Mengapa Hajar Aswad Berada di Sudut Ka'bah? Ini Penjelasannya
Liaa - Saturday, 29 August 2026 | 01:46 AM


Mengenal Hajar Aswad
Hajar Aswad atau al-Hajar al-Aswad berarti "batu hitam". Batu ini berada di bagian sudut Ka'bah yang mengarah ke arah timur dan menjadi salah satu bagian penting yang dikenal oleh jemaah haji dan umrah.
Letaknya memiliki fungsi khusus dalam pelaksanaan tawaf. Ketika melakukan tawaf, jemaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dengan menjadikan posisi Hajar Aswad sebagai salah satu penanda dimulainya putaran.
Mengapa Berada di Sudut Ka'bah?
Posisi Hajar Aswad di sudut Ka'bah berkaitan dengan tata letak dan sejarah bangunan Ka'bah. Sudut tempat Hajar Aswad berada menjadi titik yang mudah dijadikan penanda bagi orang yang sedang melakukan tawaf.
Dalam praktik ibadah, jemaah memulai putaran tawaf dengan melewati atau menghadap ke arah Hajar Aswad. Setelah satu putaran penuh, jemaah kembali ke titik tersebut untuk memulai putaran berikutnya.
Dengan demikian, keberadaan Hajar Aswad membantu memberikan titik acuan yang jelas dalam pelaksanaan tawaf.
Kaitan dengan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
Dalam tradisi Islam, pembangunan Ka'bah dikaitkan dengan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Al-Qur'an menjelaskan bahwa keduanya meninggikan fondasi Baitullah dan berdoa agar amal tersebut diterima oleh Allah SWT.
Hajar Aswad juga memiliki tempat khusus dalam riwayat sejarah Islam. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa batu tersebut ditempatkan di sudut Ka'bah sebagai bagian dari bangunan Baitullah.
Peristiwa Saat Ka'bah Direnovasi Quraisy
Salah satu kisah terkenal berkaitan dengan Hajar Aswad terjadi ketika kaum Quraisy melakukan pembangunan kembali Ka'bah sebelum masa kenabian Muhammad SAW.
Ketika pembangunan hampir selesai, terjadi perselisihan mengenai siapa yang berhak menempatkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Perselisihan tersebut bahkan berpotensi menimbulkan konflik antarkelompok.
Pada saat itu, Muhammad SAW yang dikenal sebagai sosok terpercaya memberikan solusi. Beliau meminta sebuah kain dibentangkan, kemudian Hajar Aswad diletakkan di atasnya. Para pemimpin kabilah diminta mengangkat kain tersebut bersama-sama. Setelah sampai di tempatnya, Muhammad SAW kemudian meletakkan Hajar Aswad pada posisinya.
Kisah tersebut menjadi salah satu contoh kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW dalam menyelesaikan perselisihan.
Hajar Aswad dan Tawaf
Dalam ibadah tawaf, Hajar Aswad menjadi titik acuan yang sangat penting. Jemaah memulai putaran dari posisi Hajar Aswad dan mengelilingi Ka'bah berlawanan arah jarum jam.
Jika memungkinkan dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain, jemaah dapat mengusap atau mencium Hajar Aswad sesuai tuntunan yang dikenal dalam ibadah. Namun, apabila kondisi sangat padat, jemaah dapat memberi isyarat ke arahnya tanpa memaksakan diri.
Hal yang penting adalah menjaga ketertiban dan tidak menyakiti jemaah lain.
Bukan Batu yang Disembah
Dalam ajaran Islam, Hajar Aswad bukanlah benda yang disembah. Umat Islam menyembah Allah SWT.
Penghormatan terhadap Hajar Aswad merupakan bagian dari pelaksanaan ibadah yang mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Karena itu, keberadaannya perlu dipahami dalam konteks ibadah dan sejarah Ka'bah, bukan sebagai objek penyembahan.
Pelajaran yang Bisa Diambil
Kisah Hajar Aswad juga mengandung berbagai pelajaran. Salah satunya adalah pentingnya mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam beribadah.
Selain itu, kisah penyelesaian perselisihan mengenai penempatan Hajar Aswad menunjukkan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi konflik. Sebuah masalah yang berpotensi menimbulkan pertikaian dapat diselesaikan melalui cara yang adil dan melibatkan semua pihak.
Kesimpulan
Hajar Aswad berada di salah satu sudut Ka'bah dan menjadi penanda penting dalam pelaksanaan tawaf. Keberadaannya memiliki kaitan dengan sejarah Ka'bah serta tuntunan ibadah yang diwariskan dalam tradisi Islam.
Bagi umat Islam, Hajar Aswad bukan sekadar batu yang berada di dinding Ka'bah. Keberadaannya mengingatkan pada sejarah Baitullah, keteladanan Nabi Muhammad SAW, serta pentingnya menjalankan ibadah sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
4 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
4 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
4 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
4 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
4 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
4 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
4 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
4 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
4 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
4 hours ago




