Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sedang Diare agar Kondisi Tidak Makin Parah
Liaa - Friday, 02 October 2026 | 01:27 AM


Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sedang Diare
Diare dapat membuat sistem pencernaan menjadi lebih sensitif. Selain menyebabkan buang air besar lebih sering dengan tinja yang lebih cair, kondisi ini juga dapat disertai kram perut, mual, atau rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Selama mengalami diare, bukan berarti seseorang harus berhenti makan. Tubuh tetap membutuhkan asupan energi dan cairan. Namun, pemilihan makanan perlu diperhatikan karena beberapa jenis makanan dan minuman dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang.
1. Makanan Berlemak dan Berminyak
Makanan yang tinggi lemak, termasuk makanan yang digoreng, sebaiknya dibatasi sementara ketika sedang diare.
Makanan berlemak dapat lebih sulit ditoleransi oleh saluran pencernaan yang sedang sensitif. Karena itu, makanan seperti gorengan, makanan cepat saji, dan masakan dengan banyak minyak sebaiknya dikurangi hingga kondisi membaik.
2. Makanan Pedas
Makanan pedas dapat membuat saluran pencernaan terasa semakin tidak nyaman. Kandungan capsaicin dalam cabai pada sebagian orang dapat meningkatkan sensasi mulas atau memperburuk keluhan pencernaan.
Selama diare, pilih makanan dengan rasa yang lebih ringan dan hindari penggunaan cabai dalam jumlah banyak.
3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Asupan gula dalam jumlah tinggi dapat menarik air ke dalam usus pada kondisi tertentu sehingga berpotensi membuat diare semakin berat.
Karena itu, sebaiknya batasi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula tambahan, termasuk minuman manis, permen, serta makanan penutup yang sangat manis.
4. Minuman Berkafein
Kopi, teh berkafein, minuman energi, dan beberapa jenis minuman bersoda mengandung kafein yang dapat merangsang aktivitas saluran pencernaan.
Bagi orang yang sedang diare, minuman tersebut dapat membuat rasa ingin buang air besar menjadi lebih sering atau memperburuk rasa tidak nyaman. Untuk sementara, air putih dapat menjadi pilihan yang lebih aman untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.
5. Susu dan Produk Olahan Susu
Sebagian orang dapat mengalami kesulitan mencerna laktosa untuk sementara setelah mengalami diare. Kondisi tersebut dapat menyebabkan konsumsi susu atau produk susu tertentu memicu kembung, gas, atau diare yang lebih berat.
Namun, toleransi setiap orang berbeda. Tidak semua penderita diare harus menghindari seluruh produk susu. Jika konsumsi susu membuat gejala semakin buruk, sebaiknya batasi sementara.
6. Makanan Tinggi Serat yang Sulit Dicerna
Serat tetap penting bagi kesehatan, tetapi beberapa makanan tinggi serat, terutama yang menghasilkan banyak gas atau sulit dicerna, dapat membuat perut terasa semakin tidak nyaman selama diare.
Sayuran tertentu, kacang-kacangan, dan makanan berserat kasar dapat dibatasi sementara apabila terbukti memperburuk gejala.
7. Alkohol
Alkohol sebaiknya dihindari ketika sedang mengalami diare. Selain dapat mengganggu saluran pencernaan, alkohol juga dapat berkontribusi terhadap kehilangan cairan tubuh.
Menghindari alkohol selama masa pemulihan membantu tubuh mendapatkan kesempatan untuk memulihkan kondisi pencernaan dan menjaga keseimbangan cairan.
Lalu, Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Diare?
Selain mengetahui makanan yang perlu dibatasi, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan tubuh tetap mendapatkan cairan dan nutrisi.
Air putih dapat diminum secara teratur. Jika kehilangan cairan cukup banyak, larutan oralit dapat digunakan untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Untuk makanan, pilih makanan yang lebih sederhana dan mudah ditoleransi, seperti nasi, kentang, roti, pisang, atau makanan berkuah ringan. Porsi kecil tetapi lebih sering dapat menjadi pilihan jika nafsu makan sedang menurun.
Tidak semua orang akan memiliki respons yang sama terhadap makanan tertentu. Karena itu, perhatikan makanan yang membuat gejala semakin buruk dan hindari sementara makanan tersebut.
Jangan Hanya Fokus pada Makanan
Diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Karena itu, menjaga asupan cairan merupakan bagian penting selama mengalami diare.
Segera cari pertolongan medis apabila diare disertai tanda dehidrasi, darah dalam tinja, demam tinggi, nyeri perut berat, atau kondisi tidak kunjung membaik. Bayi, anak kecil, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga dapat lebih rentan mengalami komplikasi akibat kehilangan cairan.
Kesimpulan
Saat sedang diare, makanan berlemak, pedas, sangat manis, minuman berkafein, alkohol, serta makanan tertentu yang sulit ditoleransi sebaiknya dibatasi sementara. Namun, kebutuhan cairan dan nutrisi tetap harus diperhatikan.
Pemilihan makanan yang lebih sederhana, konsumsi cairan yang cukup, dan pemantauan gejala dapat membantu mendukung proses pemulihan. Jika muncul tanda dehidrasi atau gejala yang mengkhawatirkan, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan.
Next News

Kenapa Kucing Mengibaskan Ekor dalam Situasi Tertentu?
28 minutes ago

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Sering Terjadi pada Tubuh
35 minutes ago

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Sering Terjadi pada Tubuh
41 minutes ago

Minum Air Putih yang Cukup Bisa Mendukung Program Diet
an hour ago

Sulit Berkonsentrasi di Ruangan Berisik, Begini Cara Otak Meresponsnya
6 hours ago

Jamur Banyak Muncul Setelah Hujan, Begini Kondisi yang Membuatnya Cepat Tumbuh
6 hours ago

Mengapa Semut Bisa Menemukan Makanan dengan Cepat?
6 hours ago

Kerokan Saat Badan Meriang, Apakah Benar Membantu atau Hanya Membuat Kulit Memerah?
10 hours ago

Rutin Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur, Ini yang Terjadi pada Tubuh
10 hours ago

Kebiasaan Makan Larut Malam Bisa Membuat Tubuh Mengalami Perubahan Ini
10 hours ago





