Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mata Perih Akibat Asap, Lebih Baik Dibilas atau Dibiarkan?

Tata - Sunday, 18 October 2026 | 04:19 PM

Background
Mata Perih Akibat Asap, Lebih Baik Dibilas atau Dibiarkan?

Mata perih merupakan salah satu keluhan yang dapat muncul ketika seseorang terpapar asap, termasuk asap kebakaran dan kabut asap. Kondisi ini bisa disertai mata merah, berair, terasa panas, gatal, atau seperti kemasukan benda asing.

Keluhan tersebut terjadi karena asap mengandung partikel halus dan berbagai zat iritan yang dapat mengganggu permukaan mata. Tingkat iritasi bergantung pada jenis asap, konsentrasi polutan, lamanya paparan, serta sensitivitas setiap orang.

Ketika mata mulai terasa perih, sebagian orang memilih menguceknya, sedangkan yang lain membiarkannya hingga rasa tidak nyaman menghilang. Lantas, tindakan mana yang lebih tepat?

Mata Perih Akibat Asap Sebaiknya Dibilas atau Dibiarkan?

Jika mata terasa perih setelah terpapar asap, membilasnya dengan air bersih yang mengalir secara lembut dapat membantu menghilangkan partikel dan zat iritan dari permukaan mata. Larutan saline steril yang sesuai untuk mata juga dapat digunakan.



Pembilasan lebih dianjurkan daripada menggosok mata atau membiarkannya tanpa melakukan apa pun ketika iritasi masih terasa. Namun, jika keluhan ringan segera mereda setelah menjauh dari sumber asap, mata tidak selalu memerlukan pembilasan berulang.

Gunakan air bersih bersuhu sejuk atau suam-suam kuku, bukan air panas. Biarkan air mengalir perlahan melewati mata tanpa memberikan tekanan kuat. Jangan menggunakan air yang tidak terjamin kebersihannya atau cairan buatan sendiri yang tidak steril.

Mengapa Asap Bisa Membuat Mata Terasa Perih?

Permukaan mata dilapisi oleh lapisan air mata yang membantu menjaga kelembapan dan melindungi jaringan mata. Ketika asap mengenai mata, partikel dan zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat mengganggu lapisan tersebut serta memicu respons iritasi.

Akibatnya, mata bisa memproduksi lebih banyak air mata sebagai respons alami untuk membantu membersihkan permukaannya. Mata juga dapat menjadi merah karena pembuluh darah di permukaan mata melebar.



Pada paparan ringan, gejala biasanya membaik setelah seseorang menjauh dari sumber asap dan mendapatkan udara yang lebih bersih. Namun, paparan pekat atau berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi lebih berat, terutama pada orang yang memiliki mata sensitif atau gangguan mata sebelumnya.

Langkah Pertolongan Pertama Saat Mata Terkena Asap

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan mata perih akibat paparan asap.

Pertama, segera menjauh dari sumber asap dan pindah ke tempat dengan udara yang lebih bersih. Jika memungkinkan, tutup jendela dan pintu saat udara di luar sedang tercemar, serta gunakan penyaring udara yang sesuai.

Kedua, jangan mengucek mata meskipun terasa gatal atau seperti kemasukan debu. Menggosok mata dapat memperparah iritasi dan berpotensi melukai permukaan mata.



Ketiga, bilas mata secara lembut menggunakan air bersih yang mengalir atau saline steril jika iritasi masih terasa. Apabila menggunakan lensa kontak, lepaskan jika mudah dilakukan, lalu jangan memakainya kembali sampai mata pulih.

Keempat, hindari meneteskan obat mata sembarangan, termasuk obat tetes untuk menghilangkan mata merah, tanpa memahami kegunaan dan petunjuk pemakaiannya. Jangan menggunakan bahan seperti air lemon, air garam racikan sendiri, atau ramuan herbal untuk membilas mata.

Kapan Mata Perih Perlu Diperiksa Dokter?

Mata perih akibat asap umumnya dapat membaik setelah paparan dihentikan. Namun, gejala tertentu tidak boleh diabaikan.

Segera cari pertolongan medis jika muncul nyeri mata yang berat, penglihatan kabur atau menurun, kepekaan berlebihan terhadap cahaya, sulit membuka mata, atau kemerahan yang semakin parah. Pemeriksaan juga diperlukan apabila keluhan tidak membaik setelah menjauh dari asap dan melakukan pembilasan secara lembut.



Jika mata terkena paparan bahan kimia pekat, jangan menunggu gejala berkembang. Segera bilas mata dengan air mengalir dalam jumlah banyak selama sedikitnya 20 menit dan cari pertolongan medis darurat. Jangan menunda pembilasan untuk mencari larutan khusus.

Cara Melindungi Mata Saat Kabut Asap Melanda

Pencegahan dapat membantu mengurangi risiko iritasi. Saat kualitas udara memburuk, batasi kegiatan di luar ruangan, terutama ketika asap terlihat pekat atau mata mulai terasa tidak nyaman.

Jika harus beraktivitas di luar, gunakan kacamata yang menutup area mata dengan baik untuk membantu mengurangi paparan partikel. Masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel melalui saluran pernapasan, tetapi masker biasa tidak melindungi mata dari asap.

Setelah kembali ke dalam ruangan, cuci tangan sebelum menyentuh wajah dan hindari mengucek mata. Pastikan ruangan memiliki udara yang lebih bersih agar paparan tidak terus berlanjut.



Kesimpulan

Mata perih akibat asap sebaiknya tidak digosok atau sengaja dibiarkan jika iritasi masih terasa. Menjauh dari sumber asap dan membilas mata secara lembut menggunakan air bersih mengalir atau saline steril dapat membantu mengurangi paparan zat iritan.

Meski demikian, pembilasan bukan pengganti pemeriksaan medis apabila gejalanya berat. Nyeri hebat, gangguan penglihatan, atau iritasi yang tidak membaik merupakan tanda bahwa mata perlu segera diperiksa tenaga kesehatan.