Senin, 24 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Masih Perlukah Pakai Sunscreen Saat Sore Hari? Ini Fakta tentang Paparan Sinar UV

Tata - Sunday, 23 August 2026 | 04:15 PM

Background
Masih Perlukah Pakai Sunscreen Saat Sore Hari? Ini Fakta tentang Paparan Sinar UV

Dilema Golden Hour: Masih Perlukah Pakai Sunscreen Pas Matahari Mau Terbenam?

Pernah nggak sih kamu lagi asyik nongkrong di kafe semi-outdoor sekitar jam empat atau lima sore, terus tiba-tiba merasa gelisah karena sinar matahari masih "nyit-nyit" di kulit? Di satu sisi, kamu ngerasa cahaya jam segitu tuh paling cakep buat selfie karena dapet efek golden hour yang hakiki. Tapi di sisi lain, ada bisikan kecil di kepala yang nanya, "Ini perlu re-apply sunscreen nggak ya? Kan bentar lagi magrib?"

Fenomena ini sering banget jadi perdebatan di kalangan kaum skincare enthusiast maupun mereka yang baru mau tobat soal urusan ngerawat wajah. Ada tim yang cuek bebek karena mikir matahari sore sudah nggak punya tenaga, ada juga tim yang super parno dan tetep oles-oles sunscreen tiap dua jam sekali meski sudah di dalam ruangan gelap gulita. Jadi, sebenarnya gimana sih aturannya? Apakah pakai sunscreen di sore hari itu sebuah keharusan atau cuma sekadar fomo biar kelihatan rajin skincare-an?

Matahari Belum Pulang Kantor, Bestie!

Mari kita luruskan satu hal: matahari itu nggak langsung "mati" lampunya pas jam tiga sore. Selama kamu masih bisa melihat bayangan dirimu di tanah atau jalanan, itu artinya sinar ultraviolet (UV) masih aktif beroperasi. Memang benar kalau intensitas UVB—yang bikin kulit gosong atau sunburn—itu paling galak di antara jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Tapi, ada saudaranya yang lebih licik namanya UVA.

UVA ini ibarat hantu yang nggak kelihatan tapi dampaknya nyata. Dia punya gelombang yang lebih panjang, bisa menembus kaca jendela, awan mendung, bahkan masuk ke lapisan kulit terdalam kita yang memicu penuaan dini (aging). Dan kabar buruknya, kadar UVA ini cenderung stabil dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Jadi, kalau kamu mikir jam 4 sore itu sudah aman buat "telanjang" tanpa perlindungan, kamu mungkin lagi ngundang kerutan halus buat mampir lebih cepat ke wajahmu.

Radiasi Nggak Cuma dari Langit

Selain matahari yang lagi siap-siap mau pamit, kita juga dikelilingi oleh yang namanya HEV (High Energy Visible) light atau yang lebih populer disebut blue light. Kamu tahu kan benda yang lagi kamu pegang sekarang buat baca tulisan ini? Ya, smartphone, laptop, atau monitor PC di kantor itu memancarkan cahaya biru yang kalau terpapar terus-menerus dalam jangka panjang, bisa bikin kulit kusam dan memicu hiperpigmentasi.



Banyak sunscreen zaman sekarang sudah diformulasikan untuk menangkal blue light ini. Jadi, kalau kamu tipe anak senja yang hobi mantengin layar sambil nungguin sunset, pakai sunscreen di sore hari sebenarnya bukan ide yang buruk. Ini bukan soal takut hitam ya, tapi lebih ke menjaga kesehatan barrier kulit biar nggak stres gara-gara paparan radiasi yang nonstop dari pagi sampai malam.

Kapan Harus Re-apply dan Kapan Bisa Santai?

Oke, mari kita bicara realistis. Kita semua punya rasa malas, dan re-apply sunscreen itu kadang ribetnya minta ampun, apalagi kalau kita lagi pakai makeup. Kalau kamu seharian di dalam ruangan yang nggak ada jendelanya sama sekali, mungkin kamu nggak perlu terlalu fanatik buat re-apply pas jam 4 sore. Tapi kalau aktivitasmu menuntut kamu untuk keluar ruangan, menjemput adek, atau sekadar jalan kaki nyari takjil atau camilan sore, re-apply adalah kunci.

Untungnya, teknologi kecantikan sekarang sudah makin canggih. Kamu nggak harus hapus makeup terus oles krim putih-putih lagi kayak mau jadi hantu. Sekarang sudah ada sunscreen spray atau sunscreen powder yang tinggal sat-set-sat-set langsung terlindungi. Buat kamu yang mobilitasnya tinggi di sore hari, barang-barang ini adalah penyelamat hidup supaya kulit nggak kaget kena paparan sisa-sisa tenaga matahari yang masih cukup buat bikin flek hitam muncul.

Investasi yang Hasilnya Baru Kelihatan Pas Reuni

Memakai sunscreen di sore hari mungkin terasa berlebihan buat sebagian orang. Sering kali ada komentar kayak, "Ah, lebay banget sih, sore doang pakai sunblock segala." Tapi percayalah, skincare itu bukan tentang hasil instan yang kelihatan besok pagi. Skincare adalah tentang investasi jangka panjang. Efek dari kemalasanmu pakai proteksi sekarang, baru akan kamu bayar 10 atau 20 tahun lagi.

Bayangkan nanti pas reuni SMA, teman-temanmu sudah mulai panik nyari treatment laser buat ngilangin flek, sedangkan kamu tetap santai karena kulitmu masih kenyal dan bersih. Di saat itulah kamu bakal berterima kasih sama dirimu yang dulu tetap rajin oles-oles sunscreen jam 4 sore meskipun sering dikatain ribet sama teman-teman tongkrongan.



Kesimpulan: Pakai atau Enggak?

Jadi, jawaban singkatnya: Boleh banget dan disarankan. Selama matahari masih menampakkan batang hidungnya, perlindungan itu perlu. Tapi ingat, jangan sampai urusan sunscreen ini malah bikin kamu stres dan nggak menikmati hidup. Kalau memang situasinya memungkinkan dan kamu banyak terpapar cahaya, pakailah. Kalau kamu cuma mendekam di kamar gelap sambil dengerin lagu galau, ya nggak usah terlalu dipaksakan.

Intinya adalah kenali lingkunganmu. Kalau kamu merasa kulitmu terasa panas atau "perih" kena cahaya sore, itu kode keras dari kulitmu kalau dia butuh tameng. Jangan pelit sama diri sendiri. Sunscreen itu investasi paling murah dibanding biaya skincare anti-aging atau ke dokter kulit kalau masalah sudah terlanjur muncul. Jadi, jangan lupa re-apply ya, biar golden hour-mu nggak cuma bagus di feed Instagram, tapi juga sehat buat masa depan kulitmu!