Manfaat Empeng untuk Bayi Baru Lahir dan Risikonya yang Perlu Diketahui Orang Tua
Tata - Saturday, 15 August 2026 | 12:32 PM
Empeng bayi atau pacifier merupakan benda yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mengisap bayi tanpa memberikan makanan. Sebagian bayi merasa lebih tenang ketika mengisap empeng, terutama ketika sedang rewel atau membutuhkan kenyamanan.
Salah satu manfaat empeng adalah membantu menenangkan bayi. Gerakan mengisap dapat memberikan rasa nyaman bagi sebagian bayi dan membantu mereka lebih mudah menenangkan diri.
Penggunaan empeng saat tidur juga memiliki kaitan dengan penurunan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS berdasarkan sejumlah penelitian. Namun, empeng bukan satu-satunya langkah untuk menciptakan tidur yang aman.
Untuk bayi baru lahir yang mendapatkan ASI, waktu pemberian empeng perlu diperhatikan. Pada sebagian bayi, penggunaan empeng terlalu dini dapat membuat proses menyusui menjadi lebih sulit, terutama ketika bayi dan ibu masih belajar membangun pola menyusui.
Karena itu, jika bayi menyusu langsung dan proses menyusui belum berjalan dengan baik, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi sebelum rutin memberikan empeng.
RISIKO PENGGUNAAN EMPENG
1. Dapat mengganggu proses menyusui pada sebagian bayi
Pemberian empeng terlalu dini atau terlalu sering dapat membuat orang tua lebih sulit mengenali tanda lapar bayi. Hal ini berpotensi mengurangi kesempatan bayi menyusu.
2. Risiko infeksi jika kebersihan tidak terjaga
Empeng yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menjadi tempat berkembangnya kuman. Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan yang masih berkembang sehingga kebersihan perlengkapan bayi perlu mendapat perhatian.
3. Penggunaan jangka panjang dapat memengaruhi gigi
Jika empeng terus digunakan dalam jangka waktu lama, terutama setelah anak semakin besar, penggunaannya dapat berkaitan dengan perubahan susunan gigi dan perkembangan mulut.
4. Ketergantungan untuk tidur
Sebagian bayi dapat terbiasa tidur dengan bantuan empeng. Akibatnya, ketika empeng terlepas saat tidur, bayi mungkin terbangun dan membutuhkan bantuan untuk kembali tenang.
TIPS PENGGUNAAN YANG LEBIH AMAN
Jika orang tua memilih menggunakan empeng, pastikan ukurannya sesuai usia bayi dan kondisinya masih baik. Jaga kebersihan empeng dan jangan memberikan empeng yang sudah rusak.
Jangan mengoleskan madu, gula, atau bahan makanan lainnya pada empeng. Madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun karena dapat menyebabkan botulisme pada bayi.
Empeng juga sebaiknya tidak dipaksa jika bayi menolaknya. Untuk bayi yang menyusu langsung, prioritaskan pemberian ASI sesuai kebutuhan dan perhatikan tanda-tanda lapar bayi.
Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai penggunaan empeng, terutama pada bayi baru lahir atau bayi yang mengalami kesulitan menyusu, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan.
Next News

Jangan Tunggu Sakit: Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menjaga Tubuh Tetap Prima
in 5 hours

Perlukah Minum Vitamin Setiap Hari? Ini yang Perlu Dipahami
in 5 hours

Hobi, Uang, dan Waktu: Tiga Hal yang Sedang Didefinisikan Ulang Generasi Modern
in 5 hours

Gaji Naik Tapi Tetap Bokek? Mungkin Masalahnya Bukan Penghasilan
in 5 hours

Belanja Mendadak Terasa Menyenangkan, Penyesalan Kadang Datang Belakangan
2 hours ago

Deadline Semakin Dekat, Ide Justru Bermunculan Lebih Cepat
2 hours ago

Barang Gratis Sulit Ditolak, Meski Sebenarnya Tidak Dibutuhkan
2 hours ago

Kata "Diskon" Sering Membuat Barang Tak Penting Terlihat Menarik
2 hours ago

Rp9.900 Terasa Lebih Murah dari Rp10.000, Padahal Selisihnya Hanya Rp100
2 hours ago

Barisan Semut Menuju Makanan Bukan Kebetulan, Ada Sistem di Baliknya
2 hours ago





