Aroma Khas

Ikan secara alami mengandung berbagai senyawa yang dapat menghasilkan aroma khas. Pada sejumlah jenis ikan, trimetilamina atau TMA merupakan salah satu senyawa yang berkaitan dengan bau amis.

Ketika ikan mengalami penurunan kesegaran, aktivitas mikroorganisme dan proses penguraian senyawa tertentu dapat meningkatkan terbentuknya aroma yang lebih kuat. Itulah sebabnya ikan yang sudah disimpan terlalu lama atau tidak ditangani dengan baik bisa memiliki bau lebih menyengat daripada ikan yang masih segar.



Senyawa berbau tersebut dapat terlepas dari permukaan ikan dan menyebar di ruang kulkas. Jika ikan dibiarkan terbuka, aroma lebih mudah mencapai bahan makanan lain yang berada di sekitarnya.

Meski demikian, aroma ikan yang kuat tidak selalu berarti ikan sudah rusak karena setiap jenis ikan memiliki karakteristik bau yang berbeda. Kondisinya perlu dinilai bersama tanda lain, seperti tekstur, perubahan warna, dan riwayat penyimpanan.

2. Wadah Penyimpanan Tidak Tertutup Rapat

Salah satu penyebab paling umum aroma amis menyebar di kulkas adalah ikan disimpan dalam wadah terbuka atau kemasan yang tidak rapat.

Udara di dalam kulkas terus bergerak ketika pintu dibuka dan sistem pendingin bekerja. Pergerakan ini membantu membawa aroma dari satu bagian ke bagian lain. Akibatnya, bahan makanan yang tidak tertutup juga dapat menyerap sebagian bau di sekitarnya.

Untuk mencegahnya, simpan ikan dalam wadah bersih yang kedap udara atau bungkus dengan kemasan khusus makanan yang tertutup rapat. Pastikan wadah tidak bocor, terutama jika ikan mengeluarkan cairan selama penyimpanan.



Cara ini tidak hanya membantu mengurangi penyebaran aroma, tetapi juga melindungi ikan dari kontaminasi silang dengan bahan makanan lain.

3. Cairan dari Ikan Bisa Menetes ke Bahan Makanan Lain

Ikan mentah dapat mengeluarkan cairan selama disimpan, terutama jika ditempatkan dalam wadah yang tidak sesuai. Cairan tersebut bisa mengandung komponen yang menghasilkan bau khas ikan dan berpotensi mencemari bahan makanan di bawahnya.

Jika ikan diletakkan di rak yang sama dengan makanan matang atau sayuran tanpa wadah penampung, cairannya dapat menetes dan meninggalkan aroma tidak sedap. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kontaminasi silang oleh mikroorganisme dari ikan mentah.

Sebaiknya, letakkan ikan mentah di dalam wadah tertutup yang tidak mudah bocor. Simpan di rak paling bawah agar cairannya tidak menetes ke makanan lain jika terjadi kebocoran.

Pisahkan ikan mentah dari makanan matang dan bahan makanan yang langsung dikonsumsi tanpa dimasak kembali.



4. Suhu Kulkas Memengaruhi Kesegaran Ikan

Suhu penyimpanan berperan penting dalam menjaga kualitas ikan. Suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan proses penurunan kesegaran, sehingga aroma tidak sedap lebih cepat muncul.

Untuk penyimpanan bahan makanan yang mudah rusak, suhu kulkas sebaiknya dijaga pada empat derajat Celsius atau lebih rendah. Namun, ikan mentah tetap memiliki masa simpan terbatas meskipun berada di dalam lemari pendingin.

Sebagai pedoman umum, ikan mentah biasanya sebaiknya dimasak dalam satu hingga dua hari setelah dibeli jika disimpan pada suhu kulkas yang tepat. Jika tidak akan segera diolah, ikan dapat disimpan di dalam freezer.

Perlu diingat, pendinginan memperlambat pertumbuhan banyak mikroorganisme, tetapi tidak menghentikan seluruh proses kerusakan. Karena itu, jangan mengandalkan kulkas untuk membuat ikan tetap layak dikonsumsi tanpa batas waktu.

5. Kulkas Jarang Dibersihkan

Aroma amis yang bertahan lama tidak selalu berasal dari ikan yang sedang disimpan. Terkadang, bau tersebut berasal dari sisa cairan atau makanan yang tumpah di rak, laci, dan sudut kulkas.



Jika cairan ikan tidak segera dibersihkan, sisa tersebut dapat meninggalkan aroma yang bertahan meskipun ikan sudah dikeluarkan. Kotoran yang menumpuk juga dapat menjadi sumber bau dari bahan makanan lain yang mulai rusak.

Untuk mengatasinya, periksa rak dan laci kulkas secara berkala. Bersihkan bagian yang terkena cairan menggunakan air sabun, lalu bilas atau lap hingga bersih dan keringkan sebelum digunakan kembali.

Periksa pula makanan yang disimpan terlalu lama. Jika ada bahan makanan yang membusuk atau kemasannya bocor, segera singkirkan dengan cara yang tepat dan bersihkan area di sekitarnya.

6. Aroma Ikan Bisa Menempel pada Bahan Makanan Tertentu

Bahan makanan yang disimpan dalam keadaan terbuka lebih mudah terpapar aroma dari lingkungan sekitarnya. Makanan dengan kandungan lemak, seperti mentega atau keju, dapat menyerap sebagian aroma dari udara, terutama jika kemasannya tidak tertutup rapat.

Hal serupa dapat terjadi pada makanan matang yang dibiarkan terbuka di dalam kulkas. Aroma amis mungkin tidak langsung mengubah rasa makanan, tetapi dapat mengurangi kenyamanan saat makanan tersebut dikonsumsi.



Karena itu, setiap bahan makanan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup sesuai kebutuhan. Sayuran, buah, makanan matang, dan bahan mentah juga perlu ditempatkan secara terpisah untuk menjaga kualitas serta mengurangi risiko kontaminasi silang.

Cara Menyimpan Ikan agar Bau Amis Tidak Menyebar

Agar aroma ikan tidak memenuhi kulkas, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Pertama, pilih ikan yang masih segar dan segera simpan setelah sampai di rumah. Jangan membiarkan ikan terlalu lama berada pada suhu ruang, khususnya ketika cuaca panas.

Kedua, gunakan wadah kedap udara yang bersih dan tidak bocor. Pastikan ikan mentah berada di rak paling bawah dan terpisah dari makanan matang maupun bahan makanan yang siap dikonsumsi.

Ketiga, jaga suhu kulkas pada empat derajat Celsius atau lebih rendah. Jika ikan tidak akan dimasak dalam satu hingga dua hari, simpan di freezer dengan kemasan yang sesuai.



Keempat, bersihkan kulkas secara rutin dan segera lap cairan yang tumpah. Jika aroma amis masih bertahan setelah sumber bau dibuang dan kulkas dibersihkan, periksa kembali setiap rak, laci, dan wadah penyimpanan.

Jika ikan mengeluarkan bau busuk atau amonia yang menyengat, teksturnya menjadi sangat lembek, atau menunjukkan tanda kerusakan lainnya, sebaiknya jangan dikonsumsi. Memasak ikan tidak selalu dapat menghilangkan seluruh risiko akibat penyimpanan yang tidak tepat.